- Ingin Lepas Status WNI? Kini Dikenai Biaya Rp5 Juta Berdasarkan PP Terbaru
- Aktivitas Gempa di Sulteng Terus Menurun, Kini Kurang dari 200 Kali dalam Sepekan
- Siap-Siap! 33 Juta Keluarga Bakal Dapat Beras Gratis 30 Kg Mulai Agustus
- Makin Irit! Pertamina Turunkan Harga Tabung Bright Gas 12 Kg dan 5,5 Kg
- Program Berani Panen Raya Dikebut, Produktivitas Padi Sulteng Ditargetkan 6 Ton per Hektare
- Pemerintah Tetapkan Harga Khusus Solar bagi Nelayan, Kini Rp15 Ribu per Liter
- DPR RI Tinjau Sekolah Rakyat di Palu, 183 Anak Kurang Mampu Kini Dapat Akses Pendidikan
- Melaut Saat Cuaca Buruk, Nelayan di Banggai Laut Hilang Kontak
- Kurs Rupiah Melemah, Biaya Haji 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp107,3 Juta
- Mendagri Tegaskan Pemda Tak Boleh Rumahkan PPPK karena Alasan Anggaran
Nelayan Buol Temukan 15 WNA Filipina Terdampar di Laut Selama 13 Hari
.jpg)
Keterangan Gambar : Sebanyak 15 WNA ditemukan terdampar di laut dan berhasil diselamatkan nelayan Kelurahan Buol, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, Kamis (22/1/2026). (Foto: IST)
Likeindonesia.com, Buol - Sebanyak 15 warga negara asing (WNA) ditemukan terdampar di laut dan berhasil diselamatkan nelayan Kelurahan Buol, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.
Seluruh WNA tersebut tiba di Dermaga Poyapi, Kelurahan Buol, Kamis (22/1/2026) sekitar pukul 18.00 Wita.
Baca Lainnya :
- Omzet Usaha Perdagangan Sulteng Terbesar Kedua di Sulawesi, Tembus Rp 25,3 Miliar
- Pemprov Sulteng Matangkan Skema Bantuan Pendidikan Berani Cerdas 2026
- 17 Peserta Ikuti Seleksi Petugas Haji Daerah 2026 di Sulawesi Tengah
- Buku Cerita Anak Berbahasa Kaili dari Sulteng, Rahasia Ira ri Sapo Namomo Hadir di Kemendikdasmen
- BMKG Rilis Peringatan Dini Hujan Tiga Hari, Sejumlah Wilayah Sulteng Berstatus Waspada
Penemuan bermula saat seorang nelayan bernama Moh Rusman melaut pada Kamis pagi sekitar pukul 08.00 Wita.
Di tengah laut, sekitar 72 mil dari Dermaga Poyapi, ia mendapati sebuah perahu yang membawa 15 orang dalam kondisi terombang-ambing.
Nelayan tersebut kemudian memindahkan seluruh penumpang ke perahunya dan menarik perahu yang rusak menuju daratan.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 10 jam, rombongan tiba di Dermaga Poyapi pada sore hari.
Selanjutnya, ke-15 WNA itu ditampung sementara di rumah warga sekitar dermaga.
Berdasarkan keterangan sementara, para WNA tersebut merupakan warga Filipina yang sebelumnya bekerja di wilayah Sampurna, Sabah, Malaysia, dan hendak kembali ke Filipina.
Namun, perahu yang mereka gunakan mengalami kerusakan akibat diterjang gelombang, sehingga mereka terombang-ambing di laut selama kurang lebih 13 hari sebelum akhirnya ditemukan nelayan.
Dari total 15 orang yang diselamatkan, terdiri atas satu laki-laki dewasa, enam perempuan dewasa, enam anak perempuan, serta dua anak laki-laki.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Kepolisian Resor Buol mendatangi lokasi penemuan di Dermaga Poyapi dan melakukan koordinasi dengan instansi terkait, di antaranya TNI AL, BPBD, serta pemerintah daerah.
Seluruh WNA kemudian dievakuasi ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.
Polisi juga melakukan pendataan identitas masing-masing WNA serta pengamanan di sekitar dermaga yang menjadi lokasi penampungan sementara. (Rul/Nl)










