- Harga BBM Pertamina per 1 Juni Berubah, Pertamax Turbo Naik
- Sulteng Masuk Daerah Terbaik Pengendalian Inflasi di Sulawesi, Dapat Insentif Rp2 Miliar
- Palu dan Morowali Masuk Daerah Tujuan Migrasi Tertinggi di Sulteng
- Wakil Ketua MPR RI Akbar Supratman Sumbang Sapi Kurban di Masjid Raya Baitul Khairaat
- Kemendikdasmen Perbarui Kebijakan, Masuk SD Tak Lagi Harus Menunggu 7 Tahun
- Kendaraan di Palu Kini Wajib Menggunakan Plat Nomor Daerah
- Mandi Laut Usai Subuh, Warga Palu Barat Tewas Tenggelam di Kampung Nelayan
- Demi Efisiensi, Anggaran MBG 2026 Dipangkas Rp67 Triliun
- Siap-Siap Cair, Gaji Ke-13 ASN hingga Polri Mulai Dibayarkan Juni 2026
- Pusat Medis Modern di Cina Jadi Inspirasi Pengembangan Kesehatan di Sulteng
500 Pelajar SMK di Palu Jalani Pembinaan Semi Militer, Pangdam Tekankan Disiplin dan Karakter

Keterangan Gambar : Pangdam XXIII/Palaka Wira, Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar, saat diwawancarai wartawan, Sabtu (1/11/2025). (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu — Sebanyak 500 pelajar dari 12 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Palu mulai menjalani pembinaan semi militer dalam program Perkemahan Sabtu Minggu Korps Kadet Republik Indonesia (Persami KKRI), yang dibuka resmi di barak Yonif 711/Raksatama, Sabtu (1/11) pagi.
Program yang merupakan bagian dari kebijakan nasional pembentukan karakter generasi muda ini, menjadi gelombang pertama di bawah Kodam XXIII/Palaka Wira.
Baca Lainnya :
- Kejuaraan Tinju Amatir 2025 di Palu Resmi Berakhir, Venue Tinju Dinilai Berkelas Nasional
- 500 Siswa SMK se-Kota Palu Masuk Barak Yonif 711 untuk Ikuti Persami KKRI
- BMKG Edukasi Warga Palu Lewat Sekolah Lapang Gempabumi dan Tsunami
- Kendalilan Overkapasitas, 445 Warga Binaan Dipindahkan
- Karnaval Budaya Meriahkan Hari Sumpah Pemuda di SD Gamaliel Palu
Pangdam XXIII/Palaka Wira, Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar, mengatakan kegiatan ini dirancang bukan sekadar melatih fisik, tetapi menanamkan kedisiplinan dan membangun karakter kuat di tengah tantangan sosial yang dihadapi remaja saat ini.
“Intinya, kami ingin membangun kedisiplinan, memperkuat karakter, jiwa juang, dan kemandirian,” ujarnya di sela pembukaan kegiatan.
Menurutnya, materi yang diberikan kepada peserta tidak hanya seputar pelatihan semi militer, tetapi juga menyentuh isu-isu krusial di kalangan pelajar seperti penyalahgunaan narkoba, intoleransi, dan penggunaan media sosial yang tidak bijak.
“Kita juga berbicara tentang narkoba, toleransi umat beragama, dan penggunaan media sosial. Itu hal-hal yang menjadi persoalan generasi muda saat ini,” ungkap Jonathan.
Ia menyebut kegiatan ini akan berlanjut dalam beberapa gelombang dengan dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, yang siap memperluas jangkauan peserta di seluruh kabupaten dan kota.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menilai pembinaan semacam ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan generasi muda yang berkarakter dan berintegritas.
“Ini langkah luar biasa yang digagas Presiden dalam rangka pembentukan karakter bagi anak-anak SMA dan SMK di seluruh Indonesia,” kata Anwar.
Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah menanamkan nilai kedisiplinan dan tanggung jawab di kalangan pelajar.
Ia menegaskan, pemerintah provinsi akan mengambil peran lebih besar dalam pelaksanaan angkatan berikutnya.
“Untuk angkatan pertama ini semua kebutuhan masih ditanggung pihak Kodam. Namun, untuk selanjutnya pemerintah provinsi akan mengambil peran penuh dan menginisiasi kegiatan serupa secara berkelanjutan,” tegas Gubernur.
Program Persami KKRI di Palu dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, dengan fokus pada pembinaan mental, wawasan kebangsaan, dan penguatan karakter pelajar.
Melalui program ini, TNI dan pemerintah daerah berharap dapat melahirkan generasi muda yang tangguh dan tidak mudah terpengaruh oleh tantangan sosial di era digital. (Rul/Nl)










