Lima Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Selat Sunda Saat Menuju Lokasi Gunung Anak Krakatau

By Inul Irfani 08 Sep 2026, 19:53:29 WIB Nasional
Lima Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Selat Sunda Saat Menuju Lokasi Gunung Anak Krakatau

Keterangan Gambar : Lima jurnalis yang dilaporkan hilang kontak saat menuju lokasi Gunung Anak Krakatau. (Foto: Dok. Istimewa)


Likeindonesia.com, BANTEN - Lima jurnalis dilaporkan hilang kontak saat dalam perjalanan menuju lokasi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten. Laporan tersebut diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten pada Selasa (8/9/2026).


Kelima jurnalis tersebut sebelumnya berangkat menggunakan speedboat dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Baca Lainnya :


Salah satu jurnalis sempat mengirimkan titik lokasi terakhir pada pukul 14.42 WIB. Namun, komunikasi dengan rombongan kemudian terputus sekitar pukul 15.04 WIB.


Kelima jurnalis tersebut yakni Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan jurnalis freelance. Basarnas menyebut masih ada beberapa orang yang dalam proses pendataan.


Kepala Basarnas Lampung, Deden Ridwansyah mengatakan, pencarian terhadap kelima jurnalis tersebut masih dilakukan oleh tim dari Banten.


“Yang lima wartawan itu saat ini sedang dilakukan pencarian oleh tim dari Banten,” kata Deden, dikutip dari detik.com.


Basarnas Lampung juga telah menyiagakan personel dan peralatan SAR di wilayah Bakauheni untuk mengantisipasi apabila tim Banten membutuhkan bantuan dalam proses pencarian.


Menurut Deden, titik komunikasi terakhir rombongan berada di sekitar perairan Sangiang, wilayah Banten. Namun, Basarnas Lampung tetap bersiaga jika pencarian nantinya memasuki wilayah perairan Lampung.


Deden mengatakan kondisi komunikasi di sekitar wilayah Sangiang menjadi salah satu kendala karena terdapat area yang sulit mendapatkan sinyal.


“Memang blank spot. Kita doakan yang terbaik untuk teman-teman semua,” ujarnya.


Dalam laporan awal Basarnas Banten, speedboat yang digunakan para jurnalis merupakan kapal milik kepala desa di Carita. Kapal tersebut hingga Selasa belum kembali ke dermaga dan pemilik kapal belum mendapatkan informasi dari kru.


Tim Rescue USS Pandeglang yang berjumlah enam personel telah bergerak menuju lokasi untuk melakukan pencarian. Operasi tersebut juga melibatkan Polairud Pandeglang dan pemilik kapal.


Selain itu, Basarnas turut mengerahkan RIB 02 Banten beserta peralatan pencarian dan pertolongan di air, peralatan medis, komunikasi, serta perlengkapan pendukung lainnya. (nul)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.