- Harga BBM Pertamina per 1 Juni Berubah, Pertamax Turbo Naik
- Sulteng Masuk Daerah Terbaik Pengendalian Inflasi di Sulawesi, Dapat Insentif Rp2 Miliar
- Palu dan Morowali Masuk Daerah Tujuan Migrasi Tertinggi di Sulteng
- Wakil Ketua MPR RI Akbar Supratman Sumbang Sapi Kurban di Masjid Raya Baitul Khairaat
- Kemendikdasmen Perbarui Kebijakan, Masuk SD Tak Lagi Harus Menunggu 7 Tahun
- Kendaraan di Palu Kini Wajib Menggunakan Plat Nomor Daerah
- Mandi Laut Usai Subuh, Warga Palu Barat Tewas Tenggelam di Kampung Nelayan
- Demi Efisiensi, Anggaran MBG 2026 Dipangkas Rp67 Triliun
- Siap-Siap Cair, Gaji Ke-13 ASN hingga Polri Mulai Dibayarkan Juni 2026
- Pusat Medis Modern di Cina Jadi Inspirasi Pengembangan Kesehatan di Sulteng
Atlet Wushu Sarhan Tambah Koleksi Medali untuk Sulteng di PON Bela Diri 2025

Keterangan Gambar : Atlet wushu asal Sulawesi Tengah, Sarhan, berhasil mempersembahkan medali perunggu pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2025 yang digelar di GOR Kaliputu Djarum, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (25/10/2025). (Foto: Media Koni Sulteng)
Likeindonesia.com, KUDUS — Atlet wushu asal Sulawesi Tengah, Sarhan, berhasil mempersembahkan medali perunggu pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2025 yang digelar di GOR Kaliputu Djarum, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (25/10/2025). Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kontingen KONI Sulawesi Tengah.
Sarhan, yang akrab disapa Batmab, tampil gemilang di babak semifinal meski harus menghadapi lawan-lawan tangguh dari berbagai provinsi. Perolehan medali ini menambah catatan prestasi Sulteng, setelah dua atlet karate putri, yakni Reyva Imelda Sambenthiro dan Tri Fachryanti Ramadhana, lebih dulu menyumbang perunggu di kategori kumite.
Baca Lainnya :
- Aktivis Soroti Proyek Pipa Senoro Selatan, Minta Evaluasi dan Penghentian Kegiatan
- Sulteng Tambah Koleksi Medali, Karateka Tri Fachryanti Raih Perunggu di PON Bela Diri 2025
- Cegah Peredaran Narkoba di Lapas dan Rutan, Ditjenpas Sulteng Intens Tes Urine dan Razia
- Balai Bahasa Sulteng Hidupkan Bahasa Daerah Lewat Cerita Anak Dwibahasa
- Reyva Imelda Sumbang Medali Perunggu untuk Sulteng di PON Bela Diri 2025
Pelatih wushu Sulawesi Tengah, Moh. Adnan, menyampaikan rasa bangganya atas perjuangan anak asuhnya. Menurutnya, capaian Sarhan merupakan buah dari latihan intensif dan mental juang tinggi.
“Sarhan tampil luar biasa. Lawannya berat, tapi dia tetap fokus dan sabar. Perunggu ini hasil dari kerja keras panjang yang dilakukan sejak latihan di Palu,” ujar Adnan.
Adnan menambahkan, hasil ini menjadi bukti bahwa pembinaan wushu di Sulawesi Tengah terus berkembang ke arah positif.
“Kita masih baru di cabang ini, tapi sudah mampu bersaing di level nasional. Ini motivasi besar untuk ke depan,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Sulawesi Tengah, Muhammad Fathur Razaq, mengapresiasi capaian tiga medali perunggu dari cabang olahraga bela diri. Ia menilai prestasi ini menandakan bahwa kekuatan Sulteng mulai diperhitungkan secara nasional.
“Kita patut bangga. Atlet-atlet kita menunjukkan semangat juang luar biasa, baik di karate maupun wushu. Ini hasil nyata dari kerja keras semua pihak,” kata Fathur Razaq.
Ia memastikan KONI Sulteng akan terus mendukung pembinaan cabang olahraga bela diri agar prestasi para atlet terus meningkat.
“Kami akan kawal pembinaan agar prestasi tidak berhenti di sini. Anak-anak muda Sulteng punya potensi besar, dan tugas kita memastikan mereka terus berkembang,” tegasnya.
Dengan tambahan medali dari cabang wushu, kontingen Sulawesi Tengah semakin menunjukkan progres positif di PON Bela Diri 2025. Konsistensi dan semangat juang para atlet menjadi modal penting untuk terus mengharumkan nama daerah di kancah olahraga nasional. (BIM/Nl)










