- Resmi Diumumkan! Tunjangan Guru Naik, Non-ASN Jadi Rp 2 Juta dan ASN Setara Gaji Pokok
- Wagub Sulteng Lantik Dokter Ahli Utama, Dukung Transformasi RS Undata Berstandar Internasional
- DPRD Kota Palu Desak Pemkot Perkuat Koordinasi dalam Penyusunan Tata Ruang
- DPRD Palu Sahkan Hasil Evaluasi LKPJ 2025, 37 Rekomendasi Diserahkan ke Pemkot
- DPRD Palu Desak Pemkot Tuntaskan Masalah Lahan Tidur dan Air Bersih di Dua Kelurahan
- DPRD Palu Soroti Overkapasitas RS, Biaya Visum, dan Denda BPJS yang Bebani Warga
- Dari Huntap hingga Pajak Daerah, DPRD Palu Paparkan Hasil Kerja Caturwulan I
- 8 Rumah Sakit Swasta di Palu Terancam Tak Bisa Beroperasi, DPRD Soroti Masalah Perizinan
- Abdurahim Nasar Al-Amri Soroti Mandeknya RDTR, DPRD Palu Siap Koordinasi Ulang ke Pusat
- Ribuan Izin Usaha Tertolak, DPRD Kota Palu Cari Solusi Sengkarut Perizinan OSS yang Terkendala KBLI
Kuota Turun Jadi 1.753, Jumlah Kloter Haji Sulteng 2026 Ikut Terpangkas

Keterangan Gambar : Plt Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Tengah, Muchlis Aseng. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Kuota jemaah haji Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2026 mengalami penurunan signifikan.
Jika tahun sebelumnya mencapai 1.994 jemaah, tahun ini kuota resmi yang ditetapkan pemerintah pusat hanya 1.753 jemaah, atau berkurang sekitar 240 orang.
Baca Lainnya :
- Pecatur Berprestasi Nasional Turun di Turnamen Lokal, Rhezki Pratama Curi Perhatian di Piala Salumbo
- Fasilitas Peringatan Dini Tsunami di Palu Rusak, Kabel Sirine Hilang Dicuri
- Masjid Raya Baitul Khairaat Siap Difungsikan, Pemprov Siapkan Struktur Pengelola
- Jalani Proker SABASA, Mahasiswa KKN Untad Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Inspektorat Palu Telusuri Dugaan PPPK Siluman Lewat Verifikasi Regulasi dan Administrasi
Plt Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Tengah, Muchlis Aseng menjelaskan, penetapan tersebut mengacu pada sistem daftar tunggu atau waiting list yang telah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Haji dan Umrah.
Ia menyebut, pengurangan kuota ini juga berdampak pada jumlah kloter yang diproyeksikan untuk Sulawesi Tengah.
“Iya, karena pengurangan 240 itu hampir setara satu kuota kloter. Dengan jumlah itu, perhitungan pusat memproyeksikan 5,5 kloter. Bila suatu saat ada gabungan kloter, kemungkinan kita akan bergabung dengan Kalimantan Timur atau provinsi lain,” kata Muchlis diwawancarai di ruang kerjanya, Selasa (25/11) siang.
Ia menambahkan, penurunan kuota turut memengaruhi jumlah jemaah prioritas lansia. Tahun lalu, jemaah lansia prioritas mencapai 100 orang, sementara tahun ini hanya 88 orang.
Muchlis menjelaskan, lansia prioritas merupakan jemaah yang sebelumnya tidak masuk kuota, namun karena dikategorikan sebagai lansia, maka diprioritaskan untuk berangkat lebih awal.
Data tersebut sudah ditetapkan secara by name by address berdasarkan nomor porsi.
“Namanya juga sudah ada lengkap by name by address, dan semuanya berdasarkan nomor porsi yang masuk kategori lansia prioritas,” ujarnya.
Selain kuota jemaah, jumlah Petugas Haji Daerah atau PHD juga ikut berkurang. Tahun lalu PHD Sulawesi Tengah berjumlah 18 orang, sedangkan tahun ini hanya 11 orang.
Muchlis menuturkan, perhitungan tersebut disesuaikan dengan estimasi jumlah kloter yang akan diberangkatkan.
Menurutnya, satu kuota PHD dialokasikan untuk setiap dua kloter.
Dengan proyeksi 5,5 kloter, maka perhitungan pusat menetapkan total 11 PHD untuk Sulawesi Tengah tahun 2026.
Di tengah penurunan kuota, tahapan penyelenggaraan haji tetap berjalan.
Saat ini, proses pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji atau BPIH telah dibuka sejak 24 November hingga 23 Desember 2025 untuk tahap pertama, dan dilanjutkan tahap kedua pada 2 hingga 9 Januari 2026.
Muchlis mengatakan, hingga saat ini belum ada jemaah yang melakukan pelunasan karena masih menunggu proses istithaah kesehatan dan sempat terjadi kendala teknis koneksi sistem Siskohatkes dengan bank penerima setoran.
“Hari ini, alhamdulillah sudah lancar. Lazim memang, hari-hari pertama selalu ada gangguan teknis. Tapi itu tidak akan memengaruhi proses karena jemaah yang melunasi memang sudah diverifikasi sebelumnya bahwa mereka siap melunasi,” tutupnya. (Rul/Nl)










