- Pengangguran di Palu Capai 11.577 Orang, Mayoritas Laki-laki
- Viral Juri Cerdas Cermat Salahkan Jawaban Benar, Wakil Ketua MPR Minta Maaf
- 62 Pasangan di Palu Kini Punya Legalitas Resmi Usai Ikut Isbat Nikah Massal
- Kabur Lintas Kota, Pendiri Ponpes Tersangka Pemerkosaan Akhirnya Ditangkap
- Ribuan Calon Jemaah Haji Sulteng Mulai Diberangkatkan ke Tanah Suci
- Didominasi Anak Muda, Penduduk Sulteng Mayoritas Berasal dari Gen Z
- Wajib Belajar 12 Tahun, Anak Putus Sekolah Kini Ditangani lewat Perpres Baru
- Pertamina Resmi Naikkan Harga BBM Non Subsidi, Dexlite Tembus Rp26 Ribu Per Liter
- Gubernur Sulteng Ingatkan Perusahaan untuk Tidak Abaikan Keselamatan Pekerja
- Hardiknas 2026, Pemerintah Dorong Penerapan Deep Learning di Satuan Pendidikan
Program MBG Bakal Diperluas untuk Lansia, Pemulung, hingga Guru Honorer

Keterangan Gambar : Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyiapkan MBG. (Foto: Dok. Biro Hukum dan Humas BGN)
Likeindonesia.com, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan diperluas untuk menjangkau lebih banyak penerima manfaat, termasuk lansia, pemulung, anak jalanan, serta guru honorer.
Wakil Kepala BGN Bidang Investigasi dan Komunikasi Publik, Nanik Sudaryati Deyang, menjelaskan, perluasan program MBG ini sudah diatur dalam Peraturan Presiden nomor 115 tahun 2025.
Baca Lainnya :
- Pemerintah Hapus Kredit Macet UMKM yang Terdampak Banjir Bandang di Sumatra
- Menpora Siapkan Bantuan Alat Olahraga untuk Korban Bencana di Sumatera
- Aktor Preman Pensiun, Epy Kusnandar, Tutup Usia
- Tukang Sapu TKA Cina di IMIP Digaji Hampir Rp19 Juta per Bulan
- Durasi Reels di Instagram Bertambah, Kini Bisa 20 Menit
"Ketika program MBG ini dirancang, Pak Prabowo ingin seluruh siswa bisa makan makanan bergizi agar tumbuh dan berkembang dengan baik. Jangan sampai ada anak Indonesia yang tidak bisa makan. Beliau bahkan menginginkan agar semua orang miskin, disabilitas, para lansia, anak-anak putus sekolah, anak jalanan, anak-anak pemulung, semua menjadi penerima MBG," ujar Nanik di Jakarta, Jumat (5/12/2025) seperti dilansir dari Antara.
Selain itu, penerima manfaat MBG juga akan mencakup tenaga pendidik lain seperti guru sekolah negeri, tenaga honorer, ustaz atau pengajar pesantren, santri di pesantren salaf yang belum terdaftar di Kementerian Agama, serta kader PKK dan posyandu.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menambahkan, pihaknya sudah mengidentifikasi pembangunan 8.200 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah terpencil sebagai bagian dari upaya pemerataan distribusi MBG. Saat ini, sebanyak 4.700 unit sedang dalam proses pembangunan, dengan target 170 unit selesai pada Desember 2025.
"Jumlah penerima manfaat MBG di daerah terpencil tidak lebih dari 3 juta orang di seluruh Indonesia," tutur Dadan.
"Tetapi dalam dua bulan berikutnya, sekitar Januari-Februari 2026, kemungkinan besar seluruh SPPG sudah terbentuk, sehingga Maret atau April 2026, sebanyak 82,9 juta orang sudah bisa dicapai," tandasnya. (Nl/Nl)





.jpg)




