- Kampung Baru Fair Absen Tahun Ini, Lebaran Mandura Tetap Jalan di Masjid Jami
- Packing House Durian di Parimo Resmi Beroperasi, Buka Peluang Ekspor dan Serapan Tenaga Kerja
- Haul Akbar Guru Tua ke-58 di Palu Siap Digelar, Diperkirakan Dihadiri 75 Ribu Jamaah
- MBG Mau Dikurangi Jadi 5 Hari, Purbaya Sebut Bisa Hemat Rp 40 Triliun
- Polresta Palu Soroti Dugaan Teror Penyiraman Air Keras ke Kendaraan Warga di Palu
- Puncak Arus Balik, 2.888 Penumpang Melintas di Pelabuhan Pantoloan
- Fathur Razaq Gelar Halal Bihalal di Jogja untuk Warga Sulteng di Rantau
- Arus Balik Lebaran di Terminal Mamboro Naik 120 Persen, Puncak Terjadi pada H+2
- Dua Remaja Dilaporkan Hilang Saat Mendaki Gunung Dako di Tolitoli
- Aktivis dan Mahasiswa di Sulteng Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus
Penggerebekan Narkoba di Kayumalue Ngapa Ricuh, Rumah Duka Terpapar Gas Air Mata

Keterangan Gambar : Nampak warga menjadi korban tembakan gas air mata di sebuah rumah duka di Kelurahan Kayumalue Ngapa, Kecamatan Palu Utara, Selasa (29/7/2025). (Foto: FB Putri Palu Putri/Tangkapan layar)
Likeindonesia.com, PALU – Aksi penggerebekan kasus narkoba oleh aparat kepolisian di Kelurahan Kayumalue Ngapa, Kecamatan Palu Utara, Selasa (29/7/2025), memicu kemarahan warga. Hal ini dipicu oleh tembakan gas air mata yang disebut-sebut mengenai rumah duka, hingga menyebabkan sejumlah pelayat mengalami gangguan pernapasan dan iritasi mata.
Kejadian tersebut sempat direkam dan disiarkan secara langsung oleh warga melalui media sosial Facebook Putri Palu Putri.
Baca Lainnya :
- Dua Pengedar Sabu Diciduk, Anggota Jaguar Polresta Palu Terluka Dilempar Massa
- Damkar Palu Telusuri Penyebab Kebakaran Pasar Masomba, Kerugian Ditaksir Capai Miliaran Rupiah
- Kasus Kebakaran di Palu Tembus 200 Insiden Sepanjang Januari–Juli 2025
- Pasca Kebakaran Pasar Masomba, Warga Bersihkan Puing
- Langkah Kecil, Dampak Besar: Perempuan Sulteng Dilatih Jadi Mandiri Lewat Sentuhan Seni
Dalam tayangan itu terlihat sejumlah perempuan menangis histeris dengan kondisi mata memerah. Bahkan, beberapa di antaranya tampak tergeletak karena sesak napas akibat paparan gas.
“Gas air mata mengenai rumah duka, Kami yang di rumah duka malah jadi korban. Ada yang sampai pingsan,” kata seorang perempuan dalam siaran langsung.
Masih dalam tayangan yang sama, disebutkan bahwa jenazah yang saat itu masih disemayamkan di dalam rumah harus ditinggalkan sementara karena suasana di dalam rumah tidak tertahankan akibat gas air mata yang menyengat.
Menanggapi situasi tersebut, Kasat Samapta Polresta Palu, AKP Fadli, membenarkan adanya penggerebekan narkoba di lokasi tersebut pada siang hari. Ia menjelaskan bahwa penembakan gas air mata merupakan reaksi spontan dari anggota yang menghadapi situasi genting.
“Tembakan gas air mata dilakukan karena sudah terjadi aksi anarkis dan pemblokiran jalan,” bebernya dikutip dari citizen.id.
AKP Fadli mengungkapkan bahwa aparat sempat diserang oleh sekelompok warga yang melempari mereka dengan batu di sekitar jalan. Ia menegaskan bahwa gas air mata sebenarnya diarahkan ke kerumunan yang dianggap membahayakan, bukan ke rumah duka. Namun, faktor alam seperti arah angin membuat gas menyebar hingga ke area rumah pelayat.
"Rumah duka itu sekitar 25 meter dari jalan. Tembakan gas air mata dilakukan karena sudah terjadi aksi anarkis dan pemblokiran jalan,” tambahnya. (Bim)










