- Ingin Lepas Status WNI? Kini Dikenai Biaya Rp5 Juta Berdasarkan PP Terbaru
- Aktivitas Gempa di Sulteng Terus Menurun, Kini Kurang dari 200 Kali dalam Sepekan
- Siap-Siap! 33 Juta Keluarga Bakal Dapat Beras Gratis 30 Kg Mulai Agustus
- Makin Irit! Pertamina Turunkan Harga Tabung Bright Gas 12 Kg dan 5,5 Kg
- Program Berani Panen Raya Dikebut, Produktivitas Padi Sulteng Ditargetkan 6 Ton per Hektare
- Pemerintah Tetapkan Harga Khusus Solar bagi Nelayan, Kini Rp15 Ribu per Liter
- DPR RI Tinjau Sekolah Rakyat di Palu, 183 Anak Kurang Mampu Kini Dapat Akses Pendidikan
- Melaut Saat Cuaca Buruk, Nelayan di Banggai Laut Hilang Kontak
- Kurs Rupiah Melemah, Biaya Haji 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp107,3 Juta
- Mendagri Tegaskan Pemda Tak Boleh Rumahkan PPPK karena Alasan Anggaran
Program Berani Bebas Pajak Kendaraan Sumbang Rp51,2 Miliar dalam Sebulan

Keterangan Gambar : Ilustrasi. (Foto: iStockphoto)
Likeindonesia.com, Palu — Program Berani pembebasan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang digelar Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menjelang akhir tahun 2025 mencatat hasil menggembirakan. Selama satu bulan pelaksanaan, pendapatan daerah dari program ini mencapai lebih dari Rp51 miliar.
Program yang berlangsung sejak 19 November hingga 20 Desember 2025 tersebut dimanfaatkan oleh hampir 73 ribu pemilik kendaraan, baik mobil maupun sepeda motor.
Baca Lainnya :
- Gubernur Sulteng Temui Petani di Desa Watutau, Janji Masalah Bank Tanah Diselesaikan Secara Adil
- 565 Pemudik Diberangkatkan dalam Program Berani Mudik Gratis Nataru 2025 di Palu
- Pohon Peneduh di Depan Rujab Gubernur Sulteng Ditebang Tanpa Izin, Anwar Hafid Minta Pelaku Dicari
- Vespa Literasi Hadirkan Lapak Baca Keliling di Desa-desa Parigi Moutong
- Pulang Bawa Medali SEA Games Thailand 2025, Dua Atlet Disambut Langsung Gubernur dan KONI Sulteng
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulawesi Tengah, Rifki Ananta, mengatakan total kendaraan yang mengikuti program ini mencapai 72.971 unit. Dari jumlah itu, sebanyak 17.232 unit merupakan mobil dan 55.739 unit adalah sepeda motor.
“Realisasi objek transaksi selama program berani penghapusan pajak dari tgl 19 nov sd 20 des 2025 dengan objek sebanyak 72.971 yakni (R4=17.232–mobil) dan R2=55.739–sepeda motor) mencapai Rp51.253.019.991 atau 51,2 miliar,” beber Rifki Ananta, Senin (22/12/2025).
Ia menjelaskan, total penerimaan sebesar Rp51,2 miliar tersebut berasal dari pajak kendaraan bermotor dan sudah termasuk pembagian opsen pajak. Dari total itu, sekitar Rp30,8 miliar menjadi hak Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Sementara itu, sekitar Rp20,3 miliar lainnya dibagikan kepada pemerintah daerah, yakni 12 kabupaten dan satu kota di Sulawesi Tengah.
“Rp51.253.019.991 untuk PKB, sudah termasuk opsen dengan rincian Rp30.875.774.129 untuk provinsi dan sisanya Rp20.377.245.862 opsen dibagi ke 12 kabupaten dan satu kota,” jelasnya.
Kata dia, program Berani penghapusan pajak kendaraan bermotor ini telah dua kali dilaksanakan sejak kepemimpinan Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid dan Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido.
“Program berani penghapusan pajak kendaraan bermotor ini sudah dua kali dilaksanakan sejak kepemimpinan Gubernur Anwar Hafid–Reny A. Lamadjido, yang dimulai sejak hari ulang tahun Provinsi Sulteng April 2025 dan November hingga Desember 2025,” ujarnya.
Program ini dinilai tidak hanya meningkatkan kepatuhan wajib pajak, tetapi juga membantu masyarakat mengurangi beban biaya kendaraan, terutama menjelang akhir tahun. (BIM/Nl)










