BMKG Rilis Peringatan Dini Hujan Tiga Hari, Sejumlah Wilayah Sulteng Berstatus Waspada

By Inul Irfani 20 Jan 2026, 13:05:51 WIB Iklim
BMKG Rilis Peringatan Dini Hujan Tiga Hari, Sejumlah Wilayah Sulteng Berstatus Waspada

Keterangan Gambar : Pemantauan cuaca di kantor Stasiun Meteorologi Mutiara SIS Al Jufrie Palu. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)


Likeindonesia.com, Palu – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini cuaca berupa potensi hujan tiga hari ke depan di wilayah Sulawesi Tengah.


Peringatan ini berlaku mulai 21 hingga 23 Januari 2026, dengan sejumlah daerah masuk dalam level waspada hujan intensitas sedang hingga lebat.

Baca Lainnya :


Berdasarkan rilis Stasiun Meteorologi Mutiara SIS Al Jufrie Palu, pada Rabu, 21 Januari 2026, status waspada ditetapkan untuk wilayah Poso, Buol, Morowali, dan Donggala.


Sementara itu, tidak terdapat wilayah yang masuk dalam kategori siaga maupun awas pada hari tersebut. 


Memasuki Kamis, 22 Januari 2026, potensi hujan sedang hingga lebat meluas ke wilayah Poso, Morowali, Morowali Utara, Tolitoli, dan Buol. 


BMKG masih belum menetapkan status siaga dan awas untuk seluruh wilayah Sulawesi Tengah pada hari itu.


Pada Jumat, 23 Januari 2026, wilayah yang berpotensi terdampak hujan intensitas sedang hingga lebat meliputi Kabupaten Poso, Morowali Utara, dan Tojo Una-Una. 


Sama seperti dua hari sebelumnya, kategori siaga dan awas masih nihil.


BMKG menjelaskan bahwa peringatan dini ini didasarkan pada nilai akumulasi curah hujan harian tertinggi dalam satu kota atau kabupaten.


Wilayah-wilayah yang masuk dalam daftar waspada berpotensi terdampak bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, serta pohon tumbang akibat cuaca ekstrem.


Peringatan dini hujan tiga harian ini memperkuat prakiraan sebelumnya yang menyebutkan bahwa Sulawesi Tengah tengah berada pada puncak musim hujan pada Desember 2025 hingga Januari 2026.


Kondisi atmosfer, termasuk dinamika angin dan aktivitas sistem cuaca regional, berkontribusi terhadap peningkatan curah hujan di sebagian besar wilayah.


BMKG sebelumnya juga memprediksi curah hujan di Sulawesi Tengah berada pada kategori menengah hingga tinggi, dengan potensi hujan yang dapat memicu bencana hidrometeorologi, terutama di daerah rawan banjir dan longsor. 


Oleh karena itu, masyarakat di wilayah yang masuk dalam peringatan dini diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan serta memperhatikan perkembangan informasi cuaca secara berkala. (Rul/Nl)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.