- Aktivitas Gempa di Sulteng Terus Menurun, Kini Kurang dari 200 Kali dalam Sepekan
- Siap-Siap! 33 Juta Keluarga Bakal Dapat Beras Gratis 30 Kg Mulai Agustus
- Makin Irit! Pertamina Turunkan Harga Tabung Bright Gas 12 Kg dan 5,5 Kg
- Program Berani Panen Raya Dikebut, Produktivitas Padi Sulteng Ditargetkan 6 Ton per Hektare
- Pemerintah Tetapkan Harga Khusus Solar bagi Nelayan, Kini Rp15 Ribu per Liter
- DPR RI Tinjau Sekolah Rakyat di Palu, 183 Anak Kurang Mampu Kini Dapat Akses Pendidikan
- Melaut Saat Cuaca Buruk, Nelayan di Banggai Laut Hilang Kontak
- Kurs Rupiah Melemah, Biaya Haji 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp107,3 Juta
- Mendagri Tegaskan Pemda Tak Boleh Rumahkan PPPK karena Alasan Anggaran
- Aktivitas Gempa di Sulteng Menurun, BMKG Catat 282 Kejadian dalam Sepekan
Karnaval Budaya Meriahkan Hari Sumpah Pemuda di SD Gamaliel Palu

Keterangan Gambar : Para siswa SD Gamaliel Palu memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97, Rabu (29/10) pagi. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Suasana meriah mewarnai peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 di SD Gamaliel Palu, Rabu (29/10) pagi.
Ratusan siswa sekolah tersebut turun ke jalan menggelar karnaval budaya dengan mengenakan pakaian adat dan profesi.
Baca Lainnya :
- Tradisi Unik Sumpah Pemuda di SD Inpres Salena Padanjese, Guru dan Siswa Kenakan Pakaian Adat
- Penenun Motif Kelor di Palu Masih Eksis, Simbol Kearifan Lokal dan Penggerak Ekonomi UMKM
- Pemasyarakatan Sulteng Salurkan Ribuan Paket Bansos untuk Warga Terdampak Ekonomi
- BPBD Kota Palu Uji Coba Sirine Peringatan Dini Tsunami di Tiga Kelurahan Pesisir
- Ratusan Petinju dari 17 Provinsi Unjuk Ketangkasan di Kejurnas Tinju Amatir 2025
Kegiatan itu menjadi cara sekolah untuk menumbuhkan semangat nasionalisme dan mempererat persatuan di tengah keberagaman.
Karnaval mengambil rute mulai dari halaman sekolah, melewati Jalan Woodward, Jalan Wolter Monginsidi, hingga Jalan Bali, sebelum kembali ke sekolah.
Direktur Sekolah Kristen Gamaliel Palu, Deby Sunaris, mengatakan, kegiatan karnaval budaya digelar untuk menanamkan nilai-nilai persatuan sejak dini.
“Karnaval budaya dalam rangka Hari Sumpah Pemuda dari SD Gamaliel Palu ini kami adakan dengan tujuan untuk menumbuhkan semangat persatuan di antara siswa-siswi kami. Karena di sekolah kami, para siswa berasal dari berbagai latar belakang suku dan budaya,” ujar Deby diwawancarai media ini dilokasi.
Ia menjelaskan, melalui semangat Sumpah Pemuda, sekolah ingin membantu siswa untuk hidup dalam harmoni, serta menjalin persatuan dan kesatuan di antara mereka.
Tahun ini, kegiatan digelar dengan tema “Anak Hebat dan Anak yang Bersatu.”
Deby menambahkan, kegiatan tersebut juga diikuti oleh seluruh siswa dari kelas satu hingga enam.
Total peserta mencapai sekitar 700 orang termasuk guru dan orang tua.
Menurutnya, karnaval budaya ini menjadi agenda spesial karena dikemas lebih meriah dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Biasanya, peringatan Sumpah Pemuda diisi dengan pentas seni atau lomba sederhana di lingkungan sekolah.
Selain karnaval, sekolah juga menggelar berbagai kegiatan pendukung seperti penampilan komunitas seni, lomba kebersihan kelas, dan lomba kreasi tanaman di depan kelas masing-masing.
“Sekolah kami merupakan sekolah hijau, jadi kami juga menyelenggarakan lomba kreasi tanaman di depan kelas masing-masing,” kata Deby.
Ia menambahkan, semangat Sumpah Pemuda juga diterapkan dalam proses pembelajaran sehari-hari di sekolah, termasuk kegiatan menanam pohon bersama dan kunjungan ke tempat bersejarah.
Sekolah Gamaliel juga dikenal sebagai sekolah inklusif yang menerima anak-anak berkebutuhan khusus dalam batas tertentu.
Melalui sistem ini, siswa diajarkan untuk saling menghargai dan menerima perbedaan.
Kegiatan karnaval turut disambut antusias oleh para orang tua.
Wiesye, salah satu orang tua siswa kelas 4, mengatakan kegiatan ini dapat menumbuhkan semangat cinta tanah air bagi anak-anak.
“Dengan acara ini mereka tahu adat-istiadat dan profesi-profesi supaya mereka lebih semangat lagi,” ucapnya.
Melalui kegiatan seperti ini, semangat kebersamaan dan nilai-nilai persatuan diharapkan dapat terus tumbuh di kalangan generasi muda, bahkan sejak di bangku sekolah dasar. (Rul/Nl)










