- Aktivitas Gempa di Sulteng Terus Menurun, Kini Kurang dari 200 Kali dalam Sepekan
- Siap-Siap! 33 Juta Keluarga Bakal Dapat Beras Gratis 30 Kg Mulai Agustus
- Makin Irit! Pertamina Turunkan Harga Tabung Bright Gas 12 Kg dan 5,5 Kg
- Program Berani Panen Raya Dikebut, Produktivitas Padi Sulteng Ditargetkan 6 Ton per Hektare
- Pemerintah Tetapkan Harga Khusus Solar bagi Nelayan, Kini Rp15 Ribu per Liter
- DPR RI Tinjau Sekolah Rakyat di Palu, 183 Anak Kurang Mampu Kini Dapat Akses Pendidikan
- Melaut Saat Cuaca Buruk, Nelayan di Banggai Laut Hilang Kontak
- Kurs Rupiah Melemah, Biaya Haji 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp107,3 Juta
- Mendagri Tegaskan Pemda Tak Boleh Rumahkan PPPK karena Alasan Anggaran
- Aktivitas Gempa di Sulteng Menurun, BMKG Catat 282 Kejadian dalam Sepekan
Konflik Asmara dan Judol Diduga Jadi Penyebab Bundir Seorang Mahasiswa di Palu

Keterangan Gambar : Polresta Palu memasang garis polisi di TKP. (Foto: IST)
Likeindonesia.com, PALU – Seorang mahasiswa diduga mengakhiri hidupnya dan ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di Jalan Padat Karya I, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Jumat (16/1/2026). Korban diduga mengalami tekanan akibat konflik asmara dan persoalan judi online.
Korban berinisial A (19) pertama kali ditemukan oleh rekan-rekan kos sekitar pukul 17.00 Wita. Sebelum kejadian, sejumlah saksi mengaku sempat mendengar pertengkaran antara korban dan kekasihnya di dalam kamar kos.
Baca Lainnya :
- Rembuk Pemuda Sulteng, KPA, dan Kampus Berkolaborasi Tanam 1.000 Mangrove di Pantai Dupa Layana
- Anwar Hafid Dorong Budidaya Ikan Air Tawar Perluas Program Berani Tangkap Banyak
- Baznas Sulteng Salurkan Zakat Lewat Sunat Massal dan Bantuan Sosial untuk Dhuafa
- BMKG: Gelombang Sedang Berpotensi Terjadi di Teluk Palu, Perairan Terbuka Bisa Capai 4 Meter
- Gelombang Tinggi Pengaruhi Aktivitas Nelayan di Pesisir Palu
Saksi utama berinisial N (20), yang merupakan kekasih korban, menerangkan bahwa pertengkaran dipicu persoalan pribadi yang berujung pada keputusan untuk mengakhiri hubungan. Ketegangan tersebut diduga memengaruhi kondisi emosional korban sebelum ditemukan meninggal dunia.
Saksi lain berinisial R (23) dan U (23) mengaku mendengar keributan dari kamar korban pada sore hari. Karena korban tidak memberikan respons dan situasi dinilai mencurigakan, keduanya kemudian memeriksa kamar kos dan menemukan korban telah meninggal dunia. Peristiwa tersebut selanjutnya dilaporkan kepada pihak kepolisian.
Sementara itu, saksi berinisial AS (26) menyebut korban kerap terlibat pertengkaran dengan kekasihnya akibat persoalan hubungan dan masalah ekonomi. Berdasarkan keterangannya, korban diduga memiliki kebiasaan bermain judi online dan beberapa kali meminta uang kepada kekasihnya, yang kemudian memicu konflik berulang.
Petugas Unit Identifikasi Polresta Palu yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) menemukan sejumlah barang bukti berupa sebilah pisau, sebuah obeng, serta pakaian korban yang berlumuran darah. Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan satu luka tusuk di bagian bawah perut korban.
Kapolresta Palu, Kombes Pol. Hari Rosena, melalui Kapolsek Mantikulore menyatakan bahwa pihak kepolisian masih mendalami kasus tersebut secara menyeluruh.
“Hari ini kami telah melakukan olah TKP secara profesional dan mengamankan sejumlah barang bukti untuk memastikan penyebab pasti kematian korban,” ujar Kapolsek Mantikulore, Iptu Andi Rampewali, Selasa (20/1/2026).
Ia menambahkan, kepolisian akan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memberikan dukungan kepada keluarga korban serta mengedukasi masyarakat terkait pentingnya komunikasi dan perhatian terhadap kondisi emosional.
“Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kepedulian dan komunikasi antarsesama, terutama di kalangan generasi muda,” tambahnya.
Jenazah korban telah dievakuasi untuk kepentingan pemeriksaan lanjutan, sementara proses penyelidikan dipastikan dilakukan secara profesional dan humanis. (BIM/Nl)










