- Di Tengah Tekanan Inflasi, 5.000 Paket Sembako Disalurkan untuk Keluarga Desil 1-4 di Morowali Utara
- Muhammadiyah Terbitkan Maklumat Hadapi Kemarau dan Karhutla, Serukan Salat Istisqa hingga Muhasabah
- 8 Tahun Dikira Meninggal akibat Tsunami Palu, Jumaidin Tiba-tiba Pulang ke Kampung di Tojo Una-Una
- Tips Memilih Restoran untuk Makan Bersama Saat di Pusat Perbelanjaan
- Dua Hari Tak Berangkat Kerja, Perempuan 29 Tahun Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Tondo
- Jemaah Haji Sulteng Diusulkan Tak Lagi Menginap di Balikpapan pada 2027
- Hampir 4 Ribu Orang di Sulteng Tercatat Positif HIV, Hanya 57 Persen Jalani Pengobatan
- Jaga Kelestarian Ikan Endemik, DKP Sulteng Minta Penebaran Nila di Danau Poso Dievaluasi
- Awal Musim Hujan di Indonesia Tak Serentak, Sulteng Masuk Daerah yang Mulai Hujan Oktober
- Sulteng Jadi Tuan Rumah Tanwir Muhammadiyah, Presiden Prabowo Diagendakan Hadir
58 Anak Ikuti Audisi Tilawah di Palu, Disiapkan Pembinaan Menuju MTQ

Keterangan Gambar : Audisi tilawah Al-Qur’an digelar di Masjid Uswatun Hasanah, Kompleks Kantor Wali Kota Palu, Senin (2/3/2026) pagi. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu - Sebanyak 58 anak usia 7 hingga 15 tahun mengikuti audisi tilawah Al-Qur’an yang digelar di Masjid Uswatun Hasanah, Kompleks Kantor Wali Kota Palu, Senin (2/3/2026) pagi.
Audisi ini menjadi tahap awal seleksi untuk menjaring calon qori dan qoriah yang akan dibina menghadapi ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) di berbagai tingkatan.
Baca Lainnya :
- Baznas Palu Tetapkan Zakat Fitrah Rp37.500 per Jiwa atau 2,5 Kg Beras
- Wagub Reny Minta TPID se-Sulteng Gerak Cepat Kendalikan Inflasi Jelang Idul Fitri
- Pedagang Busana Muslim Musiman Mulai Ramaikan Jalur Wisata Religi Sis Aljufri
- Pedagang Busana Muslim Musiman Mulai Ramaikan Jalur Wisata Religi Sis Aljufri
- Wagub Sulteng Awali Safari Ramadan 2026 di Palu, Perkuat Iman Lewat Program Berani Berkah
Plt Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Setda Kota Palu, Muhammad Basron, mengatakan kegiatan tersebut merupakan upaya menyiapkan generasi tilawah dari usia dini.
“Jadi, audisi tilawah ini dirancang oleh Bapak Wali Kota supaya anak-anak kita di Kota Palu ini insya Allah bisa seperti para guru-gurunya. Karena ada qori internasional yang selama ini berasal dari Kota Palu, namun di bagian tilawahnya itu agak kurang,” ujar Basron.
Menurut Basron, audisi terbuka untuk masyarakat Kota Palu dengan batasan usia 7 sampai 15 tahun dan diikuti sekitar 58 peserta.
Ia menegaskan, kegiatan ini tidak berhenti pada tahap seleksi semata.
Pembinaan akan dilakukan secara berkala setiap bulan bagi peserta terpilih, dengan target mampu bersaing di level provinsi hingga internasional.
“Iya betul, dan nanti akan disiapkan fasilitas khusus. Tadi juga sudah disampaikan Pak Wali, akan ada perhatian khusus untuk bagian tilawah. Pemerintah Kota Palu akan berusaha memberikan yang terbaik kepada mereka,” katanya.
Basron memastikan akan ada pembinaan lanjutan bagi peserta yang lolos seleksi.
Terkait dukungan selama proses audisi, Basron menyebut telah ada komunikasi dengan Baznas untuk membantu kebutuhan transportasi peserta.
“Untuk kompetisi audisi ini, Alhamdulillah mungkin nanti dari Baznas, tadi sudah berkomunikasi untuk menyiapkan transportasinya. Jadi ini cuma audisi, siapa yang terbaik itulah yang akan dilatih nanti dan dibina,” jelasnya.
Audisi ini dibuka secara simbolis oleh Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid.
Dalam sambutannya, ia meminta peserta tetap semangat mengikuti proses seleksi.
“Harapannya tentu semua bisa masuk ke tahap selanjutnya. Namun yang terpenting, ikuti audisi ini dengan baik. Kalau lolos Alhamdulillah, kalau belum lolos jangan patah semangat. Teruslah mempersiapkan diri,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa peserta yang belum lolos tetap memiliki potensi.
“Bukan berarti yang tidak lolos itu tidak baik, tentu semuanya memiliki potensi. Terima kasih kepada para orang tua yang telah memberikan dukungan yang baik kepada anak-anak kita,” tambahnya.
Audisi ini menjadi tahap awal penjaringan peserta yang akan mengikuti pembinaan lebih intensif sebagai persiapan menuju kompetisi tilawah di tingkat yang lebih tinggi. (Rul/Nl)










