- Karyawan Kafe di Palu Ditemukan Tewas Terjepit di Lift Barang, Jenazah Dipulangkan ke Tada
- KONI Sulteng Mulai Matangkan Persiapan Hadapi PON Pantai 2026
- Skema Bansos Berubah! Mulai 2027, Penerima Bakal Dapat Transfer Tunai
- Penerbangan Bandara IMIP ke Palu Resmi Beroperasi, Waktu Tempuh Hanya 45 Menit
- Ratusan PPPK Nakes Sulteng Minta Kepastian Status, Gubernur Langsung Hubungi Wamenkes
- Pertamina Minta Maaf, Rencana Wajib Tunjukkan STNK Saat Beli BBM Subsidi Dibatalkan
- 318 Kebakaran Terjadi di Palu hingga Agustus 2026, Mantikulore Tertinggi
- Mulai 15 September, Isi Biosolar di Sejumlah SPBU Wajib Bawa STNK
- Siap-Siap! Harga Tiket Pesawat Bisa Makin Mahal, Ini Aturan Baru Kemenhub
- Piala Soeratin Sulteng Resmi Bergulir, Gubernur Dorong Pembinaan Berjenjang Menuju PON 2028
Polres Bangkep Segel Tempat MBG Usai Pelajar Keracunan Massal

Keterangan Gambar : Polres Banggai Kepulauan menyegel tempat penyedia makanan MBG di Salakan, Kamis (18/9/2025). (Foto: IST)
Likeindonesia.com, BANGKEP – Polres Banggai Kepulauan (Bangkep) menyegel tempat penyedia makanan MBG di Salakan setelah ratusan siswa dilaporkan mengalami dugaan keracunan massal, Rabu (17/9/2025).
Sebanyak 277 siswa dari jenjang SD hingga SMA mengalami mual, pusing, dan muntah usai mengonsumsi makanan siang. Dari jumlah itu, 233 siswa telah dipulangkan setelah kondisinya membaik, sedangkan 44 lainnya masih menjalani perawatan intensif di RS Trikora Salakan.
Baca Lainnya :
- Diduga Keracunan Akibat MBG, Ratusan Siswa di Bangkep Dilarikan ke RS
- Ahmad Ali Minta Warga Ingatkan Janji Kampanye yang Belum Terpenuhi
- Tahun Depan, Warga Sulteng Bisa Terbang Langsung ke Cina, Korsel, hingga Eropa
- Utamakan Warga, Komisi III DPRD Sulteng Pastikan Penyelesaian Konflik Agraria di Sulewana
- BPBD Sulteng Imbau Warga Waspada Hujan dan Angin Kencang Hingga April 2026
Kapolres Bangkep, AKBP Ronaldus Karurukan mengatakan, penyegelan dilakukan sebagai bagian dari penyelidikan awal. Polisi juga mengamankan sampel makanan dari lokasi tersebut untuk dikirim ke Balai POM Palu guna dilakukan uji laboratorium.
“Polisi memasang garis polisi dan menyegel lokasi penyedia makanan untuk memastikan tidak ada pihak yang mengutak-atik barang bukti. Sampel makanan kami kirim ke Balai POM untuk pemeriksaan laboratorium,” kata Kapolres, Kamis (18/9/2025).
Selain mengamankan lokasi, petugas juga meminta keterangan dari petugas SPPG (Satuan Pelaksana Program Gizi), orang tua siswa, serta pihak rumah sakit untuk mendalami penyebab keracunan.
Hingga kini, proses penyelidikan masih berlangsung. Kapolres menegaskan pihaknya akan menindaklanjuti hasil uji laboratorium sebelum menentukan langkah hukum lebih lanjut.
“Kami kawal terus, baik terkait kesehatan siswa maupun penyelidikan penyebab pasti peristiwa ini,” pungkas AKBP Ronaldus. (Bim/Nl)










