- Kampung Baru Fair Absen Tahun Ini, Lebaran Mandura Tetap Jalan di Masjid Jami
- Packing House Durian di Parimo Resmi Beroperasi, Buka Peluang Ekspor dan Serapan Tenaga Kerja
- Haul Akbar Guru Tua ke-58 di Palu Siap Digelar, Diperkirakan Dihadiri 75 Ribu Jamaah
- MBG Mau Dikurangi Jadi 5 Hari, Purbaya Sebut Bisa Hemat Rp 40 Triliun
- Polresta Palu Soroti Dugaan Teror Penyiraman Air Keras ke Kendaraan Warga di Palu
- Puncak Arus Balik, 2.888 Penumpang Melintas di Pelabuhan Pantoloan
- Fathur Razaq Gelar Halal Bihalal di Jogja untuk Warga Sulteng di Rantau
- Arus Balik Lebaran di Terminal Mamboro Naik 120 Persen, Puncak Terjadi pada H+2
- Dua Remaja Dilaporkan Hilang Saat Mendaki Gunung Dako di Tolitoli
- Aktivis dan Mahasiswa di Sulteng Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus
Gen Z Kini Lebih Sayang Kesehatan Tubuh daripada Mabuk, Konsumsi Alkohol Kian Menurun

Keterangan Gambar : Ilustrasi seorang pria menolak mengonsumsi alkohol. (Foto: iStockphoto)
Likeindonesia.com, Palu - Generasi Z kini makin menunjukkan perubahan gaya hidup yang berbeda dibanding generasi sebelumnya. Anak muda kelahiran 1990-an hingga 2010-an ini cenderung lebih peduli pada kesehatan tubuh. Salah satu indikatornya terlihat jelas dari menurunnya konsumsi minuman beralkohol, baik di kalangan Gen Z maupun secara nasional.
Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat konsumsi alkohol penduduk Indonesia usia 15 tahun ke atas kembali menurun pada 2025. Konsumsi alkohol tercatat sebesar 0,30 liter per kapita, lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 0,34 liter per kapita. Tren ini memperpanjang penurunan bertahap yang telah berlangsung sejak 2023.
Baca Lainnya :
- Sulawesi Tengah Catat Kenaikan UMP 2026 Paling Tinggi di Indonesia
- Kapolri Tak Izinkan Warga Nyalakan Kembang Api di Malam Tahun Baru, Diimbau Ganti Jadi Doa Bersama
- Kemenpora Siapkan Sanksi Bagi Tim Sepak Bola dan Cabor Lain yang Gagal Raih Medali di SEA Games 2025
- BI Tegaskan Pedagang Tak Boleh Tolak Pembayaran Uang Tunai, Bisa Dikenai Sanksi Pidana
- Selama Libur Sekolah Akhir Tahun, MBG Tetap Disiapkan Buat Siswa
Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret, konsumsi alkohol penduduk usia 15 tahun ke atas menunjukkan penurunan yang konsisten sepanjang periode 2023–2025. Pada kelompok usia 15–24 tahun, konsumsi alkohol pada 2025 tercatat sebesar 0,13 liter per kapita. Angka ini menurun dibandingkan 2024 sebesar 0,18 liter per kapita dan 2023 yang mencapai 0,21 liter per kapita.
Sementara itu, pada kelompok usia 25–44 tahun, konsumsi alkohol pada 2025 mencapai 0,39 liter per kapita. Angka tersebut turun dari 0,44 liter per kapita pada 2024 dan 0,45 liter per kapita pada 2023.
Penurunan juga terjadi pada kelompok usia 45–64 tahun. Pada 2025, konsumsi alkohol di kelompok usia ini tercatat sebesar 0,35 liter per kapita, turun dari 0,39 liter per kapita pada 2024 dan 0,41 liter per kapita pada 2023.
Adapun pada kelompok lansia usia 65 tahun ke atas, konsumsi alkohol pada 2025 tercatat sebesar 0,16 liter per kapita, menurun dibandingkan 2023 yang mencapai 0,22 liter per kapita.
Dari sisi wilayah, konsumsi alkohol di pedesaan masih tercatat lebih tinggi dibandingkan perkotaan. Konsumsi alkohol di wilayah pedesaan mencapai 0,50 liter per kapita, sedangkan di wilayah perkotaan sebesar 0,17 liter per kapita.
Meski demikian, penurunan konsumsi di pedesaan tercatat lebih tajam. Dari 2024 ke 2025, konsumsi alkohol di pedesaan turun sebesar 0,08 liter per kapita, sementara di perkotaan hanya turun 0,01 liter per kapita. Kondisi ini mengindikasikan adanya perbedaan pola dan jenis minuman beralkohol yang dikonsumsi antarwilayah.
Indikator konsumsi alkohol menjadi bagian dari pengukuran Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 3, yakni menjamin kehidupan yang sehat dan mendorong kesejahteraan masyarakat. Secara khusus, indikator ini berkaitan dengan target 3.5 yang berfokus pada pencegahan penyalahgunaan zat adiktif, termasuk alkohol.
Selain aspek kesehatan, konsumsi alkohol juga digunakan sebagai indikator proksi untuk melihat potensi penggunaan alkohol berisiko yang dapat memicu kriminalitas dan perilaku negatif lainnya. Dalam penghitungan BPS, minuman beralkohol mencakup bir serta minuman keras lainnya seperti anggur, vodka, dan sejenisnya. (Nul)










