- UMKM Sulteng Mulai Didorong Go Global, Gerakan 1.000 Pelaku Usaha Ekspor Resmi Dideklarasikan
- Jokowi Dijadwalkan Sambangi Palu, Bakal Resmikan Kantor DPW PSI Sulteng
- Le Na Jodoh, ADISTA Tak Jadi Tampil di Konser HUT Kota Palu ke-48
- Pemerintah Siapkan Skema Kuliah Gratis di PTN, Pelaksanaan Akan Bertahap
- Makin Sedikit Warga Sulteng yang Fokus Mengurus Rumah Tangga, Jumlahnya Turun 61 Ribu
- 2,46% Rumah Tangga di Palu Masih Andalkan Air Hujan untuk Minum
- 40% Gen Z Pilih Nikah di KUA, Uang Lebih Diprioritaskan untuk Kehidupan Setelah Menikah
- Catat Jamnya! 25 September Ada Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Enam Wilayah Sulteng, Termasuk Palu
- Influenza Tipe A Super Flu Merebak di RI, Anak-Anak Paling Banyak Terinfeksi
- KONI Sulteng Dorong PBFI Tingkatkan Pembinaan dan Prestasi Atlet
Pemerintah Hapus Kredit Macet UMKM yang Terdampak Banjir Bandang di Sumatra

Keterangan Gambar : Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Kemenko Perekonomian)
Likeindonesia.com, Jakarta - Pemerintah memastikan penghapusan kredit macet bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang terdampak banjir bandang di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumtera Barat.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kebijakan ini bisa diberlakukan otomatis karena regulasinya sudah tersedia.
Baca Lainnya :
- Menpora Siapkan Bantuan Alat Olahraga untuk Korban Bencana di Sumatera
- Aktor Preman Pensiun, Epy Kusnandar, Tutup Usia
- Tukang Sapu TKA Cina di IMIP Digaji Hampir Rp19 Juta per Bulan
- Durasi Reels di Instagram Bertambah, Kini Bisa 20 Menit
- Sulteng Unggul di Sulawesi, Masuk Deretan Provinsi dengan Desa Maju Terbanyak
“Ya, nanti kan kita sudah memberikan relaksasi untuk UMKM. Regulasinya sudah ada dan itu bisa berlaku otomatis,” ujar Airlangga, Kamis (4/12/2025), dikutip dari CNNIndonesia.com.
Airlangga menyebut bencana banjir bandang dipastikan menekan pertumbuhan ekonomi di tiga provinsi tersebut.
Pemerintah juga tengah menyiapkan program perbaikan infrastruktur untuk mendukung pemulihan jangka panjang.
“Pertumbuhan (ekonomi) di daerah bencana dipastikan akan turun, yaitu Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat. Nah tentu kita prihatin dengan situasi yang ada, tentu akan ada program untuk perbaikan infrastruktur, ke depannya rehabilitasi,” katanya.
Hingga Kamis (3/12/2025), BNPB melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat banjir bandang ini meningkat menjadi 836 orang. Rinciannya, 325 korban di Aceh, 311 korban di Sumatera Utara, dan 200 korban di Sumatera Barat.
Jumlah korban hilang juga masih tinggi, yakni 170 orang di Aceh, 127 orang di Sumatera Utara, dan 221 orang di Sumatera Barat.
Secara keseluruhan, bencana ini berdampak pada 3,2 juta penduduk dan merusak lebih dari 10.400 rumah, ratusan fasilitas umum, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, hingga hampir 300 jembatan di tiga provinsi tersebut. (Nl/Nl)










