- Pemerintah Resmi Tunda Batas Wajib Sertifikasi Halal hingga Oktober 2028
- Warga Sulteng Diimbau Perkuat Doa dan Ibadah Hadapi Kabut Asap
- Udara Palu Makin Memburuk, PM2.5 Capai 205 Mikrogram dan Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat
- Festival Danau Poso 2026 Resmi Dibuka, Gubernur Sulteng Ajak Warga Jaga Budaya dan Lingkungan
- Ferry Irwandi Inisiasi Patungan untuk Hutan, Raup Donasi Rp10,5 Miliar
- Bupati Sigi Buka Suara soal Jenazah Mantan Kades Diantar Pakai Ojek, Upayakan Akses Jalan Memadai
- KONI Sulteng Apresiasi Perkembangan Kickboxing dalam Musprov II KBI
- Lapor ke Prabowo, Kepala BNPB Sebut Karhutla Diprediksi Mereda Mulai Pertengahan Oktober
- 2.540 Pekerja di Sulteng Kena PHK Sepanjang Januari-September 2026
- Salena Dilanda Krisis Air Bersih, Sungai Mengering akibat El Nino
Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Laut Sulawesi, Terasa di Buol, Parimo, Gorontalo, hingga Manado

Keterangan Gambar : Gempa tektonik berkekuatan magnitudo 5,7 mengguncang wilayah Laut Sulawesi pada Kamis (19/2/2026) pukul 07.26.18 WIB. (Foto: Dok. BMKG)
Likeindonesia.com, Palu - Gempa tektonik berkekuatan magnitudo 5,7 mengguncang wilayah Laut Sulawesi pada Kamis (19/2/2026) pukul 07.26.18 WIB. Berdasarkan analisis terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), parameter gempa diperbarui menjadi magnitudo 5,6.
Episenter gempa berada pada koordinat 1,52° LU dan 122,21° BT, atau tepatnya di laut sekitar 109 kilometer arah barat laut Gorontalo Utara, Gorontalo, dengan kedalaman 31 kilometer. Informasi cepat BMKG juga mencatat lokasi gempa sekitar 110 kilometer timur laut Buol, Sulawesi Tengah.
Baca Lainnya :
- Melalui Surat Edaran, Pemerintah Larang Sekolah Beri PR Berlebihan Saat Ramadan
- Wamenag Minta Tak Ada Razia Rumah Makan di Bulan Ramadan
- Ini Jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 Hijriah/2026 untuk Wilayah Palu dan Sekitarnya
- Operasi SAR Hari Ketiga KLM Nur Ainun Balqis, Dua Korban Masih Dalam Pencarian di Selat Makassar
- Sidang Isbat Putuskan Puasa Mulai 19 Februari 2026, Tarawih Dimulai Malam Ini
Plt. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, menjelaskan, gempa ini termasuk gempa dangkal akibat aktivitas deformasi batuan di dalam Lempeng Sulawesi. Sementara itu, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme mendatar naik.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas deformasi batuan di dalam Lempeng Sulawesi," ujarnya dalam rilis yang diterima, Kamis (19/2/2026).
Adapun getaran gempa dirasakan cukup kuat di wilayah Kabupaten Buol dan Gorontalo dengan intensitas IV MMI. Pada skala ini, gempa dirasakan banyak orang di dalam rumah, sebagian orang di luar rumah, serta menyebabkan jendela dan pintu berderik.
Sementara itu, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Kabupaten Gorontalo Utara, Pohuwato, Bone Bolango, dan Boalemo merasakan intensitas III MMI, di mana getaran terasa nyata di dalam rumah seperti truk melintas. Di Manado, gempa dirasakan dengan intensitas II MMI, yakni dirasakan beberapa orang dan benda ringan yang digantung bergoyang.
Hasil pemodelan BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami.
BMKG melaporkan, hingga pukul 07.50 WIB, hasil monitoring belum menunjukkan adanya gempa susulan. (Nul/Nl)





_2.jpg)




