- Kualitas Udara Kota Palu Didominasi Kategori Tidak Sehat Selama Agustus 2026
- Karhutla Tersebar di 8 Wilayah Sulteng, Pemprov Gelar Rakor Antisipasi Lonjakan Kebakaran September
- Muhammadiyah Telah Tetapkan Awal Puasa 2027, Mulai 8 Februari
- Ketua KONI Sulteng Buka Savana Buutiba Trail Run 2026, Olahraga Sekaligus Nikmati Alam Sigi
- Perubahan Anggaran Sulteng 2026 Disepakati, Pemprov Pastikan Tetap Berpihak kepada Rakyat
- Peringatan Dini Potensi Karhutla Sulteng 7 Hari ke Depan, BMKG Imbau Warga Tak Bakar Lahan
- Tak Hanya Pertalite, Pembeli LPG 3 Kg Juga Bakal Diatur Berdasarkan Desil
- Polda Sulteng Ungkap Kronologi Penembakan di Jalan Tombolotutu, Berawal dari Persoalan Parkir
- BMKG Catat 187 Hotspot di Sulawesi Tengah, Tersebar di 8 Kabupaten
- BMKG Pastikan Asap Karhutla Kalimantan Tak Mengarah ke Palu, Arah Angin Jadi Faktor Utama
Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Laut Sulawesi, Terasa di Buol, Parimo, Gorontalo, hingga Manado

Keterangan Gambar : Gempa tektonik berkekuatan magnitudo 5,7 mengguncang wilayah Laut Sulawesi pada Kamis (19/2/2026) pukul 07.26.18 WIB. (Foto: Dok. BMKG)
Likeindonesia.com, Palu - Gempa tektonik berkekuatan magnitudo 5,7 mengguncang wilayah Laut Sulawesi pada Kamis (19/2/2026) pukul 07.26.18 WIB. Berdasarkan analisis terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), parameter gempa diperbarui menjadi magnitudo 5,6.
Episenter gempa berada pada koordinat 1,52° LU dan 122,21° BT, atau tepatnya di laut sekitar 109 kilometer arah barat laut Gorontalo Utara, Gorontalo, dengan kedalaman 31 kilometer. Informasi cepat BMKG juga mencatat lokasi gempa sekitar 110 kilometer timur laut Buol, Sulawesi Tengah.
Baca Lainnya :
- Melalui Surat Edaran, Pemerintah Larang Sekolah Beri PR Berlebihan Saat Ramadan
- Wamenag Minta Tak Ada Razia Rumah Makan di Bulan Ramadan
- Ini Jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 Hijriah/2026 untuk Wilayah Palu dan Sekitarnya
- Operasi SAR Hari Ketiga KLM Nur Ainun Balqis, Dua Korban Masih Dalam Pencarian di Selat Makassar
- Sidang Isbat Putuskan Puasa Mulai 19 Februari 2026, Tarawih Dimulai Malam Ini
Plt. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, menjelaskan, gempa ini termasuk gempa dangkal akibat aktivitas deformasi batuan di dalam Lempeng Sulawesi. Sementara itu, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme mendatar naik.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas deformasi batuan di dalam Lempeng Sulawesi," ujarnya dalam rilis yang diterima, Kamis (19/2/2026).
Adapun getaran gempa dirasakan cukup kuat di wilayah Kabupaten Buol dan Gorontalo dengan intensitas IV MMI. Pada skala ini, gempa dirasakan banyak orang di dalam rumah, sebagian orang di luar rumah, serta menyebabkan jendela dan pintu berderik.
Sementara itu, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Kabupaten Gorontalo Utara, Pohuwato, Bone Bolango, dan Boalemo merasakan intensitas III MMI, di mana getaran terasa nyata di dalam rumah seperti truk melintas. Di Manado, gempa dirasakan dengan intensitas II MMI, yakni dirasakan beberapa orang dan benda ringan yang digantung bergoyang.
Hasil pemodelan BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami.
BMKG melaporkan, hingga pukul 07.50 WIB, hasil monitoring belum menunjukkan adanya gempa susulan. (Nul/Nl)










