- Polres Cirebon Kota Tindaklanjuti Laporan Masyarakat Terkait Dugaan Peredaran Obat Keras Terbatas
- Suhu Palu Tembus 34,7 Derajat, Wagub Ajak Masyarakat Lebih Peduli Perubahan Iklim
- Palu Catat Suhu Maksimum 35 Derajat, Jadi Wilayah Terpanas Kedua di RI
- 50 Huntara Mulai Dibangun untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Akbar Supratman Salurkan Ribuan Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Dalam Sepekan, Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Capai 1.318 Kali
- PTN dan PTS se-Sulteng Bangun Kolaborasi Mitigasi Bencana Berbasis Riset
- Resmi Terpilih, Dua Pelajar Asal Bangkep dan Palu Wakili Sulteng Jadi Calon Paskibraka Nasional 2026
- Enam Hari Pascagempa M 6,7, Gempa Susulan di Sulteng Tembus 1.256 Kali
- Sensus Ekonomi 2026 Digelar, Masyarakat Sulteng Diajak Beri Data Akurat
Mau Melaut? BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi Hingga 2,5 Meter di Perairan Sulteng

Keterangan Gambar : Informasi peringatan dini gelombang tinggi di perairan Sulawesi Tengah. (Foto: BMKG Stasiun Meteorologi Mutiara Sis Al Jufri Palu/ig @cuaca_sulteng)
Likeindonesia.com, Palu - Buat warga pesisir dan nelayan yang berencana melaut, ada baiknya lebih waspada. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di sejumlah perairan Sulawesi Tengah.
Peringatan ini disampaikan oleh BMKG Stasiun Meteorologi Mutiara Sis Al Jufri Palu dan berlaku mulai 15 Januari 2026 pukul 08.00 WITA hingga 18 Januari 2026 pukul 08.00 WITA.
Baca Lainnya :
- Data BPS: Orang Indonesia Lebih Pilih Liburan ke Wisata Alam Dibanding Mal atau Wahana
- PLN Pulihkan Jaringan Listrik Terdampak Banjir dan Longsor di Sekitar GI Tawaeli
- WALHI Sulteng Soroti Banjir Donggala, Tata Ruang Dinilai Rusak
- Sekuriti Toko Bintang Gasak Brankas Tempatnya Bekerja, Polisi Tangkap Pelaku
- Wakil Ketua MPR Terima Audiensi Kepala Daerah se-Sulteng, Pastikan Manfaat Program Sampai ke Rakyat
BMKG menjelaskan, kondisi cuaca di Sulawesi Tengah secara umum cerah berawan, namun masih berpotensi terjadi hujan ringan hingga sedang pada siang dan malam hari. Arah angin umumnya bergerak dari Barat Laut hingga Timur dengan kecepatan 5–20 knot.
"Kecepatan angin maksimum berada di Perairan Timur Banggai, Perairan Banggai Kepulauan, Perairan Banggai Laut, Perairan Teluk Tomini Utara Banggai, Perairan Teluk Tomini Timur Parigi Moutong, Perairan Buol, dan Perairan Teluk Tomini," jelas BMKG Stasiun Meteorologi Mutiara Sis Al Jufri Palu dalam rilisnya, dikutip Kamis (15/1/2026).
Sementara itu, tinggi gelombang 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di Perairan Timur Banggai, Perairan Banggai Laut, Teluk Tomini Utara Banggai, Perairan Kepulauan Tojo Una-Una, Teluk Tomini, Perairan Teluk Donggala–Palu, Perairan Buol, serta Teluk Tomini Selatan Parigi Moutong.
BMKG mengingatkan kondisi ini berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Perahu nelayan berpotensi terdampak jika kecepatan angin mencapai 15 knot dengan tinggi gelombang 1,25 meter, sementara kapal tongkang berisiko saat kecepatan angin mencapai 16 knot dengan tinggi gelombang 1,5 meter.










