- Siap-Siap! 33 Juta Keluarga Bakal Dapat Beras Gratis 30 Kg Mulai Agustus
- Makin Irit! Pertamina Turunkan Harga Tabung Bright Gas 12 Kg dan 5,5 Kg
- Program Berani Panen Raya Dikebut, Produktivitas Padi Sulteng Ditargetkan 6 Ton per Hektare
- Pemerintah Tetapkan Harga Khusus Solar bagi Nelayan, Kini Rp15 Ribu per Liter
- DPR RI Tinjau Sekolah Rakyat di Palu, 183 Anak Kurang Mampu Kini Dapat Akses Pendidikan
- Melaut Saat Cuaca Buruk, Nelayan di Banggai Laut Hilang Kontak
- Kurs Rupiah Melemah, Biaya Haji 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp107,3 Juta
- Mendagri Tegaskan Pemda Tak Boleh Rumahkan PPPK karena Alasan Anggaran
- Aktivitas Gempa di Sulteng Menurun, BMKG Catat 282 Kejadian dalam Sepekan
- Bawa Pulang Gelar Juara, Sport United Poboya JR Langsung Disambut KONI Sulteng
Sidang Isbat Putuskan Puasa Mulai 19 Februari 2026, Tarawih Dimulai Malam Ini

Keterangan Gambar : Kementerian Agama (Kemenag) menggelar konferensi pers sidang isbat penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (17/2/2026). (Foto : YouTube Kemenag RI/Tangkapan Layar)
Likeindonesia.com, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan tersebut diambil dalam sidang isbat yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (17/2/2026).
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa hasil sidang menyepakati awal puasa dimulai pada 19 Februari 2026.
Baca Lainnya :
- Arab Saudi Salurkan 100 Ton Kurma ke Indonesia Jelang Ramadan, Siap Dibagi ke Masjid hingga Kampus
- Menkeu Purbaya Siapkan Rp55 Triliun untuk THR ASN 2026, Target Cair Awal Ramadan
- Denda Tunggakan BPJS Kelas 3 Akan Dihapus, Perpres Disiapkan
- Siap-Siap Mudik Lebaran 2026, Pemerintah Kerahkan 401 Bus Gratis untuk Pemudik ke 34 Provinsi
- Beli Tiket Pesawat Ekonomi untuk Libur Lebaran Kini Lebih Murah, PPN Resmi Ditanggung Negara
"Disepakati bahwa 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026. Demikian hasil Sidang Isbat yang baru kita laksanakan," ujarnya dalam konferensi pers.
Dengan penetapan ini, salat Tarawih sudah dapat dilaksanakan mulai malam ini, sementara ibadah puasa dimulai besok.
Secara astronomi, posisi hilal pada saat pemantauan belum memenuhi kriteria yang telah disepakati oleh Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS). Berdasarkan ketentuan MABIMS, imkanur rukyat dinyatakan memenuhi syarat apabila tinggi hilal mencapai minimal 3 derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat.
Di Sulawesi Tengah, pemantauan hilal dilakukan di Gedung Pengamatan Hilal Desa Marana, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala. Hasil pemantauan menunjukkan posisi hilal masih berada di bawah ufuk sehingga tidak memungkinkan untuk terlihat.
Sidang isbat ini melibatkan Tim Hisab dan Rukyat Kementerian Agama serta dihadiri perwakilan ormas Islam dan para duta besar negara sahabat.
Rangkaian sidang diawali dengan pemaparan data hisab oleh Tim Hisab dan Rukyat Kemenag pada pukul 17.00 WIB. Selanjutnya, sidang penetapan digelar secara tertutup setelah salat Magrib dengan mempertimbangkan hasil rukyatul hilal dari berbagai titik pemantauan di Indonesia.
Keputusan akhir kemudian diumumkan secara resmi melalui konferensi pers, menandai dimulainya rangkaian ibadah Ramadan 1447 Hijriah. (Nul/Nl)










