- AWAS ADA BOTI GAY PEPEK
- Mandi Laut Usai Subuh, Warga Palu Barat Tewas Tenggelam di Kampung Nelayan
- Demi Efisiensi, Anggaran MBG 2026 Dipangkas Rp67 Triliun
- Siap-Siap Cair, Gaji Ke-13 ASN hingga Polri Mulai Dibayarkan Juni 2026
- Pusat Medis Modern di Cina Jadi Inspirasi Pengembangan Kesehatan di Sulteng
- Komisi II DPR RI Minta Kebijakan Bank Tanah di Lembah Napu Ditinjau Ulang
- Aturan Suami Jadi Pencari Nafkah dan Istri Wajib Urus Rumah Digugat ke MK
- Gempa M 3,9 Guncang Pendolo Poso, Dipicu Aktivitas Sesar Poso
- Pengurus KKSS Tolitoli Masa Bakti 2026-2031 Resmi Dilantik, Menkum RI Dorong Kontribusi untuk Daerah
- Nama Prodi Teknik Mulai Diganti Jadi Rekayasa, Kampus Bisa Tetap Pakai Istilah Lama
Demi Efisiensi, Anggaran MBG 2026 Dipangkas Rp67 Triliun

Keterangan Gambar : Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Mei 2026 di Jakarta, Selasa (19/5/2026). (Foto : menkeuri/Instagram)
Likeindonesia.com, JAKARTA - Pemerintah memangkas anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2026 sebesar Rp67 triliun. Semula dialokasikan Rp335 triliun, kini anggaran program tersebut turun menjadi Rp268 triliun.
Pemangkasan dilakukan sebagai bagian dari langkah efisiensi belanja negara sekaligus evaluasi terhadap pelaksanaan program prioritas pemerintah tersebut.
Baca Lainnya :
- Siap-Siap Cair, Gaji Ke-13 ASN hingga Polri Mulai Dibayarkan Juni 2026
- Aturan Suami Jadi Pencari Nafkah dan Istri Wajib Urus Rumah Digugat ke MK
- Nama Prodi Teknik Mulai Diganti Jadi Rekayasa, Kampus Bisa Tetap Pakai Istilah Lama
- Pemerintah Siapkan Aturan Baru KPR Tenor 40 Tahun, Cicilan Rumah Disebut Bisa Lebih Murah
- Viral Juri Cerdas Cermat Salahkan Jawaban Benar, Wakil Ketua MPR Minta Maaf
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan, kebijakan pengurangan anggaran itu merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto agar penggunaan dana MBG bisa lebih optimal dan tepat sasaran.
“Penghematan-penghematan tertentu sesuai ketentuan Presiden sehingga dana BGN bisa dipakai lebih efisien. Nanti ada penghematan lebih lanjut,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Mei 2026 di Jakarta, Selasa (19/5/2026), dikutip dari Kompas.com.
Meski anggarannya dipangkas, pemerintah memastikan tujuan utama program MBG tetap dipertahankan, yakni menyediakan makanan bergizi bagi peserta didik di sekolah.
Menurut Purbaya, pemerintah saat ini masih menghitung skema terbaik agar efisiensi anggaran tidak berdampak pada efektivitas program di lapangan.
“Presiden sedang menghitung bagaimana yang terbaik penghematannya tanpa mengganggu efektivitas program itu sendiri dalam hal memberi makan murid-murid sekolah. Yang penting itu,” ujar Purbaya. (nul)









