- Jokowi Dijadwalkan Sambangi Palu, Bakal Resmikan Kantor DPW PSI Sulteng
- Le Na Jodoh, ADISTA Tak Jadi Tampil di Konser HUT Kota Palu ke-48
- Pemerintah Siapkan Skema Kuliah Gratis di PTN, Pelaksanaan Akan Bertahap
- Makin Sedikit Warga Sulteng yang Fokus Mengurus Rumah Tangga, Jumlahnya Turun 61 Ribu
- 2,46% Rumah Tangga di Palu Masih Andalkan Air Hujan untuk Minum
- 40% Gen Z Pilih Nikah di KUA, Uang Lebih Diprioritaskan untuk Kehidupan Setelah Menikah
- Catat Jamnya! 25 September Ada Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Enam Wilayah Sulteng, Termasuk Palu
- Influenza Tipe A Super Flu Merebak di RI, Anak-Anak Paling Banyak Terinfeksi
- KONI Sulteng Dorong PBFI Tingkatkan Pembinaan dan Prestasi Atlet
- Cegah Pungli, Polri Siapkan Mesin Cetak SKCK Mandiri Mulai 2027, Tak Perlu Lagi ke Kantor Polisi
Tiga Warga Tolitoli Jadi Korban Ledakan Saat Meracik Bom Ikan

Keterangan Gambar : Kabidhumas Polda Sulteng, Kombes Pol Djoko Wienartono. (Foto: Ist)
Likeindonesia.com, Palu - Praktik terlarang menangkap ikan menggunakan bom ikan di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, menimbulkan korban luka. Insiden ini terjadi di Dusun Topingan, Desa Ogogili, Kecamatan Dondo, pada Senin (30/6/2025) sekitar pukul 08.00 Wita.
Kabidhumas Polda Sulteng, Kombes Pol Djoko Wienartono, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, insiden terjadi saat seorang warga sedang merakit bom ikan dalam botol di dalam rumah. Ledakan tersebut mengakibatkan tiga warga mengalami luka-luka.
Baca Lainnya :
- Polda Sulteng Amankan 66 Unit Motor Hasil Curian
- Pemusnahan 48,6 Kg Sabu di Palu, Polda Sulteng Selamatkan 194 Ribu Jiwa
- Mahasiswa Desak Gubernur Tindak Tambang Ilegal, Pemerintah Dinilai Lamban Menjawab Krisis Lingkungan
- Rotasi di Tubuh Polri, 6 Pejabat Polda Sulteng Berganti
- Donggala GAS dan One Day One Service: Dua Program Unggulan Polres Donggala untuk Masyarakat
“Ada tiga orang yang menjadi luka akibat ledakan bom ikan tersebut dan kini dua korban masih dirawat di Rumah Sakit Mokopido Tolitoli dan satu korban dirawat di Rumah Sakit Hj. Zubaeda Bantilan Kecamatan Dondo,” kata Kombes Pol. Djoko Wienartono di Palu, Rabu (2/7/2025).
Korban diketahui berinisial J (34 th), yang merupakan perakit bom ikan, bersama anaknya F (5 th) dan R (64 th). Akibat ledakan tersebut, ketiganya mengalami luka serius.
“J pergelangan tangan kanannya putus,” terang Djoko.
Ia menambahkan, J saat itu sedang menyusun tiga botol bom ikan, menggunakan botol saus tomat sebagai wadah. Diduga, gesekan dari serbuk korek api yang digunakan memicu percikan dan menyebabkan ledakan hebat.
“Saudara J sempat membuat 3 botol bom ikan, saat merakit bom ikan didalam botol saus tomat, diduga adanya gesekan serbuk korek api sehingga menimbulkan percikan api dan memicu terjadinya ledakan,” ungkap Djoko.
Anak J, F (5 th), turut menjadi korban karena saat kejadian sedang tidur di ruang tamu yang berada tak jauh dari lokasi perakitan. Sementara R (64 th), yang baru saja masuk rumah dan sempat menegur J karena tindakannya melanggar hukum, juga terkena dampak ledakan.
Usai kejadian, personel Polsek Dondo bersama Subden Gegana Kompi Brimob Tolitoli langsung turun ke lokasi untuk mengamankan area dan melakukan olah tempat kejadian perkara.
.jpg)
“Dengan adanya kejadian ini, tidak henti-hentinya kami mengingatkan kepada masyarakat khususnya para nelayan, penangkapan ikan menggunakan bom ikan tidak dibenarkan karena melanggar undang undang dan cara membuatnya juga membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Kepolisian akan melakukan tindakan tegas bila ditemukan dilapangan,” tegas Kombes Djoko. (Bim/Nl)










