- Jokowi Dijadwalkan Sambangi Palu, Bakal Resmikan Kantor DPW PSI Sulteng
- Le Na Jodoh, ADISTA Tak Jadi Tampil di Konser HUT Kota Palu ke-48
- Pemerintah Siapkan Skema Kuliah Gratis di PTN, Pelaksanaan Akan Bertahap
- Makin Sedikit Warga Sulteng yang Fokus Mengurus Rumah Tangga, Jumlahnya Turun 61 Ribu
- 2,46% Rumah Tangga di Palu Masih Andalkan Air Hujan untuk Minum
- 40% Gen Z Pilih Nikah di KUA, Uang Lebih Diprioritaskan untuk Kehidupan Setelah Menikah
- Catat Jamnya! 25 September Ada Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Enam Wilayah Sulteng, Termasuk Palu
- Influenza Tipe A Super Flu Merebak di RI, Anak-Anak Paling Banyak Terinfeksi
- KONI Sulteng Dorong PBFI Tingkatkan Pembinaan dan Prestasi Atlet
- Cegah Pungli, Polri Siapkan Mesin Cetak SKCK Mandiri Mulai 2027, Tak Perlu Lagi ke Kantor Polisi
Sensus Ekonomi 2026 Digelar, Masyarakat Sulteng Diajak Beri Data Akurat

Keterangan Gambar : Deklarasi Dukungan Sensus Ekonomi 2026 yang digelar di Lapangan Vatulemo, Kota Palu, Minggu (21/6/2026). (Biro Adpim Pemprov Sulteng)
Likeindonesia.com, PALU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam Sensus Ekonomi 2026 yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS).
Ajakan tersebut disampaikan dalam Deklarasi Dukungan Sensus Ekonomi 2026 yang digelar di Lapangan Vatulemo, Kota Palu, Minggu (21/6/2026).
Baca Lainnya :
- Ratusan Skater Ramaikan Go Skateboarding Day 2026 di Palu
- Kloter Pertama Jemaah Haji Sulteng Tiba di Palu, Disambut Haru Keluarga
- Menkum Supratman Siap Hibahkan Tanah Pribadi di Sulteng untuk Sekolah Rakyat
- Peringatan 1 Muharram di Sulteng, Ribuan Jemaah Panjatkan Doa untuk Keselamatan Daerah
- Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Tembus 910 Kali hingga Jumat Pagi
Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menegaskan pentingnya data yang akurat dari masyarakat untuk mendukung arah pembangunan daerah.
“Data ini bukan hanya kebutuhan BPS, tetapi kebutuhan kita semua, khususnya pemerintah daerah. Dengan data yang akurat, pemerintah dapat merancang program pembangunan yang benar-benar sesuai dengan kondisi masyarakat dan kebutuhan daerah,” ujar Gubernur.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk memberikan data secara terbuka dan jujur saat petugas sensus melakukan pendataan di lapangan.
Menurutnya, masih ada kekeliruan di masyarakat yang menganggap sensus berkaitan dengan pajak, padahal Sensus Ekonomi bertujuan untuk memetakan kondisi ekonomi secara menyeluruh.
“Jangan takut dan jangan ragu memberikan informasi. Sensus ekonomi bukan untuk kepentingan pajak. Tujuannya agar pemerintah memiliki data yang akurat sehingga bantuan dan program pembangunan tidak salah sasaran. Jangan sampai yang sudah maju justru mendapatkan bantuan, sementara yang masih membutuhkan tidak terjangkau karena data yang kurang tepat,” tegasnya.
Sementara itu, Inspektur Utama BPS RI, Dadang Hardiwan, menjelaskan Sensus Ekonomi 2026 akan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 dan mencakup seluruh pelaku usaha di Indonesia, mulai skala mikro hingga besar.
“Sensus Ekonomi 2026 menjadi instrumen penting dalam memotret kondisi dan potensi ekonomi nasional. Hasilnya akan menjadi dasar perencanaan pembangunan ekonomi baik di tingkat pusat maupun daerah,” jelas Dadang.
Ia juga memastikan petugas sensus telah dibekali pelatihan serta atribut resmi agar mudah dikenali masyarakat.
Dalam kesempatan itu, diperkenalkan slogan TIR sebagai panduan bagi masyarakat saat menerima petugas sensus: Terima kedatangan petugas, Isi data dengan benar, dan Rahasia data terjaga.
“Data yang diberikan masyarakat dijamin kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik. Kami berharap masyarakat dapat menerima petugas sensus dengan baik dan berpartisipasi aktif dalam menyukseskan Sensus Ekonomi 2026,” ujarnya.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, BPS, pelaku usaha, dan masyarakat, diharapkan Sensus Ekonomi 2026 mampu menghadirkan data yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah. (nul)










