- Di Tengah Tekanan Inflasi, 5.000 Paket Sembako Disalurkan untuk Keluarga Desil 1-4 di Morowali Utara
- Muhammadiyah Terbitkan Maklumat Hadapi Kemarau dan Karhutla, Serukan Salat Istisqa hingga Muhasabah
- 8 Tahun Dikira Meninggal akibat Tsunami Palu, Jumaidin Tiba-tiba Pulang ke Kampung di Tojo Una-Una
- Tips Memilih Restoran untuk Makan Bersama Saat di Pusat Perbelanjaan
- Dua Hari Tak Berangkat Kerja, Perempuan 29 Tahun Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Tondo
- Jemaah Haji Sulteng Diusulkan Tak Lagi Menginap di Balikpapan pada 2027
- Hampir 4 Ribu Orang di Sulteng Tercatat Positif HIV, Hanya 57 Persen Jalani Pengobatan
- Jaga Kelestarian Ikan Endemik, DKP Sulteng Minta Penebaran Nila di Danau Poso Dievaluasi
- Awal Musim Hujan di Indonesia Tak Serentak, Sulteng Masuk Daerah yang Mulai Hujan Oktober
- Sulteng Jadi Tuan Rumah Tanwir Muhammadiyah, Presiden Prabowo Diagendakan Hadir
Palu Masuk Enam Besar Nasional Pengelolaan Sampah, Satu-satunya dari Sulawesi

Keterangan Gambar : Proses pengangkutan sampah oleh petugas di Palu. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Kota Palu masuk dalam enam besar nasional sebagai kabupaten/kota terbaik dalam sistem pengelolaan sampah pada peringatan Hari Bakti ke-80 Pekerjaan Umum (PU).
Capaian ini menjadikan Palu sebagai satu-satunya daerah dari Pulau Sulawesi yang berhasil menembus jajaran tersebut.
Baca Lainnya :
- Kuota Turun Jadi 1.753, Jumlah Kloter Haji Sulteng 2026 Ikut Terpangkas
- Pecatur Berprestasi Nasional Turun di Turnamen Lokal, Rhezki Pratama Curi Perhatian di Piala Salumbo
- Fasilitas Peringatan Dini Tsunami di Palu Rusak, Kabel Sirine Hilang Dicuri
- Masjid Raya Baitul Khairaat Siap Difungsikan, Pemprov Siapkan Struktur Pengelola
- Jalani Proker SABASA, Mahasiswa KKN Untad Ubah Limbah Jadi Rupiah
Kepastian itu diketahui saat Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, menerima kunjungan tim penilai dan verifikasi lapangan di ruang kerjanya, Senin (24/11/2025).
Dalam pertemuan tersebut, wali kota menyampaikan keseriusan pemerintah daerah dalam membenahi persoalan persampahan yang sebelumnya menjadi sorotan.
"Komitmen kami jelas. Pokoknya kotor sedikit saya sanksi. Kita juga telah membentuk satgas-satgas untuk memastikan semua berjalan dengan baik,” tegas wali kota.
Ia menjelaskan, sejumlah kebijakan telah diterapkan untuk memperbaiki sistem pengelolaan sampah, mulai dari pembatasan penggunaan plastik hingga mendorong partisipasi masyarakat melalui berbagai gerakan peduli lingkungan.
"Alhamdulillah, bisa dilihat seperti apa Palu sekarang. Kalau ditanya kekurangan, Palu masih banyak kekurangannya, tetapi kita terus berusaha. Pengelolaan sampah harus dilakukan sebaik mungkin,” ujar wali Kota.
Selain kebijakan regulatif dan pelibatan masyarakat, Pemkot Palu juga telah menerapkan sistem sanitary landfill di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kawatuna.
Sistem ini dilakukan dengan menumpuk dan memadatkan sampah di area cekung, lalu menutupinya dengan lapisan tanah guna menekan dampak pencemaran lingkungan.
Ke depan, TPA Kawatuna juga direncanakan menjadi lokasi pembangunan fasilitas biogas melalui kerja sama dengan Pemerintah Jepang.
Saat ini, pemerintah Jepang telah menyetujui pembiayaan untuk tahap studi kelayakan sebelum proyek tersebut masuk ke tahap kontrak dan konstruksi.
Hasil akhir penilaian nasional pengelolaan sampah ini dijadwalkan akan diumumkan sekitar 3 Desember 2025.
Sementara itu, proses verifikasi lapangan dilanjutkan dengan peninjauan ke sejumlah titik, termasuk kunjungan langsung ke TPA Kawatuna bersama pejabat terkait Pemerintah Kota Palu. (Rul/Nl)










