- Curi AC di Balaroa dan Ujuna, Residivis Ditangkap Polsek Palu Barat
- FR Cup Volleyball Tournament 2026 Resmi Berakhir, Fathur Razaq: Bukan Ending, Tapi Beginning
- Menaker Larang Lowongan Kerja Cantumkan Syarat Good Looking dan Usia
- Soal Pajak Rumah Kontrakan, Purbaya Tegaskan Tak Ada Pajak Baru
- Pengguna Pertalite Akan Dibatasi Mulai Akhir Tahun, Pemerintah Tegaskan Motor Tak Terdampak
- Durian Vulcano Indonesia Didorong Jadi Brand Durian Sulteng untuk Pasar Dunia
- Durian Beku Sulteng Laris di China, Ekspor Capai 7.344 Ton
- Rp18,9 Triliun Cair ke 546 Pemda, Buat Bayar Gaji PPPK
- Terungkap Setelah Dua Tahun Hilang, Paramitha Dibunuh Sopir Travel saat Perjalanan ke Morowali
- Perkembangan Kasus Pembunuhan Keluarga di Duyu, 9 Saksi Diperiksa dan Pelaku Masih Diburu Polisi
Dukung Ketahanan Pangan, Panen Raya Ditjenpas Sulteng Tembus Satu Ton

Keterangan Gambar : Panen raya komoditas pertanian dilaksanakan di Kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas IIA Palu, Kabupaten Sigi, Kamis (15/1/2026). (Foto: Ist)
Likeindonesia.com, Sigi – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah mencatatkan hasil panen raya komoditas pertanian dengan total produksi menembus satu ton.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan ketahanan pangan dan dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Baca Lainnya :
- Pemprov Sulteng Rampungkan Pembentukan 1.981 Koperasi Merah Putih
- Mau Melaut? BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi Hingga 2,5 Meter di Perairan Sulteng
- Data BPS: Orang Indonesia Lebih Pilih Liburan ke Wisata Alam Dibanding Mal atau Wahana
- PLN Pulihkan Jaringan Listrik Terdampak Banjir dan Longsor di Sekitar GI Tawaeli
- Sekuriti Toko Bintang Gasak Brankas Tempatnya Bekerja, Polisi Tangkap Pelaku
Panen raya dilaksanakan di Kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas IIA Palu, Kabupaten Sigi, Kamis (15/1/2026), dan diikuti jajaran pemasyarakatan di seluruh Indonesia secara serentak.
Kepala Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan implementasi dari 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan sekaligus mendukung program Presiden Republik Indonesia di sektor ketahanan pangan.
“Hari ini kami melaksanakan ketahanan pangan bagian dari program 15 aksi Menteri Imigrasi Pemasyarakatan dan juga mendukung program Presiden Republik Indonesia,” kata Bagus.
Ia menegaskan, ketahanan pangan memiliki posisi strategis karena tidak dapat tergantikan oleh perkembangan teknologi apa pun.
Menurutnya, kebutuhan pangan menjadi faktor penentu dalam menjaga stabilitas negara.
“Kebutuhan pangan itu sangat penting bagi masyarakat Indonesia, bagi negara karena begini, kalau negara dalam keadaan caos, logistik itu sangat menentukan,” ujarnya.
Bagus menjelaskan, hasil panen tersebut akan diserap untuk mendukung pasokan MBG melalui kerja sama dengan pihak ketiga penyedia bahan makanan. Lapas berupaya menjadi salah satu penyangga suplai, meski tidak sepenuhnya memenuhi kebutuhan nasional.
“Nah untuk itu apalagi pengambilan Presiden dengan MBG, pasokan MBG itu harus ada yang menyuplai, kami berusaha menjadi penyangganya,” ucap Bagus.
Di Sulawesi Tengah, panen dilakukan pada lahan seluas 18.407 meter persegi dengan total estimasi hasil mencapai 1.003 kilogram dari 12 komoditas pertanian. Produksi tersebut merupakan akumulasi hasil pertanian dari 14 Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan di wilayah Sulawesi Tengah.
Selain untuk mendukung MBG, hasil panen juga memiliki nilai ekonomi.
Bagus menyebutkan, hasil penjualan panen akan disalurkan sebagai bantuan bagi korban bencana alam di wilayah Sumatra.
“Hasilnya kami jual sesuai dengan kesepakatan dengan Pak Menteri, jumlah estimasi yang ada di kami adalah sekitar 7 jutaan, mungkin akan kami naikkan menjadi 10 juta, kami sumbangkan kepada saudara-saudara kita yang mendapat musibah di Aceh, Sumbar, dan Sumbar,” katanya.
Sebelumnya, Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah juga telah mencatat produksi pertanian warga binaan berupa jagung dan cabai dengan total sekitar 700 kilogram dari seluruh UPT pemasyarakatan.
Ke depan, Ditjenpas Sulawesi Tengah akan mengembangkan program ketahanan pangan dengan menggandeng Dinas Pertanian dan Pangan, termasuk rencana pengembangan peternakan ayam dan budidaya ikan.
“Ke depan kami menggandeng Dinas Pertanian Pangan untuk membuat peternakan ayam dan kolam ikan karena beberapa MBG datang ke kami untuk minta bantuan,” pungkas Bagus.***



.jpg)






