- Harga BBM Pertamina per 1 Juni Berubah, Pertamax Turbo Naik
- Sulteng Masuk Daerah Terbaik Pengendalian Inflasi di Sulawesi, Dapat Insentif Rp2 Miliar
- Palu dan Morowali Masuk Daerah Tujuan Migrasi Tertinggi di Sulteng
- Wakil Ketua MPR RI Akbar Supratman Sumbang Sapi Kurban di Masjid Raya Baitul Khairaat
- Kemendikdasmen Perbarui Kebijakan, Masuk SD Tak Lagi Harus Menunggu 7 Tahun
- Kendaraan di Palu Kini Wajib Menggunakan Plat Nomor Daerah
- Mandi Laut Usai Subuh, Warga Palu Barat Tewas Tenggelam di Kampung Nelayan
- Demi Efisiensi, Anggaran MBG 2026 Dipangkas Rp67 Triliun
- Siap-Siap Cair, Gaji Ke-13 ASN hingga Polri Mulai Dibayarkan Juni 2026
- Pusat Medis Modern di Cina Jadi Inspirasi Pengembangan Kesehatan di Sulteng
Karnaval Budaya Meriahkan Hari Sumpah Pemuda di SD Gamaliel Palu

Keterangan Gambar : Para siswa SD Gamaliel Palu memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97, Rabu (29/10) pagi. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Suasana meriah mewarnai peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 di SD Gamaliel Palu, Rabu (29/10) pagi.
Ratusan siswa sekolah tersebut turun ke jalan menggelar karnaval budaya dengan mengenakan pakaian adat dan profesi.
Baca Lainnya :
- Tradisi Unik Sumpah Pemuda di SD Inpres Salena Padanjese, Guru dan Siswa Kenakan Pakaian Adat
- Penenun Motif Kelor di Palu Masih Eksis, Simbol Kearifan Lokal dan Penggerak Ekonomi UMKM
- Pemasyarakatan Sulteng Salurkan Ribuan Paket Bansos untuk Warga Terdampak Ekonomi
- BPBD Kota Palu Uji Coba Sirine Peringatan Dini Tsunami di Tiga Kelurahan Pesisir
- Ratusan Petinju dari 17 Provinsi Unjuk Ketangkasan di Kejurnas Tinju Amatir 2025
Kegiatan itu menjadi cara sekolah untuk menumbuhkan semangat nasionalisme dan mempererat persatuan di tengah keberagaman.
Karnaval mengambil rute mulai dari halaman sekolah, melewati Jalan Woodward, Jalan Wolter Monginsidi, hingga Jalan Bali, sebelum kembali ke sekolah.
Direktur Sekolah Kristen Gamaliel Palu, Deby Sunaris, mengatakan, kegiatan karnaval budaya digelar untuk menanamkan nilai-nilai persatuan sejak dini.
“Karnaval budaya dalam rangka Hari Sumpah Pemuda dari SD Gamaliel Palu ini kami adakan dengan tujuan untuk menumbuhkan semangat persatuan di antara siswa-siswi kami. Karena di sekolah kami, para siswa berasal dari berbagai latar belakang suku dan budaya,” ujar Deby diwawancarai media ini dilokasi.
Ia menjelaskan, melalui semangat Sumpah Pemuda, sekolah ingin membantu siswa untuk hidup dalam harmoni, serta menjalin persatuan dan kesatuan di antara mereka.
Tahun ini, kegiatan digelar dengan tema “Anak Hebat dan Anak yang Bersatu.”
Deby menambahkan, kegiatan tersebut juga diikuti oleh seluruh siswa dari kelas satu hingga enam.
Total peserta mencapai sekitar 700 orang termasuk guru dan orang tua.
Menurutnya, karnaval budaya ini menjadi agenda spesial karena dikemas lebih meriah dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Biasanya, peringatan Sumpah Pemuda diisi dengan pentas seni atau lomba sederhana di lingkungan sekolah.
Selain karnaval, sekolah juga menggelar berbagai kegiatan pendukung seperti penampilan komunitas seni, lomba kebersihan kelas, dan lomba kreasi tanaman di depan kelas masing-masing.
“Sekolah kami merupakan sekolah hijau, jadi kami juga menyelenggarakan lomba kreasi tanaman di depan kelas masing-masing,” kata Deby.
Ia menambahkan, semangat Sumpah Pemuda juga diterapkan dalam proses pembelajaran sehari-hari di sekolah, termasuk kegiatan menanam pohon bersama dan kunjungan ke tempat bersejarah.
Sekolah Gamaliel juga dikenal sebagai sekolah inklusif yang menerima anak-anak berkebutuhan khusus dalam batas tertentu.
Melalui sistem ini, siswa diajarkan untuk saling menghargai dan menerima perbedaan.
Kegiatan karnaval turut disambut antusias oleh para orang tua.
Wiesye, salah satu orang tua siswa kelas 4, mengatakan kegiatan ini dapat menumbuhkan semangat cinta tanah air bagi anak-anak.
“Dengan acara ini mereka tahu adat-istiadat dan profesi-profesi supaya mereka lebih semangat lagi,” ucapnya.
Melalui kegiatan seperti ini, semangat kebersamaan dan nilai-nilai persatuan diharapkan dapat terus tumbuh di kalangan generasi muda, bahkan sejak di bangku sekolah dasar. (Rul/Nl)










