- Viral Juri Cerdas Cermat Salahkan Jawaban Benar, Wakil Ketua MPR Minta Maaf
- 62 Pasangan di Palu Kini Punya Legalitas Resmi Usai Ikut Isbat Nikah Massal
- Kabur Lintas Kota, Pendiri Ponpes Tersangka Pemerkosaan Akhirnya Ditangkap
- Ribuan Calon Jemaah Haji Sulteng Mulai Diberangkatkan ke Tanah Suci
- Didominasi Anak Muda, Penduduk Sulteng Mayoritas Berasal dari Gen Z
- Wajib Belajar 12 Tahun, Anak Putus Sekolah Kini Ditangani lewat Perpres Baru
- Pertamina Resmi Naikkan Harga BBM Non Subsidi, Dexlite Tembus Rp26 Ribu Per Liter
- Gubernur Sulteng Ingatkan Perusahaan untuk Tidak Abaikan Keselamatan Pekerja
- Hardiknas 2026, Pemerintah Dorong Penerapan Deep Learning di Satuan Pendidikan
- Pembayaran Honorer di Sulteng Ditarget Tertib dan Merata, Gubernur Pastikan Tanpa Ketimpangan
Lapas Tolitoli Gelar Program Pemberantasan Buta Aksara bagi Warga Binaan

Keterangan Gambar : Lapas Kelas IIB Tolitoli menggelar kegiatan pembelajaran pemberantasan buta aksara kepada warga binaan di Perpustakaan Lapas Tolitoli, Rabu (7/1/2026). (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Tolitoli – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tolitoli menggelar kegiatan pembelajaran pemberantasan buta aksara bagi warga binaan yang belum memiliki kemampuan baca tulis dan berhitung.
Kegiatan ini berlangsung di Perpustakaan Lapas Tolitoli, Rabu (7/1/2026), mulai pukul 09.00 WITA.
Baca Lainnya :
- Gunardi AK Mulai Diperhitungkan Jadi Ketua Golkar Tolitoli
- admin
- Hacked By Danzvorever
- Angin Puting Beliung Terjang Desa Bajugan, 8 KK Terdampak
- . /Raiden ganteng Ft ./Kuncen Haxor
Program tersebut diikuti oleh warga binaan yang telah terdata sebagai peserta pendidikan dasar dan menjadi bagian dari pembinaan pendidikan melalui skema Pendidikan Kesetaraan Paket B.
Kegiatan ini ditujukan untuk memenuhi hak pendidikan warga binaan sekaligus mendukung proses pembinaan selama menjalani masa pidana.
Kepala Lapas Kelas IIB Tolitoli, Mansur Yunus Gafur, mengatakan program pemberantasan buta aksara merupakan salah satu bentuk pembinaan yang difokuskan pada peningkatan kapasitas dasar warga binaan.
“Masih ada warga binaan yang memiliki keterbatasan dalam kemampuan baca tulis dan berhitung. Melalui kegiatan ini, kami berupaya memastikan mereka tetap mendapatkan hak pendidikan sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat,” ujar Mansur.
Materi pembelajaran disampaikan oleh petugas registrasi Lapas Tolitoli dengan dukungan peserta magang.
Dalam sesi tersebut, warga binaan mendapatkan pengenalan materi dasar Pendidikan Kewarganegaraan, mulai dari pengertian norma, sifat-sifat norma, hingga jenis-jenis norma dalam kehidupan bermasyarakat.
Menurut Mansur, materi tersebut dipilih untuk menanamkan pemahaman nilai sosial dan kebangsaan yang dinilai penting dalam proses pembinaan kepribadian warga binaan.
Ia menambahkan, pembinaan pendidikan tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan akademik dasar, tetapi juga membentuk sikap dan pem understanding tentang hidup bermasyarakat secara lebih baik setelah menjalani masa pidana.
Lapas Tolitoli berencana melanjutkan program serupa secara bertahap sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan, khususnya bagi warga binaan dengan latar belakang pendidikan rendah. (Rul/Nl)




.jpg)





