- Lima Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Selat Sunda Saat Menuju Lokasi Gunung Anak Krakatau
- Harga Beras Naik di Musim Kemarau, Pemerintah Siapkan Tambahan 1 Juta Ton Beras SPHP
- Masih Terdampak Erupsi, Empat Maskapai Kembali Batalkan Penerbangan Rute Palu-Jakarta
- Bank Sulteng Keluarkan Klarifikasi Resmi Usai Karangan Bunga Viral di Palu
- Karyawan Kafe di Palu Ditemukan Tewas Terjepit di Lift Barang, Jenazah Dipulangkan ke Tada
- KONI Sulteng Mulai Matangkan Persiapan Hadapi PON Pantai 2026
- Skema Bansos Berubah! Mulai 2027, Penerima Bakal Dapat Transfer Tunai
- Penerbangan Bandara IMIP ke Palu Resmi Beroperasi, Waktu Tempuh Hanya 45 Menit
- Ratusan PPPK Nakes Sulteng Minta Kepastian Status, Gubernur Langsung Hubungi Wamenkes
- Pertamina Minta Maaf, Rencana Wajib Tunjukkan STNK Saat Beli BBM Subsidi Dibatalkan
Lima Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Selat Sunda Saat Menuju Lokasi Gunung Anak Krakatau

Keterangan Gambar : Lima jurnalis yang dilaporkan hilang kontak saat menuju lokasi Gunung Anak Krakatau. (Foto: Dok. Istimewa)
Likeindonesia.com, BANTEN - Lima jurnalis dilaporkan hilang kontak saat dalam perjalanan menuju lokasi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten. Laporan tersebut diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten pada Selasa (8/9/2026).
Kelima jurnalis tersebut sebelumnya berangkat menggunakan speedboat dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Baca Lainnya :
- WNI Ramai-Ramai Cari Kerja ke Luar Negeri, Istana: Kita Punya Budaya Merantau
- Usai Tragedi Juliana, Menhut Evaluasi Keamanan Gunung Rinjani: RFID dan Aturan Baru Disiapkan
- Menaker Ungkap Lebih dari 1 Juta Sarjana di Indonesia Masih Menganggur di 2025
- Siap-Siap Tambah Budget Transport, Pemerintah Bakal Naikkan Tarif Ojol hingga 15 Persen
- Senator Andhika Amir Dukung Langkah Tegas Pemkab Donggala Soal DBH Migas
Salah satu jurnalis sempat mengirimkan titik lokasi terakhir pada pukul 14.42 WIB. Namun, komunikasi dengan rombongan kemudian terputus sekitar pukul 15.04 WIB.
Kelima jurnalis tersebut yakni Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan jurnalis freelance. Basarnas menyebut masih ada beberapa orang yang dalam proses pendataan.
Kepala Basarnas Lampung, Deden Ridwansyah mengatakan, pencarian terhadap kelima jurnalis tersebut masih dilakukan oleh tim dari Banten.
“Yang lima wartawan itu saat ini sedang dilakukan pencarian oleh tim dari Banten,” kata Deden, dikutip dari detik.com.
Basarnas Lampung juga telah menyiagakan personel dan peralatan SAR di wilayah Bakauheni untuk mengantisipasi apabila tim Banten membutuhkan bantuan dalam proses pencarian.
Menurut Deden, titik komunikasi terakhir rombongan berada di sekitar perairan Sangiang, wilayah Banten. Namun, Basarnas Lampung tetap bersiaga jika pencarian nantinya memasuki wilayah perairan Lampung.
Deden mengatakan kondisi komunikasi di sekitar wilayah Sangiang menjadi salah satu kendala karena terdapat area yang sulit mendapatkan sinyal.
“Memang blank spot. Kita doakan yang terbaik untuk teman-teman semua,” ujarnya.
Dalam laporan awal Basarnas Banten, speedboat yang digunakan para jurnalis merupakan kapal milik kepala desa di Carita. Kapal tersebut hingga Selasa belum kembali ke dermaga dan pemilik kapal belum mendapatkan informasi dari kru.
Tim Rescue USS Pandeglang yang berjumlah enam personel telah bergerak menuju lokasi untuk melakukan pencarian. Operasi tersebut juga melibatkan Polairud Pandeglang dan pemilik kapal.
Selain itu, Basarnas turut mengerahkan RIB 02 Banten beserta peralatan pencarian dan pertolongan di air, peralatan medis, komunikasi, serta perlengkapan pendukung lainnya. (nul)









