- Harga BBM Pertamina per 1 Juni Berubah, Pertamax Turbo Naik
- Sulteng Masuk Daerah Terbaik Pengendalian Inflasi di Sulawesi, Dapat Insentif Rp2 Miliar
- Palu dan Morowali Masuk Daerah Tujuan Migrasi Tertinggi di Sulteng
- Wakil Ketua MPR RI Akbar Supratman Sumbang Sapi Kurban di Masjid Raya Baitul Khairaat
- Kemendikdasmen Perbarui Kebijakan, Masuk SD Tak Lagi Harus Menunggu 7 Tahun
- Kendaraan di Palu Kini Wajib Menggunakan Plat Nomor Daerah
- Mandi Laut Usai Subuh, Warga Palu Barat Tewas Tenggelam di Kampung Nelayan
- Demi Efisiensi, Anggaran MBG 2026 Dipangkas Rp67 Triliun
- Siap-Siap Cair, Gaji Ke-13 ASN hingga Polri Mulai Dibayarkan Juni 2026
- Pusat Medis Modern di Cina Jadi Inspirasi Pengembangan Kesehatan di Sulteng
RSUD Anutapura Palu Luncurkan Layanan Bedah Retina Perdana di Sulawesi Tengah

Keterangan Gambar : Pasien perdana bedah retina di RSUD Anutapura Palu pada hari peluncuran, Senin (5/1/2026) pagi. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – RSUD Anutapura Palu resmi meluncurkan layanan bedah retina, Senin (5/1/2026) pagi.
Layanan ini menjadi yang pertama di Sulawesi Tengah dan diharapkan mempermudah akses penanganan gangguan retina bagi masyarakat dari berbagai daerah di provinsi tersebut.
Baca Lainnya :
- Arus Balik Nataru 2026 di Terminal Mamboro Palu Meningkat Tajam, Puncak Diprediksi 3 Januari
- Prajurit Kodam XXIII/Palaka Wira Raih Perak dan Perunggu di Open Petanque Competition 2025
- BMKG Catat 4.120 Gempa Guncang Sulawesi Tengah Sepanjang 2025
- AJI Palu Catat Tujuh Kasus Kekerasan terhadap Jurnalis di Sulteng Sepanjang 2025
- Posko Terpadu Tahun Baru di Palu Dipantau, Fokus Pengamanan dan Pelayanan Masyarakat
Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin mengatakan, kehadiran layanan ini menjadikan RSUD Anutapura sebagai rujukan layanan kesehatan mata bagi 13 kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah.
“Jadi hari ini kita launching layanan bedah retina di Rumah Sakit Anutapura. Ini layanan pertama di Sulawesi Tengah,” kata Imelda kepada awak media diwawancarai usai peluncuran.
Imelda menjelaskan, selama ini pasien gangguan retina harus dirujuk ke luar daerah dengan waktu tunggu yang cukup lama, seperti ke Makassar maupun Jakarta.
“Kalau ke Makassar itu waiting list-nya tiga bulan, ke Jakarta sampai satu tahun. Alhamdulillah kita di Kota Palu di rumah sakit kita sendiri itu sudah ada, " ujarnya.
Ia menilai keberadaan layanan ini akan membuat penanganan pasien menjadi lebih efektif dan efisien, baik dari sisi waktu maupun biaya karena tidak perlu lagi dirujuk ke luar kota.
“Jadi itu membuat lebih efektif dan efisien, biayanya juga lebih murah mereka tidak perlu dirujuk keluar kota,” ujarnya.
Imelda juga menyebutkan bahwa layanan bedah retina di RSUD Anutapura Palu telah ditanggung oleh BPJS Kesehatan sehingga dapat diakses lebih luas oleh masyarakat.
“Sangat, alhamdulillah di-cover, jadi berita baik untuk masyarakat Kota Palu,” katanya.
Sementara itu, Direktur RSUD Anutapura Palu, dr. Maria Rosa Da Lima Rupa menjelaskan, setiap pasien yang akan menjalani operasi bedah retina harus melalui prosedur medis sesuai standar operasional.
Menurut Maria, kondisi kesehatan pasien menjadi faktor penting sebelum tindakan operasi dilakukan.
“Untuk melaksanakan operasi biasanya ada prosedur SOP-nya melihat pasiennya, misal kalau diabetes harus dikontrol dulu diabetesnya, dan keadaan umum lainnya dari pasien,” jelasnya.
Ia menambahkan, kesiapan fasilitas juga telah diatur untuk mendukung layanan bedah retina yang bersifat terencana.
“Kalau kamar operasi kita secara keseluruhan ada empat, dan kepala OK sudah mengatur, karena ini operasi yang terencana,” ujarnya.
Pada hari peluncuran layanan, tercatat delapan pasien langsung menjalani operasi bedah retina.
Adapun layanan ini mencakup enam jenis penanganan, yakni pendarahan vitreous, tractional retinal detachment, IOL drop, nucleus drop, macular hole, dan endophthalmitis.
RSUD Anutapura Palu saat ini didukung tiga dokter spesialis mata untuk menjalankan layanan tersebut. (Rul/Nl)










