- Jokowi Dijadwalkan Sambangi Palu, Bakal Resmikan Kantor DPW PSI Sulteng
- Le Na Jodoh, ADISTA Tak Jadi Tampil di Konser HUT Kota Palu ke-48
- Pemerintah Siapkan Skema Kuliah Gratis di PTN, Pelaksanaan Akan Bertahap
- Makin Sedikit Warga Sulteng yang Fokus Mengurus Rumah Tangga, Jumlahnya Turun 61 Ribu
- 2,46% Rumah Tangga di Palu Masih Andalkan Air Hujan untuk Minum
- 40% Gen Z Pilih Nikah di KUA, Uang Lebih Diprioritaskan untuk Kehidupan Setelah Menikah
- Catat Jamnya! 25 September Ada Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Enam Wilayah Sulteng, Termasuk Palu
- Influenza Tipe A Super Flu Merebak di RI, Anak-Anak Paling Banyak Terinfeksi
- KONI Sulteng Dorong PBFI Tingkatkan Pembinaan dan Prestasi Atlet
- Cegah Pungli, Polri Siapkan Mesin Cetak SKCK Mandiri Mulai 2027, Tak Perlu Lagi ke Kantor Polisi
Gaung Suara RI dalam Konf. Islam Internasional

Nijmegen - Konferensi Internasional Kedua mengenai Islam moderat yang bertajuk "Seeking The Middle Path (Al Wasatiyya): Articulations of Moderate Islam" telah diselenggarakan pada 19 Juni 2019 di Universitas Radboud, Nijmegen, Belanda.
Pertemuan Internasional tentang Islam moderat tersebut --yang merupakan acara dua tahunan-- digagas oleh PCINU Belanda bekerja sama dengan Universitas Radboud, Nijmegen, Belanda.
Perhelatan itu diselenggarakan untuk mempromosikan dan lebih memahami konsep dari al-wasatiyya yang kerap diterjemahkan sebagai "Islam pertengahan" atau "jalan tengah," demikian seperti dikutip dari rilis KBRI Den Haag, yang dimuat Liputan6.com pada Minggu (23/6/2019).
Baca Lainnya :
- Ahli Kejiwaan pribadi Sebut Marshanda sungguh Keterlaluan
- Risma berjanji Akan Tolak Tawaran Jadi Menteri apapun yang terjadi
- Jokowi janji mati-matian akan bela Palestina jika jadi presiden
- Inggris Bela Serangan Roket Hamas ke israel
- Unjuk Rasa Anti-Yahudi Dikecam Eropa dan Dunia
Menteri Agama Republik Indonesia, Drs. H. Lukman H. Saifuddin yang hadir sebagai pembicara utama menekankan bahwa prinsip beragama jalan tengah (middle way) sudah bukan hanya merupakan harapan suatu negara atau sekelompok masyarakat saja, melainkan merupakan kebutuhan bersama segenap bangsa. Hal ini demi menciptakan tatanan dunia yang damai, rukun, anti kekerasan, dan saling menghargai perbedaan serta saling mengapresiasi keragaman.
Sementara itu, Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda, I Gusti Agung Wesaka Puja menyampaikan bahwa al Wasatiyya Islam (jalan tengah) atau Islam moderat merupakan cara yang sesuai bagi semua agama untuk bersikap. Dalam praktiknya Indonesia sudah menjalankan nilai-nilai dari Al Wasatiyya tersebut sejak lama.
Konferensi tahun ini dihadiri sekitar 300 orang dan melibatkan para akademisi, peneliti dan budayawan dari berbagai latar belakang yang beragam baik dari Indonesia, maupun Belanda.
Turut hadir pula dalam konferensi antara lain, KH Yahya Cholil Staquf, Katib Am NU/Anggota Wantimpres dan Prof. Syafiq Mughni, Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban (UKP-DKAAP).
Selanjutnya, masih dalam rangkaian acara konferensi, pada tanggal 20 Juni 2019, Konsorsium Belanda-Indonesia untuk hubungan Muslim-Kristen bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Belanda menyelenggarakan kegiatan dialog antar agama (interfaith dialogue) yang bertajuk "Promoting 'Costly' tolerance: Challenges for states and religious communities."










