- Tips Memilih Restoran untuk Makan Bersama Saat di Pusat Perbelanjaan
- Dua Hari Tak Berangkat Kerja, Perempuan 29 Tahun Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Tondo
- Jemaah Haji Sulteng Diusulkan Tak Lagi Menginap di Balikpapan pada 2027
- Hampir 4 Ribu Orang di Sulteng Tercatat Positif HIV, Hanya 57 Persen Jalani Pengobatan
- Jaga Kelestarian Ikan Endemik, DKP Sulteng Minta Penebaran Nila di Danau Poso Dievaluasi
- Awal Musim Hujan di Indonesia Tak Serentak, Sulteng Masuk Daerah yang Mulai Hujan Oktober
- Sulteng Jadi Tuan Rumah Tanwir Muhammadiyah, Presiden Prabowo Diagendakan Hadir
- Muhammadiyah Tekankan Karhutla Tak Boleh Dinormalisasi sebagai Bencana Tahunan
- Festival Tende Ditunda, Rencana Tabligh Akbar sebagai Pengganti Disambut Baik Wamenag
- Pemprov Sulteng Siapkan Pembangunan SMKN 1 Batui, 80 Siswa Dipastikan Tetap Lanjut Sekolah
Rembuk Pemuda Sulteng, KPA, dan Kampus Berkolaborasi Tanam 1.000 Mangrove di Pantai Dupa Layana

Keterangan Gambar : Sebanyak 1.000 bibit mangrove ditanam di kawasan Pantai Dupa Layana, Kota Palu, Sabtu (17/1/2025). (Foto: IST)
Likeindonesia.com, PALU – Rembuk Pemuda Sulawesi Tengah berkolaborasi dengan Komunitas Pecinta Alam (KPA) Khatulistiwa serta sejumlah organisasi kampus di Palu menggelar aksi penanaman 1.000 bibit mangrove di kawasan Pantai Dupa Layana, Kota Palu, Sabtu (17/1/2025).
Kegiatan ini menjadi wujud kerja bersama generasi muda dalam menjaga kawasan pesisir sekaligus memperkuat upaya pelestarian lingkungan di Sulawesi Tengah.
Baca Lainnya :
- Anwar Hafid Dorong Budidaya Ikan Air Tawar Perluas Program Berani Tangkap Banyak
- Baznas Sulteng Salurkan Zakat Lewat Sunat Massal dan Bantuan Sosial untuk Dhuafa
- BMKG: Gelombang Sedang Berpotensi Terjadi di Teluk Palu, Perairan Terbuka Bisa Capai 4 Meter
- Gelombang Tinggi Pengaruhi Aktivitas Nelayan di Pesisir Palu
- Dukung Ketahanan Pangan, Panen Raya Ditjenpas Sulteng Tembus Satu Ton
Aksi penanaman berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 11.00 WITA dan melibatkan pemuda serta relawan dari berbagai latar belakang. Sejumlah lembaga kemahasiswaan turut ambil bagian, di antaranya HIMAFI FMIPA Universitas Tadulako (Untad), HIMAFOR FT-UNISMUH, dan BEM FT-UNISMUH.
Penanaman mangrove dilakukan sebagai langkah untuk menekan risiko abrasi pantai, memulihkan ekosistem pesisir, serta memperkuat peran mangrove sebagai pelindung alami kawasan pantai.
Selain itu, mangrove juga berfungsi sebagai habitat biota laut dan berkontribusi dalam penyerapan emisi karbon guna mendukung upaya mitigasi perubahan iklim.
Koordinator Rembuk Pemuda Sulawesi Tengah, Muhammad Fathur Razaq, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab bersama generasi muda terhadap keberlanjutan wilayah pesisir.
“Penanaman mangrove ini bukan sekadar kegiatan simbolik, tetapi langkah nyata untuk menjaga pesisir dan masa depan Sulawesi Tengah. Kami berharap gerakan ini terus berlanjut dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk terlibat aktif dalam pelestarian lingkungan,” ujarnya.
Selain fokus pada penanaman, kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi sekaligus edukasi lingkungan bagi generasi muda. Peserta diajak memahami peran strategis mangrove dalam menghadapi dampak perubahan iklim serta menjaga keanekaragaman hayati laut.
Rembuk Pemuda Sulawesi Tengah berharap, aksi penanaman mangrove ini dapat berkembang menjadi gerakan berkelanjutan dan mendorong keterlibatan lebih luas dari masyarakat, komunitas, serta pemangku kepentingan dalam menjaga dan melestarikan kawasan pesisir di Sulawesi Tengah. (Nul)










