- 459 Ton Durian Sulteng Diekspor ke Tiongkok, Digadang Jadi Ikon Baru Nasional
- Pemerintah Buka 35 Ribu Loker KDKMP dan KNMP, Pelamar yang Lolos Jadi Pegawai BUMN
- Ketika Pemerintah Daerah Menyewa Influencer, Sebuah Jalan Pintas?
- Ketua DPRD Kota Palu Ikuti Retret Ketua DPRD se-Indonesia di Akmil Magelang
- Gubernur Anwar Hafid Ungkap Rencana Alun-alun Ikonik di Palu, Konsepnya Mirip Halaman Istana Negara
- Nambaso Fest 2026 Resmi Dibuka, Digelar Meriah Tanpa Membebani Anggaran Daerah
- HUT ke-62 Sulteng, Gubernur Tekankan Pemerataan Kesejahteraan di Seluruh Daerah
- Turun Langsung ke Desa Dalaka, Gubernur Sulteng Tancap Gas Perbaiki Jalan dan Layanan Warga
- Liga 4 Piala Gubernur Sulteng Resmi Bergulir, Talenta Muda Didorong Berprestasi Lewat Sepak Bola
- Pemerintah Kaji Skema Haji Tanpa Antrean ala War Tiket, Siapa Cepat Dia Berangkat
Usulan Baru DPR, Beli LPG 3 Kg Harus Pakai Sidik Jari atau Retina Mata

Keterangan Gambar : Gas LPG 3 kg. (Foto : iStockphoto)
Likeindonesia.com, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mengusulkan mekanisme baru dalam pembelian gas subsidi LPG 3 kg, yakni menggunakan sidik jari atau retina mata. Usulan ini muncul sebagai upaya agar penyaluran subsidi lebih tepat sasaran.
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, menilai distribusi LPG 3 kg saat ini masih belum tepat sasaran. Ia pun mendorong penggunaan sistem biometrik agar hanya masyarakat yang berhak bisa membeli gas melon tersebut.
Baca Lainnya :
- MBG Mau Dikurangi Jadi 5 Hari, Purbaya Sebut Bisa Hemat Rp 40 Triliun
- Breaking News! Dua Pekan Perang Israel–Iran, Media Iran Sebut Netanyahu Tewas
- Cegah Brain Rot, Siswa SD–SMA di Indonesia Resmi Dilarang Pakai ChatGPT
- BMKG Prediksi Idul Fitri 1447 H Jatuh 21 Maret 2026, Ramadan Berpotensi Genap 30 Hari
- Resmi! Anak di Bawah 16 Tahun Dilarang Punya Akun TikTok, Instagram hingga Roblox Mulai 28 Maret
“Caranya bukan sekadar semata-mata pemerintah punya data sentral, tapi juga lakukanlah berulang kali saya bolak balik (usul) dengan sidik jari atau retina mata bagi orang yang berhak untuk mendapatkan tabung LPG 3 kg,” ujarnya di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/4/2026), dikutip dari cnnindonesia.com.
Menurutnya, langkah tersebut bisa mencegah subsidi salah sasaran sekaligus mengurangi pemborosan anggaran. Ia menyebut jumlah penerima LPG 3 kg yang benar-benar layak diperkirakan hanya sekitar 5,4 juta orang, lebih kecil dari angka saat ini yang mencapai 8,6 juta dalam pagu anggaran.
Usulan ini juga disampaikan saat menanggapi wacana pengurangan subsidi BBM. Said menegaskan pihaknya tidak setuju jika subsidi BBM dikurangi. Ia justru menilai pembenahan harus difokuskan pada penyaluran LPG 3 kg agar lebih tepat sasaran.
“Kenapa kiya mengotak-atik subsidi? Kenapa kita tidak bicara terhadap harga nonsubsidi yang sampai sekarang belum naik? Kenapa yang untuk orang miskin diotak-atik? Jangan dong. Kalau mau diotak-atik yang sudah dijual di pasar yang nggak harga keekonomian, itu lebih make sense,” tandasnya. (nul)










