- Curi AC di Balaroa dan Ujuna, Residivis Ditangkap Polsek Palu Barat
- FR Cup Volleyball Tournament 2026 Resmi Berakhir, Fathur Razaq: Bukan Ending, Tapi Beginning
- Menaker Larang Lowongan Kerja Cantumkan Syarat Good Looking dan Usia
- Soal Pajak Rumah Kontrakan, Purbaya Tegaskan Tak Ada Pajak Baru
- Pengguna Pertalite Akan Dibatasi Mulai Akhir Tahun, Pemerintah Tegaskan Motor Tak Terdampak
- Durian Vulcano Indonesia Didorong Jadi Brand Durian Sulteng untuk Pasar Dunia
- Durian Beku Sulteng Laris di China, Ekspor Capai 7.344 Ton
- Rp18,9 Triliun Cair ke 546 Pemda, Buat Bayar Gaji PPPK
- Terungkap Setelah Dua Tahun Hilang, Paramitha Dibunuh Sopir Travel saat Perjalanan ke Morowali
- Perkembangan Kasus Pembunuhan Keluarga di Duyu, 9 Saksi Diperiksa dan Pelaku Masih Diburu Polisi
Tinjau SMANOR Tadulako, Ketua KONI Sulteng Dorong Sport Science dan Pemanfaatan Kawasan PPLP

Keterangan Gambar : Ketua Umum KONI Sulawesi Tengah, Muhammad Fathur Razaq, meninjau Sekolah Menengah Atas Negeri Olahraga (SMANOR) Tadulako Palu, Selasa (6/1/2026). (Foto: Media Koni Sulteng)
Likeindonesia.com, PALU – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Tengah, Muhammad Fathur Razaq, meninjau Sekolah Menengah Atas Negeri Olahraga (SMANOR) Tadulako Palu, Selasa (6/1/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk melihat langsung kondisi satu-satunya sekolah keberbakatan olahraga milik Provinsi Sulawesi Tengah sekaligus memastikan kesiapan SMANOR dalam mendukung regenerasi atlet berprestasi ke depan.
Dalam peninjauan tersebut, Fathur menekankan pentingnya penerapan sport science dalam sistem rekrutmen dan pembinaan atlet pelajar. Menurutnya, pendekatan sport science yang melibatkan berbagai disiplin ilmu, mulai dari fisiologi olahraga, biomekanika, teknologi, hingga psikologi olahraga, menjadi kunci untuk menghasilkan atlet yang tidak hanya berbakat, tetapi juga memiliki mental juara dan daya saing tinggi.
Baca Lainnya :
- Kasus Narkoba Pelajar di Palu Meningkat, BNN Nyatakan Status Darurat
- Puncak Arus Balik Nataru, Penumpang KM Lambelu Padati Pelabuhan Pantoloan
- Gempa Magnitudo 3,5 Guncang Donggala, Getaran Terasa hingga Palu Utara
- KONI Sulteng Susun Strategi Prestasi Cabor Olimpik Menuju PON 2028
- Pasca Nataru, Harga Bahan Pokok di Palu Berangsur Stabil
Ia menjelaskan bahwa sport science juga mencakup identifikasi bakat berbasis data, dengan memanfaatkan hasil tes dan statistik untuk memprediksi potensi atlet di masa depan. Bahkan, pada cabang olahraga tertentu, pendekatan ini dapat mencakup aspek genetik. Karena itu, ia berharap SMANOR ke depan dapat berkembang menjadi sekolah olahraga yang kompeten dan bonafit, sebagaimana yang telah diterapkan di provinsi-provinsi maju.
Selain menyoroti sport science, Fathur juga menyinggung keberadaan wilayah Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) yang berada di sekitar kawasan SMANOR Tadulako.
Menurutnya, kawasan PPLP memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan secara bersama dengan SMANOR guna menciptakan pembinaan atlet pelajar yang lebih terintegrasi dan efisien, baik dari sisi fasilitas latihan, asrama, maupun penunjang pembinaan lainnya.
“Kawasan PPLP ini sangat memungkinkan digunakan bersama dengan SMANOR. Jika dikelola secara terpadu, ini akan menjadi kekuatan besar dalam pembinaan atlet Sulawesi Tengah,” ujar Fathur.
Ia berharap sinergi antara KONI, Dinas Pendidikan, dan pemangku kepentingan terkait dapat segera diwujudkan agar kawasan SMANOR dan PPLP berkembang menjadi sentra pembinaan olahraga pelajar yang modern dan berorientasi prestasi.
Kunjungan Ketua Umum KONI Sulteng tersebut disambut ratusan atlet pelajar SMANOR dan didampingi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Firmanza DP, beserta jajaran, di antaranya Kabid PPKLK Nurseha, Kabid SMA Zulifkar, serta Kacabdis Wilayah I Kristi Aroa Pratama.
Rombongan KONI Sulteng tersebut disambut langsung oleh Kepala SMANOR Muh Jufri bersama jajaran wakil kepala sekolah, pembina prestasi, dan para pelatih.
Dalam kesempatan itu, Fathur bersama Dinas Pendidikan juga meninjau langsung fasilitas olahraga dan asrama atlet. Dari hasil peninjauan, fasilitas SMANOR dinilai masih terbatas dan sebagian sudah memerlukan perbaikan, termasuk gedung olahraga serbaguna yang digunakan untuk sejumlah cabang olahraga seperti pencak silat, taekwondo, dan bulu tangkis.
Sejumlah pelatih berharap fasilitas tersebut dapat segera direhabilitasi dan dilengkapi sarana pendukung agar latihan atlet dapat berjalan lebih optimal. (Nul)



.jpg)






