- Harga BBM Pertamina per 1 Juni Berubah, Pertamax Turbo Naik
- Sulteng Masuk Daerah Terbaik Pengendalian Inflasi di Sulawesi, Dapat Insentif Rp2 Miliar
- Palu dan Morowali Masuk Daerah Tujuan Migrasi Tertinggi di Sulteng
- Wakil Ketua MPR RI Akbar Supratman Sumbang Sapi Kurban di Masjid Raya Baitul Khairaat
- Kemendikdasmen Perbarui Kebijakan, Masuk SD Tak Lagi Harus Menunggu 7 Tahun
- Kendaraan di Palu Kini Wajib Menggunakan Plat Nomor Daerah
- Mandi Laut Usai Subuh, Warga Palu Barat Tewas Tenggelam di Kampung Nelayan
- Demi Efisiensi, Anggaran MBG 2026 Dipangkas Rp67 Triliun
- Siap-Siap Cair, Gaji Ke-13 ASN hingga Polri Mulai Dibayarkan Juni 2026
- Pusat Medis Modern di Cina Jadi Inspirasi Pengembangan Kesehatan di Sulteng
Tradisi Unik Sumpah Pemuda di SD Inpres Salena Padanjese, Guru dan Siswa Kenakan Pakaian Adat

Keterangan Gambar : Momen para siswa SD Inpres Salena Padanjese mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda, Selasa (28/10/2025). (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu — Memperingati Hari Sumpah Pemuda, SD Inpres Salena Padanjese di Kota Palu punya cara unik menumbuhkan semangat kebangsaan para siswanya.
Setiap tanggal 28 Oktober, seluruh siswa dan guru di sekolah ini mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia.
Baca Lainnya :
- Penenun Motif Kelor di Palu Masih Eksis, Simbol Kearifan Lokal dan Penggerak Ekonomi UMKM
- Pemasyarakatan Sulteng Salurkan Ribuan Paket Bansos untuk Warga Terdampak Ekonomi
- BPBD Kota Palu Uji Coba Sirine Peringatan Dini Tsunami di Tiga Kelurahan Pesisir
- Ratusan Petinju dari 17 Provinsi Unjuk Ketangkasan di Kejurnas Tinju Amatir 2025
- Tingkatkan Kualitas Program MBG, BGN Gelar Pelatihan Penjamah Makanan
Tradisi ini telah menjadi agenda tahunan sejak tahun 2017, sebagai bentuk pembelajaran nilai-nilai kebinekaan sejak usia dini.
Kegiatan dimulai dengan upacara peringatan Sumpah Pemuda di halaman sekolah, yang diisi dengan pembacaan teks Sumpah Pemuda dan amanat tentang pentingnya menjaga persatuan.
Kepala SD Inpres Salena Padanjese, Munira, mengatakan tradisi mengenakan pakaian adat ini digelar agar para siswa belajar menghargai perbedaan.
“Setiap tahun kami laksanakan kegiatan ini supaya anak-anak tidak membeda-bedakan suku. Mereka belajar bahwa kita satu bahasa, satu bangsa, satu tanah air,” ujar Munira diwawancara media, Selasa (28/10) pagi.
Ia menuturkan, sejak pertama kali diterapkan, kegiatan ini disambut antusias oleh seluruh siswa dan guru.
Menurutnya, melalui kegiatan sederhana ini, nilai-nilai nasionalisme dan cinta tanah air dapat tumbuh secara alami dalam diri anak-anak.
“Kami ingin menanamkan rasa nasionalis dan cinta tanah air untuk anak-anak kami,” kata Munira.
Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan pementasan tarian nusantara dari siswa-siswi berprestasi.
Berbalut kostum adat, mereka menampilkan tarian dari berbagai daerah di Indonesia, disambut tepuk tangan riuh teman-temannya.
Wakil Kepala SD Inpres Salena Padanjese, Iswa H. Kalaati, menuturkan bahwa kegiatan tahunan ini selalu dinantikan siswa karena mampu menumbuhkan semangat nasionalisme.
“Anak-anak jadi lebih semangat. Mereka belajar menghargai dan mencintai budaya dari berbagai daerah di Indonesia,” ujarnya.
Iswa menambahkan, dukungan dari para guru juga menjadi kunci sukses pelaksanaan kegiatan ini setiap tahun.
Melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda, sekolah berupaya memperkuat karakter anak-anak agar memahami makna keberagaman dan persatuan bangsa.
“Kami selalu mengarahkan kepada anak-anak kami bahwa Hari Sumpah Pemuda ini bagaimana supaya kita bisa menghargai dan menghormati dari berbagai daerah, sehingga mereka sudah tertanam budaya mencintai budaya nusantara,” tuturnya.
Tradisi peringatan Sumpah Pemuda di SD Inpres Salena Padanjese menjadi contoh sederhana, bagaimana nilai nasionalisme dapat ditanamkan sejak dini, bukan hanya lewat pelajaran di kelas, tapi juga melalui aksi nyata mencintai keberagaman Indonesia. (Rul/Nl)










