- Polres Cirebon Kota Tindaklanjuti Laporan Masyarakat Terkait Dugaan Peredaran Obat Keras Terbatas
- Suhu Palu Tembus 34,7 Derajat, Wagub Ajak Masyarakat Lebih Peduli Perubahan Iklim
- Palu Catat Suhu Maksimum 35 Derajat, Jadi Wilayah Terpanas Kedua di RI
- 50 Huntara Mulai Dibangun untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Akbar Supratman Salurkan Ribuan Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Dalam Sepekan, Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Capai 1.318 Kali
- PTN dan PTS se-Sulteng Bangun Kolaborasi Mitigasi Bencana Berbasis Riset
- Resmi Terpilih, Dua Pelajar Asal Bangkep dan Palu Wakili Sulteng Jadi Calon Paskibraka Nasional 2026
- Enam Hari Pascagempa M 6,7, Gempa Susulan di Sulteng Tembus 1.256 Kali
- Sensus Ekonomi 2026 Digelar, Masyarakat Sulteng Diajak Beri Data Akurat
Banjir Tolitoli Kini Surut, Warga Mulai Bersihkan Rumah

Keterangan Gambar : Rumah salah satu warga Tolitoli yang terdampak banjir. (Foto: Pusdalops BPBD Sulteng)
Likeindonesia.com, Tolitoli — Setelah diguyur hujan deras disertai pasang air laut pada Minggu (26/10), banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli, kini mulai surut.
Berdasarkan data terbaru BPBD Sulawesi Tengah per 30 Oktober malam, sebanyak 1.366 kepala keluarga terdampak banjir yang merendam lima kelurahan di wilayah itu.
Baca Lainnya :
- Dua Kali Gempa Guncang Tolitoli Hari Ini
- Jembatan Penghubung ke Desa Wisata Malangga Ambruk, BPBD Sulteng Kerahkan Alat Berat
- Warga Tolitoli Mulai Bersihkan Rumah Pascabanjir, BPBD Catat Ratusan KK Terdampak
- admin
- Bangkep, Sigi, Tolitoli, dan Poso Diguncang Gempa Hari Ini
Kelima kelurahan tersebut yakni Tuweley, Baru, Nalu, Tambun, dan Panasakan.
Dari total itu, ribuan rumah sempat terendam air, puluhan fasilitas pendidikan dan ibadah ikut terkena dampak, serta jaringan listrik dan pipa air bersih mengalami gangguan.
Kelurahan Tuweley menjadi wilayah paling parah terdampak dengan 349 rumah tergenang, disusul Kelurahan Baru dengan 307 rumah, Nalu 215 rumah, Tambun 249 rumah, dan Panasakan 246 rumah.
Banjir yang terjadi akibat luapan Sungai Lembe dan sistem drainase yang tidak mampu menampung air hujan ini juga merusak bronjong sungai di beberapa titik. Meski begitu, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Seluruh warga yang sebelumnya mengungsi kini telah kembali ke rumah masing-masing.
Pemerintah daerah bersama tim gabungan telah melakukan pembersihan lingkungan, penyaluran air bersih, serta normalisasi sungai di kawasan Dadakitan dan Lembah.
BPBD Provinsi Sulawesi Tengah juga mengerahkan alat berat dan mobil tangki air untuk mempercepat proses pemulihan.
Saat ini, situasi di lapangan sudah terkendali, air telah surut, dan aktivitas warga berangsur normal.
Langkah selanjutnya yang direkomendasikan pemerintah daerah meliputi normalisasi sungai, penguatan tebing, dan pemasangan bronjong untuk mencegah banjir susulan di wilayah tersebut. (Rul/Nl)










