- Curi AC di Balaroa dan Ujuna, Residivis Ditangkap Polsek Palu Barat
- FR Cup Volleyball Tournament 2026 Resmi Berakhir, Fathur Razaq: Bukan Ending, Tapi Beginning
- Menaker Larang Lowongan Kerja Cantumkan Syarat Good Looking dan Usia
- Soal Pajak Rumah Kontrakan, Purbaya Tegaskan Tak Ada Pajak Baru
- Pengguna Pertalite Akan Dibatasi Mulai Akhir Tahun, Pemerintah Tegaskan Motor Tak Terdampak
- Durian Vulcano Indonesia Didorong Jadi Brand Durian Sulteng untuk Pasar Dunia
- Durian Beku Sulteng Laris di China, Ekspor Capai 7.344 Ton
- Rp18,9 Triliun Cair ke 546 Pemda, Buat Bayar Gaji PPPK
- Terungkap Setelah Dua Tahun Hilang, Paramitha Dibunuh Sopir Travel saat Perjalanan ke Morowali
- Perkembangan Kasus Pembunuhan Keluarga di Duyu, 9 Saksi Diperiksa dan Pelaku Masih Diburu Polisi
Dua Kali Gempa Guncang Tolitoli Hari Ini

Keterangan Gambar : BMKG mencatat dua kali gempa bumi di wilayah Kabupaten Tolitoli, Kamis (30/10/2025). (Foto: BMKG/X)
Likeindonesia.com, TOLITOLI – Wilayah Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, diguncang dua kali gempa bumi pada Kamis (30/10/2025).
Gempa pertama terjadi pagi hari pukul 09.39 WITA dengan kekuatan magnitudo 3,4. Pusat gempa berada di 57 kilometer barat laut Tolitoli, pada kedalaman 19 kilometer.
Baca Lainnya :
- Jembatan Penghubung ke Desa Wisata Malangga Ambruk, BPBD Sulteng Kerahkan Alat Berat
- Warga Tolitoli Mulai Bersihkan Rumah Pascabanjir, BPBD Catat Ratusan KK Terdampak
- Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Wilayah Buol, Terasa Hingga Tolitoli dan Pohuwato
- Hujan Lebat Picu Banjir, Jalur Air di Parigi Barat Perlu Dinormalisasi
- Air Meluap ke Permukiman, Banjir Genangi Dua Desa di Parigi Moutong
Beberapa jam setelahnya, sekitar pukul 12.15 WITA, gempa kedua kembali terasa dengan kekuatan magnitudo 2,6. Pusatnya berada di 8 kilometer barat daya Tolitoli, dengan kedalaman 17 kilometer.
BMKG menyebut kedua gempa itu termasuk kategori ringan dan tidak berpotensi tsunami.
BMKG juga menyatakan, informasi tersebut mengutamakan kecepatan, sehingga bisa berubah seiring kecepatan data.
"Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," tulis laporan BMKG, melalui akun X, Kamis (30/10/2025). (Nul/Nl)



.jpg)






