- Polres Cirebon Kota Tindaklanjuti Laporan Masyarakat Terkait Dugaan Peredaran Obat Keras Terbatas
- Suhu Palu Tembus 34,7 Derajat, Wagub Ajak Masyarakat Lebih Peduli Perubahan Iklim
- Palu Catat Suhu Maksimum 35 Derajat, Jadi Wilayah Terpanas Kedua di RI
- 50 Huntara Mulai Dibangun untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Akbar Supratman Salurkan Ribuan Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Dalam Sepekan, Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Capai 1.318 Kali
- PTN dan PTS se-Sulteng Bangun Kolaborasi Mitigasi Bencana Berbasis Riset
- Resmi Terpilih, Dua Pelajar Asal Bangkep dan Palu Wakili Sulteng Jadi Calon Paskibraka Nasional 2026
- Enam Hari Pascagempa M 6,7, Gempa Susulan di Sulteng Tembus 1.256 Kali
- Sensus Ekonomi 2026 Digelar, Masyarakat Sulteng Diajak Beri Data Akurat
Diterpa Badai, Nelayan Asal Balantak Terjatuh ke Laut dan Hilang, Tim SAR Lakukan Pencarian

Keterangan Gambar : Tim SAR dari Unit Siaga SAR Banggai Laut melakukan pencarian nelayan bernama Safar (34) dilaporkan hilang. (Foto: IST)
Likeindonesia.com, Banggai Kepulauan – Seorang nelayan bernama Safar (34) dilaporkan hilang setelah terjatuh dari perahu di Perairan Pulau Bone Uliuno, Kabupaten Banggai Kepulauan, Minggu (26/10) malam. Tim SAR dari Unit Siaga SAR Banggai Laut segera dikerahkan untuk melakukan pencarian sejak Senin siang.
Informasi awal diterima dari rekan korban, Munawir, pada Senin (27/10/2025) pukul 13.54 WITA. Dalam laporannya, ia menyebut insiden terjadi sekitar pukul 23.00 WITA saat keduanya dalam perjalanan pulang dari Pulau Misioni menuju Desa Balantak.
Baca Lainnya :
- Bangkep, Sigi, Tolitoli, dan Poso Diguncang Gempa Hari Ini
- Ketua TPP Bangkep, Doni Modady: Pemda Segera Evaluasi SPPG Terkait Dugaan Keracunan Makanan
- Polres Bangkep Segel Tempat MBG Usai Pelajar Keracunan Massal
- Diduga Keracunan Akibat MBG, Ratusan Siswa di Bangkep Dilarikan ke RS
- Wamensos Apresiasi Inisiatif Bupati Bangkep Dorong Kehadiran Sekolah Rakyat
Namun, di tengah perjalanan, kondisi cuaca tiba-tiba memburuk dan membuat Safar terjatuh ke laut. Upaya pencarian oleh rekan korban hingga pagi hari tak membuahkan hasil. Pihak keluarga bersama pemerintah desa yang turut melakukan pencarian akhirnya meminta bantuan Basarnas.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pada pukul 14.12 WITA, Tim Rescue Unit Siaga SAR Banggai Laut yang berjumlah empat orang diberangkatkan menuju lokasi kejadian menggunakan RIB dengan jarak tempuh sekitar 15 nautical mile atau sekitar 30 menit dari pos siaga.
Operasi SAR melibatkan unsur gabungan dari USS Banggai Laut, Bhabinsa, BPBD Banggai Laut, pemerintah desa, serta masyarakat nelayan setempat. Sejumlah peralatan digunakan, antara lain Rescue Car, RIB, alat komunikasi, peralatan medis, dan perlengkapan SAR laut lainnya.
Kondisi cuaca di lokasi dilaporkan cerah berawan, dengan kecepatan angin sekitar 4,2 km/jam dari arah barat daya dan tinggi gelombang 0,5–1 meter.
“Begitu menerima laporan, tim kami langsung diberangkatkan ke lokasi kejadian menggunakan RIB untuk melakukan pencarian di sekitar koordinat yang dilaporkan. Hingga sore hari pencarian belum membuahkan hasil dan akan dilanjutkan esok pagi,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh. Rizal.
Pihak Basarnas mengimbau seluruh nelayan agar selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut dan melengkapi diri dengan alat keselamatan seperti life jacket untuk meminimalisir risiko kecelakaan di laut. (BIM/Nl)










