- Harga BBM Pertamina per 1 Juni Berubah, Pertamax Turbo Naik
- Sulteng Masuk Daerah Terbaik Pengendalian Inflasi di Sulawesi, Dapat Insentif Rp2 Miliar
- Palu dan Morowali Masuk Daerah Tujuan Migrasi Tertinggi di Sulteng
- Wakil Ketua MPR RI Akbar Supratman Sumbang Sapi Kurban di Masjid Raya Baitul Khairaat
- Kemendikdasmen Perbarui Kebijakan, Masuk SD Tak Lagi Harus Menunggu 7 Tahun
- Kendaraan di Palu Kini Wajib Menggunakan Plat Nomor Daerah
- Mandi Laut Usai Subuh, Warga Palu Barat Tewas Tenggelam di Kampung Nelayan
- Demi Efisiensi, Anggaran MBG 2026 Dipangkas Rp67 Triliun
- Siap-Siap Cair, Gaji Ke-13 ASN hingga Polri Mulai Dibayarkan Juni 2026
- Pusat Medis Modern di Cina Jadi Inspirasi Pengembangan Kesehatan di Sulteng
Pengeluaran Warga Palu untuk Rokok Menurun di 2024

Keterangan Gambar : Ilustrasi rokok. (Foto: iStockphoto)
Likeindonesia.com, Palu – Rata-rata pengeluaran warga Kota Palu untuk rokok tercatat menurun pada tahun 2024.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palu, pengeluaran untuk rokok turun dari Rp85.056 per bulan di 2023 menjadi Rp69.968 per bulan pada 2024.
Baca Lainnya :
- DMI Sulteng Gelar Khitanan Massal, 150 Anak Dikhitan Gratis
- Palu Peringati 7 Tahun Bencana 2018 dengan Tabur Bunga dan Doa Lintas Agama
- Maulid Nabi di Petobo, Tradisi Religius yang Bertahan di Tengah Luka Likuefaksi
- 3.000 PPPK Resmi Dikukuhkan di Momen HUT ke-47 Kota Palu
- Gubernur Sulteng Anwar Hafid Hadir dan Jadi Inspektur Upacara HUT Kota Palu ke-47
Meski begitu, pengeluaran warga untuk kebutuhan lain justru mengalami kenaikan.
Rata-rata pengeluaran per kapita untuk makanan mencapai Rp707.932 per bulan, naik dari Rp684.280 pada 2023.
Sedangkan untuk non-makanan, angkanya mencapai Rp960.668, meningkat dari Rp825.700 pada tahun sebelumnya.
Dalam komoditas makanan, uang terbanyak dibelanjakan untuk makanan dan minuman jadi, yaitu Rp241.998 per bulan.
Sementara untuk non-makanan, pengeluaran terbesar dialokasikan untuk fasilitas rumah tangga, mencapai Rp558.252 per bulan.
Penurunan pengeluaran rokok ini menunjukkan perubahan perilaku konsumsi warga Palu, meski kebutuhan lain tetap meningkat dari tahun ke tahun. (Nul/Nl)










