- Viral Juri Cerdas Cermat Salahkan Jawaban Benar, Wakil Ketua MPR Minta Maaf
- 62 Pasangan di Palu Kini Punya Legalitas Resmi Usai Ikut Isbat Nikah Massal
- Kabur Lintas Kota, Pendiri Ponpes Tersangka Pemerkosaan Akhirnya Ditangkap
- Ribuan Calon Jemaah Haji Sulteng Mulai Diberangkatkan ke Tanah Suci
- Didominasi Anak Muda, Penduduk Sulteng Mayoritas Berasal dari Gen Z
- Wajib Belajar 12 Tahun, Anak Putus Sekolah Kini Ditangani lewat Perpres Baru
- Pertamina Resmi Naikkan Harga BBM Non Subsidi, Dexlite Tembus Rp26 Ribu Per Liter
- Gubernur Sulteng Ingatkan Perusahaan untuk Tidak Abaikan Keselamatan Pekerja
- Hardiknas 2026, Pemerintah Dorong Penerapan Deep Learning di Satuan Pendidikan
- Pembayaran Honorer di Sulteng Ditarget Tertib dan Merata, Gubernur Pastikan Tanpa Ketimpangan
Dukung Ketahanan Pangan, Panen Raya Ditjenpas Sulteng Tembus Satu Ton

Keterangan Gambar : Panen raya komoditas pertanian dilaksanakan di Kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas IIA Palu, Kabupaten Sigi, Kamis (15/1/2026). (Foto: Ist)
Likeindonesia.com, Sigi – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah mencatatkan hasil panen raya komoditas pertanian dengan total produksi menembus satu ton.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan ketahanan pangan dan dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Baca Lainnya :
- Pemprov Sulteng Rampungkan Pembentukan 1.981 Koperasi Merah Putih
- Mau Melaut? BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi Hingga 2,5 Meter di Perairan Sulteng
- Data BPS: Orang Indonesia Lebih Pilih Liburan ke Wisata Alam Dibanding Mal atau Wahana
- PLN Pulihkan Jaringan Listrik Terdampak Banjir dan Longsor di Sekitar GI Tawaeli
- Sekuriti Toko Bintang Gasak Brankas Tempatnya Bekerja, Polisi Tangkap Pelaku
Panen raya dilaksanakan di Kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas IIA Palu, Kabupaten Sigi, Kamis (15/1/2026), dan diikuti jajaran pemasyarakatan di seluruh Indonesia secara serentak.
Kepala Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan implementasi dari 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan sekaligus mendukung program Presiden Republik Indonesia di sektor ketahanan pangan.
“Hari ini kami melaksanakan ketahanan pangan bagian dari program 15 aksi Menteri Imigrasi Pemasyarakatan dan juga mendukung program Presiden Republik Indonesia,” kata Bagus.
Ia menegaskan, ketahanan pangan memiliki posisi strategis karena tidak dapat tergantikan oleh perkembangan teknologi apa pun.
Menurutnya, kebutuhan pangan menjadi faktor penentu dalam menjaga stabilitas negara.
“Kebutuhan pangan itu sangat penting bagi masyarakat Indonesia, bagi negara karena begini, kalau negara dalam keadaan caos, logistik itu sangat menentukan,” ujarnya.
Bagus menjelaskan, hasil panen tersebut akan diserap untuk mendukung pasokan MBG melalui kerja sama dengan pihak ketiga penyedia bahan makanan. Lapas berupaya menjadi salah satu penyangga suplai, meski tidak sepenuhnya memenuhi kebutuhan nasional.
“Nah untuk itu apalagi pengambilan Presiden dengan MBG, pasokan MBG itu harus ada yang menyuplai, kami berusaha menjadi penyangganya,” ucap Bagus.
Di Sulawesi Tengah, panen dilakukan pada lahan seluas 18.407 meter persegi dengan total estimasi hasil mencapai 1.003 kilogram dari 12 komoditas pertanian. Produksi tersebut merupakan akumulasi hasil pertanian dari 14 Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan di wilayah Sulawesi Tengah.
Selain untuk mendukung MBG, hasil panen juga memiliki nilai ekonomi.
Bagus menyebutkan, hasil penjualan panen akan disalurkan sebagai bantuan bagi korban bencana alam di wilayah Sumatra.
“Hasilnya kami jual sesuai dengan kesepakatan dengan Pak Menteri, jumlah estimasi yang ada di kami adalah sekitar 7 jutaan, mungkin akan kami naikkan menjadi 10 juta, kami sumbangkan kepada saudara-saudara kita yang mendapat musibah di Aceh, Sumbar, dan Sumbar,” katanya.
Sebelumnya, Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah juga telah mencatat produksi pertanian warga binaan berupa jagung dan cabai dengan total sekitar 700 kilogram dari seluruh UPT pemasyarakatan.
Ke depan, Ditjenpas Sulawesi Tengah akan mengembangkan program ketahanan pangan dengan menggandeng Dinas Pertanian dan Pangan, termasuk rencana pengembangan peternakan ayam dan budidaya ikan.
“Ke depan kami menggandeng Dinas Pertanian Pangan untuk membuat peternakan ayam dan kolam ikan karena beberapa MBG datang ke kami untuk minta bantuan,” pungkas Bagus.***




.jpg)





