- Pengangguran di Palu Capai 11.577 Orang, Mayoritas Laki-laki
- Viral Juri Cerdas Cermat Salahkan Jawaban Benar, Wakil Ketua MPR Minta Maaf
- 62 Pasangan di Palu Kini Punya Legalitas Resmi Usai Ikut Isbat Nikah Massal
- Kabur Lintas Kota, Pendiri Ponpes Tersangka Pemerkosaan Akhirnya Ditangkap
- Ribuan Calon Jemaah Haji Sulteng Mulai Diberangkatkan ke Tanah Suci
- Didominasi Anak Muda, Penduduk Sulteng Mayoritas Berasal dari Gen Z
- Wajib Belajar 12 Tahun, Anak Putus Sekolah Kini Ditangani lewat Perpres Baru
- Pertamina Resmi Naikkan Harga BBM Non Subsidi, Dexlite Tembus Rp26 Ribu Per Liter
- Gubernur Sulteng Ingatkan Perusahaan untuk Tidak Abaikan Keselamatan Pekerja
- Hardiknas 2026, Pemerintah Dorong Penerapan Deep Learning di Satuan Pendidikan
Dua Kali Gempa Guncang Tolitoli Hari Ini

Keterangan Gambar : BMKG mencatat dua kali gempa bumi di wilayah Kabupaten Tolitoli, Kamis (30/10/2025). (Foto: BMKG/X)
Likeindonesia.com, TOLITOLI – Wilayah Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, diguncang dua kali gempa bumi pada Kamis (30/10/2025).
Gempa pertama terjadi pagi hari pukul 09.39 WITA dengan kekuatan magnitudo 3,4. Pusat gempa berada di 57 kilometer barat laut Tolitoli, pada kedalaman 19 kilometer.
Baca Lainnya :
- Jembatan Penghubung ke Desa Wisata Malangga Ambruk, BPBD Sulteng Kerahkan Alat Berat
- Warga Tolitoli Mulai Bersihkan Rumah Pascabanjir, BPBD Catat Ratusan KK Terdampak
- Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Wilayah Buol, Terasa Hingga Tolitoli dan Pohuwato
- Hujan Lebat Picu Banjir, Jalur Air di Parigi Barat Perlu Dinormalisasi
- Air Meluap ke Permukiman, Banjir Genangi Dua Desa di Parigi Moutong
Beberapa jam setelahnya, sekitar pukul 12.15 WITA, gempa kedua kembali terasa dengan kekuatan magnitudo 2,6. Pusatnya berada di 8 kilometer barat daya Tolitoli, dengan kedalaman 17 kilometer.
BMKG menyebut kedua gempa itu termasuk kategori ringan dan tidak berpotensi tsunami.
BMKG juga menyatakan, informasi tersebut mengutamakan kecepatan, sehingga bisa berubah seiring kecepatan data.
"Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," tulis laporan BMKG, melalui akun X, Kamis (30/10/2025). (Nul/Nl)





.jpg)




