- Harganas 2026, Orang Tua di Sulteng Diminta Bijak Dampingi Anak Gunakan Gawai
- Suhu Palu Tembus 34,7 Derajat, Wagub Ajak Masyarakat Lebih Peduli Perubahan Iklim
- Palu Catat Suhu Maksimum 35 Derajat, Jadi Wilayah Terpanas Kedua di RI
- 50 Huntara Mulai Dibangun untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Akbar Supratman Salurkan Ribuan Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Dalam Sepekan, Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Capai 1.318 Kali
- PTN dan PTS se-Sulteng Bangun Kolaborasi Mitigasi Bencana Berbasis Riset
- Resmi Terpilih, Dua Pelajar Asal Bangkep dan Palu Wakili Sulteng Jadi Calon Paskibraka Nasional 2026
- Enam Hari Pascagempa M 6,7, Gempa Susulan di Sulteng Tembus 1.256 Kali
- Sensus Ekonomi 2026 Digelar, Masyarakat Sulteng Diajak Beri Data Akurat
Tiga Warga Tolitoli Jadi Korban Ledakan Saat Meracik Bom Ikan

Keterangan Gambar : Kabidhumas Polda Sulteng, Kombes Pol Djoko Wienartono. (Foto: Ist)
Likeindonesia.com, Palu - Praktik terlarang menangkap ikan menggunakan bom ikan di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, menimbulkan korban luka. Insiden ini terjadi di Dusun Topingan, Desa Ogogili, Kecamatan Dondo, pada Senin (30/6/2025) sekitar pukul 08.00 Wita.
Kabidhumas Polda Sulteng, Kombes Pol Djoko Wienartono, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, insiden terjadi saat seorang warga sedang merakit bom ikan dalam botol di dalam rumah. Ledakan tersebut mengakibatkan tiga warga mengalami luka-luka.
Baca Lainnya :
- Polda Sulteng Amankan 66 Unit Motor Hasil Curian
- Pemusnahan 48,6 Kg Sabu di Palu, Polda Sulteng Selamatkan 194 Ribu Jiwa
- Mahasiswa Desak Gubernur Tindak Tambang Ilegal, Pemerintah Dinilai Lamban Menjawab Krisis Lingkungan
- Rotasi di Tubuh Polri, 6 Pejabat Polda Sulteng Berganti
- Donggala GAS dan One Day One Service: Dua Program Unggulan Polres Donggala untuk Masyarakat
“Ada tiga orang yang menjadi luka akibat ledakan bom ikan tersebut dan kini dua korban masih dirawat di Rumah Sakit Mokopido Tolitoli dan satu korban dirawat di Rumah Sakit Hj. Zubaeda Bantilan Kecamatan Dondo,” kata Kombes Pol. Djoko Wienartono di Palu, Rabu (2/7/2025).
Korban diketahui berinisial J (34 th), yang merupakan perakit bom ikan, bersama anaknya F (5 th) dan R (64 th). Akibat ledakan tersebut, ketiganya mengalami luka serius.
“J pergelangan tangan kanannya putus,” terang Djoko.
Ia menambahkan, J saat itu sedang menyusun tiga botol bom ikan, menggunakan botol saus tomat sebagai wadah. Diduga, gesekan dari serbuk korek api yang digunakan memicu percikan dan menyebabkan ledakan hebat.
“Saudara J sempat membuat 3 botol bom ikan, saat merakit bom ikan didalam botol saus tomat, diduga adanya gesekan serbuk korek api sehingga menimbulkan percikan api dan memicu terjadinya ledakan,” ungkap Djoko.
Anak J, F (5 th), turut menjadi korban karena saat kejadian sedang tidur di ruang tamu yang berada tak jauh dari lokasi perakitan. Sementara R (64 th), yang baru saja masuk rumah dan sempat menegur J karena tindakannya melanggar hukum, juga terkena dampak ledakan.
Usai kejadian, personel Polsek Dondo bersama Subden Gegana Kompi Brimob Tolitoli langsung turun ke lokasi untuk mengamankan area dan melakukan olah tempat kejadian perkara.
.jpg)
“Dengan adanya kejadian ini, tidak henti-hentinya kami mengingatkan kepada masyarakat khususnya para nelayan, penangkapan ikan menggunakan bom ikan tidak dibenarkan karena melanggar undang undang dan cara membuatnya juga membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Kepolisian akan melakukan tindakan tegas bila ditemukan dilapangan,” tegas Kombes Djoko. (Bim/Nl)










