- Polres Cirebon Kota Tindaklanjuti Laporan Masyarakat Terkait Dugaan Peredaran Obat Keras Terbatas
- Suhu Palu Tembus 34,7 Derajat, Wagub Ajak Masyarakat Lebih Peduli Perubahan Iklim
- Palu Catat Suhu Maksimum 35 Derajat, Jadi Wilayah Terpanas Kedua di RI
- 50 Huntara Mulai Dibangun untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Akbar Supratman Salurkan Ribuan Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Dalam Sepekan, Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Capai 1.318 Kali
- PTN dan PTS se-Sulteng Bangun Kolaborasi Mitigasi Bencana Berbasis Riset
- Resmi Terpilih, Dua Pelajar Asal Bangkep dan Palu Wakili Sulteng Jadi Calon Paskibraka Nasional 2026
- Enam Hari Pascagempa M 6,7, Gempa Susulan di Sulteng Tembus 1.256 Kali
- Sensus Ekonomi 2026 Digelar, Masyarakat Sulteng Diajak Beri Data Akurat
Detik-Detik Banjir Bandang Menerjang Desa Namo, Warga Panik Selamatkan Diri

Keterangan Gambar : Rekaman amatir warga saat banjir bandang menerjang Desa Namo, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Kamis (14/8/2025). (Foto: Facebook Lin Tempa/Tangkapan layar)
Likeindonesia.com, SIGI - Sebuah video yang beredar di Facebook memperlihatkan detik-detik banjir bandang menerjang Desa Namo, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Kamis (14/8/2025) malam. Hujan deras yang mengguyur sejak sore memicu luapan air pada sekitar pukul 20.00 WITA, membawa serta lumpur pekat dan potongan kayu besar.
Arus deras itu menerobos hingga ke pemukiman warga, bahkan memutus akses vital Jalan Palu–Kulawi. Dalam rekaman, terdengar suara panik warga yang bergegas menyelamatkan diri.
Baca Lainnya :
- home
- Jasindo Hadirkan Narasemesta di Sigi, Dukung Sekolah Alam dan Pertanian Berkelanjutan
- Ini Perkiraan Kedatangan Tsunami di 10 Wilayah Indonesia Akibat Gempa 8,7 di Rusia
- Gempa M8,7 Guncang Kamchatka Rusia, BMKG Sebut Berpotensi Tsunami di Sejumlah Wilayah Indonesia
- Geger! Mayat Pria Ditemukan Membusuk di Rumah BTN Kalukubula Sigi
Laporan BPBD Sulawesi Tengah menyebutkan, sedikitnya delapan rumah terdampak, dua rumah hanyut terseret arus, dan satu rumah rusak berat. Material banjir juga menutup akses Jalan Palu–Kulawi, sehingga transportasi terhenti.
Tim BPBD Sigi bersama relawan telah mengevakuasi warga, termasuk anak-anak dan lansia, ke titik aman. Hingga kini jumlah pasti pengungsi dan korban jiwa masih dalam pendataan.
“Kami fokus evakuasi dan pemenuhan kebutuhan dasar warga. Hujan masih turun sehingga risiko banjir susulan cukup tinggi,” kata Kepala Pelaksana BPBD Sulteng, Akris Fattah Yunus.
Kebutuhan mendesak bagi warga mencakup tenda terpal, tikar, selimut, makanan siap saji, beras, kompor gas, perlengkapan bayi, dan obat-obatan. Pemantauan juga dilakukan di desa-desa hulu untuk mengantisipasi potensi bencana lanjutan.
Pemerintah daerah berkoordinasi dengan BNPB untuk percepatan bantuan dan penanganan darurat. (Bim)










