- Kursi Menteri hingga Kapolri Berganti, Ini Daftar Reshuffle Terbaru yang Dilantik Prabowo
- Keren! Band Metal Asal Palu Ini Selipkan Bahasa Kaili hingga Gimba di Album Devastation Manifest
- Bangkep Diguncang Dua Kali Gempa Magnitudo 4,7, Tercatat di Sekitar Sesar Balantak
- Mulai 2027, Pajak Penghasilan Pekerja Bergaji di Bawah Rp10 Juta Ditanggung Pemerintah
- Mengurus Rumah Bukan Cuma Urusan Ibu, BPS Catat Ada 35 Ribu Bapak Rumah Tangga di Sulteng
- Tim SAR Selamatkan Remaja Perempuan dari Atas Tower PLN di Tipo
- UMKM Sulteng Mulai Didorong Go Global, Gerakan 1.000 Pelaku Usaha Ekspor Resmi Dideklarasikan
- Jokowi Dijadwalkan Sambangi Palu, Bakal Resmikan Kantor DPW PSI Sulteng
- Le Na Jodoh, ADISTA Tak Jadi Tampil di Konser HUT Kota Palu ke-48
- Pemerintah Siapkan Skema Kuliah Gratis di PTN, Pelaksanaan Akan Bertahap
Dua Kali Gempa Guncang Tolitoli Hari Ini

Keterangan Gambar : BMKG mencatat dua kali gempa bumi di wilayah Kabupaten Tolitoli, Kamis (30/10/2025). (Foto: BMKG/X)
Likeindonesia.com, TOLITOLI – Wilayah Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, diguncang dua kali gempa bumi pada Kamis (30/10/2025).
Gempa pertama terjadi pagi hari pukul 09.39 WITA dengan kekuatan magnitudo 3,4. Pusat gempa berada di 57 kilometer barat laut Tolitoli, pada kedalaman 19 kilometer.
Baca Lainnya :
- Jembatan Penghubung ke Desa Wisata Malangga Ambruk, BPBD Sulteng Kerahkan Alat Berat
- Warga Tolitoli Mulai Bersihkan Rumah Pascabanjir, BPBD Catat Ratusan KK Terdampak
- Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Wilayah Buol, Terasa Hingga Tolitoli dan Pohuwato
- Hujan Lebat Picu Banjir, Jalur Air di Parigi Barat Perlu Dinormalisasi
- Air Meluap ke Permukiman, Banjir Genangi Dua Desa di Parigi Moutong
Beberapa jam setelahnya, sekitar pukul 12.15 WITA, gempa kedua kembali terasa dengan kekuatan magnitudo 2,6. Pusatnya berada di 8 kilometer barat daya Tolitoli, dengan kedalaman 17 kilometer.
BMKG menyebut kedua gempa itu termasuk kategori ringan dan tidak berpotensi tsunami.
BMKG juga menyatakan, informasi tersebut mengutamakan kecepatan, sehingga bisa berubah seiring kecepatan data.
"Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," tulis laporan BMKG, melalui akun X, Kamis (30/10/2025). (Nul/Nl)










