- Pengangguran di Palu Capai 11.577 Orang, Mayoritas Laki-laki
- Viral Juri Cerdas Cermat Salahkan Jawaban Benar, Wakil Ketua MPR Minta Maaf
- 62 Pasangan di Palu Kini Punya Legalitas Resmi Usai Ikut Isbat Nikah Massal
- Kabur Lintas Kota, Pendiri Ponpes Tersangka Pemerkosaan Akhirnya Ditangkap
- Ribuan Calon Jemaah Haji Sulteng Mulai Diberangkatkan ke Tanah Suci
- Didominasi Anak Muda, Penduduk Sulteng Mayoritas Berasal dari Gen Z
- Wajib Belajar 12 Tahun, Anak Putus Sekolah Kini Ditangani lewat Perpres Baru
- Pertamina Resmi Naikkan Harga BBM Non Subsidi, Dexlite Tembus Rp26 Ribu Per Liter
- Gubernur Sulteng Ingatkan Perusahaan untuk Tidak Abaikan Keselamatan Pekerja
- Hardiknas 2026, Pemerintah Dorong Penerapan Deep Learning di Satuan Pendidikan
Gerakan Baca & Bersuara IKAMABASTRA dan L Aksi Angkat Tema Makanan Bergizi Gratis Sebagai Gizi Pikir

Keterangan Gambar : Puluhan peserta mengikuti kegiatan “Baca & Bersuara” bertema “Makanan Bergizi Gratis” yang digagas L Aksi dan IKAMABASTRA di lingkungan Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia Rabu (8/10/2025). (Foto: Ist)
Likeindonesia.com, Palu - Komunitas L Aksi bersama Ikatan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia (IKAMABASTRA) FKIP Universitas Tadulako (Untad) memotori kegiatan literasi bertajuk "Baca & Bersuara" dengan tema diskusi "Makanan Bergizi Gratis".
Kegiatan yang digelar pada Rabu (8/10/2025) di lingkungan Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia itu diisi dengan lapak baca, bedah buku, serta panggung ekspresi.
Baca Lainnya :
- RS Anutapura Palu Catat Gangguan Pernapasan dan Pencernaan Paling Banyak Dikeluhkan Pasien
- Utamakan Teguran, Dirlantas Polda Sulteng Tegaskan Tak Ada Tilang
- Bank Sulteng Salurkan Beasiswa Berani Cerdas kepada 15.663 Siswa di Sulteng
- Tumbang di Kandang Sendiri, Manajer Persipal Janjikan Evaluasi dan Belanja Pemain di Putaran Kedua
- Kapal Karam Milik KPLP Terbakar di Pantai Pantoloan, Satu Truk Kontainer Ikut Hangus
Mahasiswa dan masyarakat terlibat aktif dalam membaca, berdiskusi, hingga menampilkan karya sastra bertema sosial.
Ketua Tim Baca & Bersuara, Siti Wahyuni, menjelaskan, tajuk "Baca & Bersuara" dipilih karena mencerminkan dua hal penting dalam budaya literasi, yakni membaca sebagai proses memahami realitas, dan bersuara sebagai wujud keberanian menyampaikan gagasan.
"Kami ingin menunjukkan bahwa membaca tidak berhenti pada memahami teks, tapi juga mendorong pembaca untuk bersuara atas apa yang dipahaminya. Jadi, membaca dan berbicara adalah dua sisi yang saling melengkapi dalam membangun kesadaran kritis," kata Siti.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, tema diskusi "Makanan Bergizi Gratis" diangkat sebagai bentuk kritik terhadap polemik program pemerintah makan bergizi gratis (MBG) yang menurutnya belum sesuai dengan harapan masyarakat. Di lapangan, kata dia, program itu justru menimbulkan korban.
“Tema ini kami pilih sebagai bentuk refleksi sekaligus kritik terhadap realitas. Program MBG yang semestinya membawa manfaat justru menimbulkan banyak korban,” tegasnya.
Siti menambahkan, tema tersebut juga dimaknai secara simbolik sebagai ajakan agar mahasiswa menyadari bahwa pengetahuan adalah “makanan bergizi” bagi akal.
Menurutnya, membaca dan berdiskusi adalah cara memberi gizi bagi pikiran agar tidak tumpul oleh ketidaktahuan.
Selain menyediakan lapak baca, panitia juga melakukan survei sederhana untuk mengukur tingkat minat baca mahasiswa serta keterlibatan mereka dalam diskusi.
Menurut Siti, indikator keberhasilan kegiatan bukan terletak pada jumlah peserta, melainkan pada partisipasi aktif mereka dalam berbagi ide.
Di akhir, Siti menegaskan bahwa kegiatan "Baca & Bersuara" dengan tema "Makanan Bergizi Gratis" diharapkan dapat memantik kesadaran mahasiswa bahwa membaca dan berdiskusi merupakan bentuk "makanan bergizi" yang sesungguhnya.
“Sesuai dengan tema yang kami angkat, harapannya kegiatan ini bisa memantik kesadaran bahwa ada ‘makanan’ yang betul-betul bergizi, yaitu membaca buku dan berdiskusi. Kami juga ingin memberi gambaran bahwa membaca tidak dibatasi oleh ruang dan waktu,” tutup Siti. (BIM/Nl)





.jpg)




