- Ketua DPRD se-Sulteng Dorong Penguatan Sinergi Pembangunan Daerah
- 459 Ton Durian Sulteng Diekspor ke Tiongkok, Digadang Jadi Ikon Baru Nasional
- Pemerintah Buka 35 Ribu Loker KDKMP dan KNMP, Pelamar yang Lolos Jadi Pegawai BUMN
- Ketika Pemerintah Daerah Menyewa Influencer, Sebuah Jalan Pintas?
- Ketua DPRD Kota Palu Ikuti Retret Ketua DPRD se-Indonesia di Akmil Magelang
- Gubernur Anwar Hafid Ungkap Rencana Alun-alun Ikonik di Palu, Konsepnya Mirip Halaman Istana Negara
- Nambaso Fest 2026 Resmi Dibuka, Digelar Meriah Tanpa Membebani Anggaran Daerah
- HUT ke-62 Sulteng, Gubernur Tekankan Pemerataan Kesejahteraan di Seluruh Daerah
- Turun Langsung ke Desa Dalaka, Gubernur Sulteng Tancap Gas Perbaiki Jalan dan Layanan Warga
- Liga 4 Piala Gubernur Sulteng Resmi Bergulir, Talenta Muda Didorong Berprestasi Lewat Sepak Bola
Konflik Asmara dan Judol Diduga Jadi Penyebab Bundir Seorang Mahasiswa di Palu

Keterangan Gambar : Polresta Palu memasang garis polisi di TKP. (Foto: IST)
Likeindonesia.com, PALU – Seorang mahasiswa diduga mengakhiri hidupnya dan ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di Jalan Padat Karya I, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Jumat (16/1/2026). Korban diduga mengalami tekanan akibat konflik asmara dan persoalan judi online.
Korban berinisial A (19) pertama kali ditemukan oleh rekan-rekan kos sekitar pukul 17.00 Wita. Sebelum kejadian, sejumlah saksi mengaku sempat mendengar pertengkaran antara korban dan kekasihnya di dalam kamar kos.
Baca Lainnya :
- Rembuk Pemuda Sulteng, KPA, dan Kampus Berkolaborasi Tanam 1.000 Mangrove di Pantai Dupa Layana
- Anwar Hafid Dorong Budidaya Ikan Air Tawar Perluas Program Berani Tangkap Banyak
- Baznas Sulteng Salurkan Zakat Lewat Sunat Massal dan Bantuan Sosial untuk Dhuafa
- BMKG: Gelombang Sedang Berpotensi Terjadi di Teluk Palu, Perairan Terbuka Bisa Capai 4 Meter
- Gelombang Tinggi Pengaruhi Aktivitas Nelayan di Pesisir Palu
Saksi utama berinisial N (20), yang merupakan kekasih korban, menerangkan bahwa pertengkaran dipicu persoalan pribadi yang berujung pada keputusan untuk mengakhiri hubungan. Ketegangan tersebut diduga memengaruhi kondisi emosional korban sebelum ditemukan meninggal dunia.
Saksi lain berinisial R (23) dan U (23) mengaku mendengar keributan dari kamar korban pada sore hari. Karena korban tidak memberikan respons dan situasi dinilai mencurigakan, keduanya kemudian memeriksa kamar kos dan menemukan korban telah meninggal dunia. Peristiwa tersebut selanjutnya dilaporkan kepada pihak kepolisian.
Sementara itu, saksi berinisial AS (26) menyebut korban kerap terlibat pertengkaran dengan kekasihnya akibat persoalan hubungan dan masalah ekonomi. Berdasarkan keterangannya, korban diduga memiliki kebiasaan bermain judi online dan beberapa kali meminta uang kepada kekasihnya, yang kemudian memicu konflik berulang.
Petugas Unit Identifikasi Polresta Palu yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) menemukan sejumlah barang bukti berupa sebilah pisau, sebuah obeng, serta pakaian korban yang berlumuran darah. Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan satu luka tusuk di bagian bawah perut korban.
Kapolresta Palu, Kombes Pol. Hari Rosena, melalui Kapolsek Mantikulore menyatakan bahwa pihak kepolisian masih mendalami kasus tersebut secara menyeluruh.
“Hari ini kami telah melakukan olah TKP secara profesional dan mengamankan sejumlah barang bukti untuk memastikan penyebab pasti kematian korban,” ujar Kapolsek Mantikulore, Iptu Andi Rampewali, Selasa (20/1/2026).
Ia menambahkan, kepolisian akan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memberikan dukungan kepada keluarga korban serta mengedukasi masyarakat terkait pentingnya komunikasi dan perhatian terhadap kondisi emosional.
“Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kepedulian dan komunikasi antarsesama, terutama di kalangan generasi muda,” tambahnya.
Jenazah korban telah dievakuasi untuk kepentingan pemeriksaan lanjutan, sementara proses penyelidikan dipastikan dilakukan secara profesional dan humanis. (BIM/Nl)










