- Polres Cirebon Kota Tindaklanjuti Laporan Masyarakat Terkait Dugaan Peredaran Obat Keras Terbatas
- Suhu Palu Tembus 34,7 Derajat, Wagub Ajak Masyarakat Lebih Peduli Perubahan Iklim
- Palu Catat Suhu Maksimum 35 Derajat, Jadi Wilayah Terpanas Kedua di RI
- 50 Huntara Mulai Dibangun untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Akbar Supratman Salurkan Ribuan Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Dalam Sepekan, Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Capai 1.318 Kali
- PTN dan PTS se-Sulteng Bangun Kolaborasi Mitigasi Bencana Berbasis Riset
- Resmi Terpilih, Dua Pelajar Asal Bangkep dan Palu Wakili Sulteng Jadi Calon Paskibraka Nasional 2026
- Enam Hari Pascagempa M 6,7, Gempa Susulan di Sulteng Tembus 1.256 Kali
- Sensus Ekonomi 2026 Digelar, Masyarakat Sulteng Diajak Beri Data Akurat
Pemasyarakatan Sulteng Salurkan Ribuan Paket Bansos untuk Warga Terdampak Ekonomi

Keterangan Gambar : Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah menyalurkan paket bantuan sosial kepada empat kelompok penerima, yakni warga binaan, klien pemasyarakatan, keluarga warga binaan, serta masyarakat. (Foto : Ditjenpas Sulteng)
Likeindonesia.com, Palu — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Sulawesi Tengah mencatat penyaluran 2.436 paket bantuan sosial sepanjang Januari hingga September 2025.
Bantuan tersebut disalurkan kepada empat kelompok penerima, yakni warga binaan, klien pemasyarakatan, keluarga warga binaan, serta masyarakat sekitar Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di seluruh wilayah Sulteng.
Baca Lainnya :
- BPBD Kota Palu Uji Coba Sirine Peringatan Dini Tsunami di Tiga Kelurahan Pesisir
- Ratusan Petinju dari 17 Provinsi Unjuk Ketangkasan di Kejurnas Tinju Amatir 2025
- Atlet Wushu Sarhan Tambah Koleksi Medali untuk Sulteng di PON Bela Diri 2025
- Tingkatkan Kualitas Program MBG, BGN Gelar Pelatihan Penjamah Makanan
- Aktivis Soroti Proyek Pipa Senoro Selatan, Minta Evaluasi dan Penghentian Kegiatan
Kepala Kanwil Ditjenpas Sulteng, Bagus Kurniawan, menyebut penyaluran bantuan sosial merupakan bentuk tanggung jawab sosial lembaga pemasyarakatan terhadap masyarakat.
“Pemasyarakatan tidak hanya fokus pada pembinaan dan pengamanan, tetapi juga memiliki peran sosial dalam membantu sesama, terutama di wilayah sekitar lembaga kami,” ujar Bagus dalam rilis pers diterima media ini, Senin (27/10) pagi.
Kegiatan sosial tersebut dilakukan secara rutin melalui bakti sosial, pemberian paket kebutuhan pokok, dan bantuan bagi keluarga warga binaan yang terdampak secara ekonomi.
Menurut Bagus, langkah itu juga sejalan dengan arah kebijakan pemerintah, yakni mewujudkan sistem pemasyarakatan yang inklusif, humanis, dan berdampak bagi masyarakat luas.
Ia menegaskan, jajaran Pemasyarakatan Sulteng akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan lembaga mitra agar program sosial serupa bisa menjangkau lebih banyak penerima manfaat di masa mendatang.
“Kehadiran Pemasyarakatan harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kami ingin lembaga ini menjadi bagian dari solusi, bukan hanya dalam pembinaan, tetapi juga dalam kepedulian sosial,” tutupnya. (Rul/Nl)










