Baznas Sulteng Salurkan Zakat Lewat Sunat Massal dan Bantuan Sosial untuk Dhuafa

By Inul Irfani 17 Jan 2026, 16:02:13 WIB Daerah
Baznas Sulteng Salurkan Zakat Lewat Sunat Massal dan Bantuan Sosial untuk Dhuafa

Keterangan Gambar : Ketua Baznas Sulawesi Tengah, Hatamuddin Tamrin saat ditemui wartawan, Sabtu (17/1/2026). (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)


Likeindonesia.com, Palu – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Sulawesi Tengah memaknai peringatan Hari Ulang Tahun ke-25 dengan menyalurkan berbagai bantuan sosial kepada masyarakat dhuafa.


Alih-alih menggelar kegiatan seremonial, Baznas memilih fokus pada pemanfaatan zakat yang langsung menyentuh kebutuhan warga.

Baca Lainnya :


Rangkaian kegiatan sosial yang digelar meliputi sunat massal gratis, pemeriksaan kesehatan, serta pembagian paket sembako kepada 350 mustahik. 


Selain itu, Baznas juga menyalurkan bantuan pendidikan, jaminan kesehatan, hingga bantuan bagi penyandang disabilitas.


Ketua Baznas Sulawesi Tengah, Hatamuddin Tamrin, mengatakan peringatan HUT kali ini dilaksanakan secara sederhana dengan menitikberatkan pada manfaat bagi masyarakat.


“Kami melaksanakan Hari Ulang Tahun ke-25 ini sesederhana mungkin tapi bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Hatamuddin diwawancarai media ini, Sabtu (17/1) pagi. 


Menurut Hatamuddin, berbagai bantuan yang disalurkan difokuskan untuk warga yang benar-benar membutuhkan. 


Program yang diberikan mencakup bantuan sembako, layanan sunat massal, bantuan biaya pendidikan, hingga bantuan sosial lainnya. 


Ia menegaskan, Baznas memastikan seluruh penerima manfaat telah melalui proses pendataan.


Hatamuddin menjelaskan, pendataan dilakukan untuk memastikan bantuan tidak tumpang tindih dengan program pemerintah. 


“Yang tentunya yang diberikan bantuan ini yang tidak tersentuh oleh pemerintah,” katanya.


Baznas Sulawesi Tengah juga menyalurkan beasiswa pendidikan kepada 104 penerima yang terdiri dari 18 siswa SMP, 37 siswa SMA, dan 49 mahasiswa strata satu. 


Selain itu, bantuan iuran BPJS Kesehatan diberikan kepada masyarakat dhuafa, termasuk bagi warga yang selama ini belum memiliki jaminan kesehatan.


Selain sektor pendidikan dan kesehatan, Baznas turut menyalurkan bantuan kepada 60 penyandang disabilitas sebagai bagian dari upaya perlindungan sosial berbasis zakat.


Hatamuddin menambahkan, pihaknya memastikan data penerima telah diverifikasi agar bantuan tepat sasaran.


Ia menyebut masih banyak warga yang membutuhkan perhatian. 


“Kami sudah data bahwa tidak akan double, karena masih banyak kita punya warga yang belum tersentuh,” ujarnya.


Ia menuturkan, seluruh rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Baznas yang dijalankan secara berkelanjutan. 


Program tersebut selaras dengan sejumlah program prioritas Baznas yang bertujuan memperluas jangkauan manfaat zakat di daerah.


Melalui pendekatan ini, Baznas berharap zakat tidak hanya menjadi kewajiban ibadah, tetapi juga berperan sebagai instrumen penguatan kesejahteraan dan perlindungan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan. (Rul/Nl)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.