- Viral Juri Cerdas Cermat Salahkan Jawaban Benar, Wakil Ketua MPR Minta Maaf
- 62 Pasangan di Palu Kini Punya Legalitas Resmi Usai Ikut Isbat Nikah Massal
- Kabur Lintas Kota, Pendiri Ponpes Tersangka Pemerkosaan Akhirnya Ditangkap
- Ribuan Calon Jemaah Haji Sulteng Mulai Diberangkatkan ke Tanah Suci
- Didominasi Anak Muda, Penduduk Sulteng Mayoritas Berasal dari Gen Z
- Wajib Belajar 12 Tahun, Anak Putus Sekolah Kini Ditangani lewat Perpres Baru
- Pertamina Resmi Naikkan Harga BBM Non Subsidi, Dexlite Tembus Rp26 Ribu Per Liter
- Gubernur Sulteng Ingatkan Perusahaan untuk Tidak Abaikan Keselamatan Pekerja
- Hardiknas 2026, Pemerintah Dorong Penerapan Deep Learning di Satuan Pendidikan
- Pembayaran Honorer di Sulteng Ditarget Tertib dan Merata, Gubernur Pastikan Tanpa Ketimpangan
Tinjau Desa Tangkura Pascagempa, Wapres Tegaskan Anak-Anak Harus Tetap Sekolah

Keterangan Gambar : Wapres Gibran Rakabuming memberikan keterangan pers di SDN 1 Tangkura, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, Jumat (22/08/2025). (Foto: IST)
Likeindonesia.com, POSO - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menegaskan bahwa anak-anak di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, harus tetap mendapatkan hak pendidikan meski berada dalam situasi darurat, pasca terjadinya gempa bumi pada Minggu, 17 Agustus 2025 lalu.
“Kita pastikan kegiatan belajar-mengajar tetap berjalan secara normal. Yang jelas saya titip tadi ke Pak Kepala Sekolah agar kegiatan belajar-mengajar tetap berjalan normal dan mohon dilakukan trauma healing juga, terutama untuk anak-anak,” ujar Wapres ketika memberikan keterangan pers di SDN 1 Tangkura, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, Jumat (22/08/2025).
Baca Lainnya :
- Bertolak ke Poso, Wapres Gibran Pantau Langsung Dampak Gempa 5,8 SR
- brs
- Korban Meninggal Gempa Poso Bertambah, Suami-Istri Jadi Korban
- Gempa di Poso Tewaskan Jemaat Gereja, Warga: Korban Berusaha Keluar, Tetapi Tertimpa Reruntuhan
- Hacked By BARZXPLOIT
Kehadiran Wapres di Poso meneguhkan komitmen pemerintah, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto kepada jajarannya yang terkait, agar hadir dan mendampingi masyarakat yang tertimpa bencana, memberikan penguatan moril, serta memastikan proses pemulihan berlangsung cepat dan terkoordinasi.
Didampingi Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid, Bupati Poso Verna Gladies Merry Inkiriwang, serta Deputi Penanganan Darurat BNPB Mayjen Budi Irawan, Wapres meninjau langsung SDN 1 Tangkura yang mengalami kerusakan parah akibat gempa.
Kepada Wapres, Kepala SD Negeri 1 Tangkura, Nobernius Suba, melaporkan bahwa plafon bangunan sekolah ambruk hingga menimpa meja dan kursi kelas, sehingga aktivitas belajar pun harus terhenti sementara.
Menanggapi hal tersebut, Wapres memastikan bahwa pemerintah akan memperbaiki sarana pendidikan dan fasilitas umum lain yang terdampak. Namun untuk sementara, ia meminta kegiatan belajar mengajar tetap berjalan di tempat yang lebih aman, meskipun dengan fasilitas yang terbatas.
“Fasilitas-fasilitas seperti sekolah, mungkin ada puskesmas, tempat-tempat lain, fasilitas-fasilitas lain nanti akan kami perbaiki atau dibangun ulang,” tegasnya.
Lebih lanjut, Wapres menginstruksikan kepada seluruh pihak terkait agar penanganan pascabencana dilakukan dengan cepat, terkoordinasi, dan lintas lembaga.
“Perintah Pak Presiden, kita ingin pemerintah pusat, pemerintah daerah terus bersinergi untuk menangani bencana ini. Harus ada respon cepat, dan saya lihat dari Kepala Daerah, Forkopimda, BNPB sudah melakukan yang terbaik,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa kelompok rentan harus menjadi prioritas penerima bantuan.
“Sekali lagi, sesuai perintah dari Pak Presiden, kami mohon ini dari Kepala-Kepala Daerah, ibu hamil, lansia, difabel, anak-anak itu mohon diprioritaskan dan bantuannya segera disalurkan,” tandas Wapres.
Sebelum ke SD Negeri 1 Tangkura, Wapres meninjau Lapangan Sepakbola Desa Tangkura yang saat ini difungsikan sebagai titik darurat bagi warga terdampak. Di lokasi, Wapres meninjau tenda Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), menyerahkan santunan kepada ahli waris korban meninggal dunia, yakni keluarga almarhum Ernius Bambe dan almarhumah Katrin Kande, serta menyaksikan penyerahan bantuan kebutuhan dasar bagi masyarakat.
Dalam dialog dengan warga, Wapres menyampaikan empati dan memastikan kondisi mereka tertangani dengan baik.
“Rusak semua, ya, Bu, ya? Nanti tunggu dulu, ya, Bu. Yang penting ini enggak ada korban kan, Bu? Ada yang luka-luka?” tanya Wapres.
“Kaki saya luka waktu itu jatuh di rumah ibadah, Pak. Didorong jemaat dari belakang, kan lari, jadi jatuh,” jawab Daicitawero salah seorang warga Desa Tangkura.
“Sudah diobati di pos kemarin?” tanya Wapres kembali.
“Sudah Pak Wapres,” ungkapnya.
Menutup dialog, Wapres kembali menegaskan bahwa pendidikan anak-anak harus menjadi prioritas dalam masa pemulihan.
“Ini anak-anak tetap sekolah, ya, Bu, ya? Nanti kami carikan tempat lagi, ya,” pungkasnya. (Bim)




.jpg)





