- 428 Gempa Terjadi di Sulteng dalam Sepekan
- Bantuan untuk Korban Gempa di Sulteng Bertambah, PT Donggi Senoro LNG Serahkan Kasur hingga Selimut
- Tiga Wilayah Sulteng Diguncang Gempa pada 1 Juli, Terkuat di Sigi
- Ini Daerah dengan Pengeluaran Makanan dan Minuman Jadi Tertinggi di Sulteng, Palu dan Poso Teratas
- Harganas 2026, Orang Tua di Sulteng Diminta Bijak Dampingi Anak Gunakan Gawai
- Suhu Palu Tembus 34,7 Derajat, Wagub Ajak Masyarakat Lebih Peduli Perubahan Iklim
- Palu Catat Suhu Maksimum 35 Derajat, Jadi Wilayah Terpanas Kedua di RI
- 50 Huntara Mulai Dibangun untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Akbar Supratman Salurkan Ribuan Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Dalam Sepekan, Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Capai 1.318 Kali
PBSI Buol Dukung Pembinaan Lapas Leok, Pesan Piala Karya Warga Binaan

Keterangan Gambar : Penyerahan pesanan piala PBSI di bengkel kerja Lapas Leok, Rabu (15/10/2025). (Foto: Lapas Leok)
Likeindonesia.com, Buol - Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kabupaten Buol memesan piala hasil karya warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Leok sebagai bentuk dukungan terhadap program pembinaan kemandirian.
Kepala Lapas Kelas III Leok, Achmad Adrian, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan PBSI Buol terhadap hasil karya warga binaan.
Baca Lainnya :
- Masalah Lahan di Beberapa Wilayah Sulteng Mulai Terurai, Ini Kata Satgas PKA
- Bukan Palu, Bangkep dan Balut Jadi Daerah Paling Gemar Membaca di Sulteng
- Ahmad Ali Tetapkan Sulteng Sebagai Tuan Rumah Pertama Rakorwil PSI
- Wakil Ketua MPR Sambut Positif Pembangunan Pelabuhan Salakan di Bangkep
- YAMMI Tagih Janji Berani Gubernur Sulteng Hentikan Tambang Ilegal
“Terima kasih atas dukungan PBSI Kabupaten Buol yang telah mempercayakan produksi piala kepada warga binaan, kami berharap kerja sama ini dapat berlanjut pada kegiatan lainnya,” ujar Achmad dalam kegiatan penerimaan piala di bengkel kerja Lapas Leok, Rabu (15/10/2025).
Achmad menambahkan, kerja sama seperti ini sejalan dengan tujuan pembinaan kemandirian, yakni memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk mengembangkan potensi dan kesiapan diri sebelum kembali ke masyarakat.
Diketahui, pembuatan piala dilakukan oleh warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang telah mengikuti pelatihan keterampilan dan mendapat pendampingan dari petugas pembinaan.
Lapas Leok berencana untuk melanjutkan kerja sama dengan berbagai pihak serta meningkatkan kapasitas bengkel kerja agar produksi hasil karya warga binaan terus berkembang dan memiliki nilai ekonomi. (Nul/Nl)

.jpg)








