- Sulteng Ditargetkan Bebas TB dalam Tiga Tahun ke Depan
- Ucu Susanto Jaring Aspirasi Warga Palu Timur-Mantikulore Lewat Reses Caturwulan II
- Kekeringan Melanda 9 Desa di Parimo, 1.400 Hektare Sawah Terdampak
- Karhutla di Tojo Una-Una Hanguskan 54 Hektare Lahan
- Sulteng Masuk 10 Besar Provinsi dengan Kehilangan Hutan Terbanyak akibat Karhutla
- BMKG Keluarkan Peringatan Dini Kekeringan, 7 Kabupaten Sulteng Masuk Kategori Waspada
- Antrean Pertalite Mengular di Palu, Pertamina Pastikan Stok Normal
- Pemerintah Bakal Buka Seleksi CPNS Awal 2027, Kebutuhan Guru Capai 526 Ribu
- Walatana Didorong Jadi Role Model Pertanian Modern di Sulawesi Tengah
- Punya 8 Bandara, Sulteng Masuk Jajaran Provinsi dengan Bandara Terbanyak di Indonesia
Banjir Tolitoli Kini Surut, Warga Mulai Bersihkan Rumah

Keterangan Gambar : Rumah salah satu warga Tolitoli yang terdampak banjir. (Foto: Pusdalops BPBD Sulteng)
Likeindonesia.com, Tolitoli — Setelah diguyur hujan deras disertai pasang air laut pada Minggu (26/10), banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli, kini mulai surut.
Berdasarkan data terbaru BPBD Sulawesi Tengah per 30 Oktober malam, sebanyak 1.366 kepala keluarga terdampak banjir yang merendam lima kelurahan di wilayah itu.
Baca Lainnya :
- Dua Kali Gempa Guncang Tolitoli Hari Ini
- Jembatan Penghubung ke Desa Wisata Malangga Ambruk, BPBD Sulteng Kerahkan Alat Berat
- Warga Tolitoli Mulai Bersihkan Rumah Pascabanjir, BPBD Catat Ratusan KK Terdampak
- admin
- Bangkep, Sigi, Tolitoli, dan Poso Diguncang Gempa Hari Ini
Kelima kelurahan tersebut yakni Tuweley, Baru, Nalu, Tambun, dan Panasakan.
Dari total itu, ribuan rumah sempat terendam air, puluhan fasilitas pendidikan dan ibadah ikut terkena dampak, serta jaringan listrik dan pipa air bersih mengalami gangguan.
Kelurahan Tuweley menjadi wilayah paling parah terdampak dengan 349 rumah tergenang, disusul Kelurahan Baru dengan 307 rumah, Nalu 215 rumah, Tambun 249 rumah, dan Panasakan 246 rumah.
Banjir yang terjadi akibat luapan Sungai Lembe dan sistem drainase yang tidak mampu menampung air hujan ini juga merusak bronjong sungai di beberapa titik. Meski begitu, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Seluruh warga yang sebelumnya mengungsi kini telah kembali ke rumah masing-masing.
Pemerintah daerah bersama tim gabungan telah melakukan pembersihan lingkungan, penyaluran air bersih, serta normalisasi sungai di kawasan Dadakitan dan Lembah.
BPBD Provinsi Sulawesi Tengah juga mengerahkan alat berat dan mobil tangki air untuk mempercepat proses pemulihan.
Saat ini, situasi di lapangan sudah terkendali, air telah surut, dan aktivitas warga berangsur normal.
Langkah selanjutnya yang direkomendasikan pemerintah daerah meliputi normalisasi sungai, penguatan tebing, dan pemasangan bronjong untuk mencegah banjir susulan di wilayah tersebut. (Rul/Nl)

.jpg)








