- Suhu Palu Tembus 34,7 Derajat, Wagub Ajak Masyarakat Lebih Peduli Perubahan Iklim
- Palu Catat Suhu Maksimum 35 Derajat, Jadi Wilayah Terpanas Kedua di RI
- 50 Huntara Mulai Dibangun untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Akbar Supratman Salurkan Ribuan Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Dalam Sepekan, Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Capai 1.318 Kali
- PTN dan PTS se-Sulteng Bangun Kolaborasi Mitigasi Bencana Berbasis Riset
- Resmi Terpilih, Dua Pelajar Asal Bangkep dan Palu Wakili Sulteng Jadi Calon Paskibraka Nasional 2026
- Enam Hari Pascagempa M 6,7, Gempa Susulan di Sulteng Tembus 1.256 Kali
- Sensus Ekonomi 2026 Digelar, Masyarakat Sulteng Diajak Beri Data Akurat
- Ratusan Skater Ramaikan Go Skateboarding Day 2026 di Palu
373 Atlet Bersaing di Kejurprov Badminton Sulteng 2025, Rebut Piala Gubernur

Keterangan Gambar : PBSI Sulawesi Tengah menggelar Kejurprov Badminton 2025 di GOR Siranindi Palu, Jalan Prof Moh Yamin, Kelurahan Tanamodindi, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, sejak Senin (1/12/2025). (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Sulawesi Tengah menggelar Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Badminton 2025 di GOR Siranindi Palu, Jalan Prof Moh Yamin, Kelurahan Tanamodindi, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, sejak Senin (1/12/2025) hingga Sabtu (6/12/2025).
Kejuaraan ini diikuti oleh 373 atlet dari seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah, yang bersaing memperebutkan Piala Gubernur Sulawesi Tengah sekaligus menjadi ajang seleksi menuju Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Badminton di Malang, Jawa Timur.
Baca Lainnya :
- Sulteng Unggul di Sulawesi, Masuk Deretan Provinsi dengan Desa Maju Terbanyak
- Kemenhub Cabut Izin Terbang Langsung Internasional di Bandara IMIP Morowali
- Ketum KONI Sulteng Hadiri Pembukaan PSSI Ordinary Congress, Dukung Pengembangan Sepak Bola Daerah
- Dua Rumah Rusak, Delapan Jiwa Terpaksa Mengungsi Setelah Angin Kencang di Buol
- Jembatan Gantung di Sojol Miring Akibat Banjir dan Longsor, Sejumlah Dusun Terisolasi Sementara
Ribuan pasang mata memadati tribun GOR Siranindi. Sorak sorai penonton mengiringi setiap smash, drop shot, dan reli panjang yang tersaji di atas lapangan.
Atmosfer kompetitif begitu terasa ketika para atlet menunjukkan kemampuan terbaik mereka demi mengamankan tempat di tim Sulteng untuk level nasional.
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, secara resmi membuka kejuaraan ini.
Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya prestasi olahraga sebagai bagian dari cita-cita besar daerah.
"Sulawesi Tengah punya cita-cita besar, namanya Sulteng Nambaso. Hakikat dari Sulteng Nambaso adalah ‘Sulteng Juara’, Sulteng Berprestasi,” ujar Anwar Hafid.
Ia menjelaskan bahwa seluruh kekuatan daerah kini diarahkan untuk melahirkan prestasi, baik di bidang olahraga, seni, kebudayaan, maupun pembangunan masyarakat.
“Seluruh kekuatan kita sekarang diarahkan untuk menjadi juara, menjadi berprestasi,” katanya.
Gubernur juga menegaskan bahwa olahraga tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Menurutnya, prestasi olahraga turut menentukan citra dan kebanggaan suatu daerah di tingkat nasional maupun internasional.
“Ke depan, olahraga tidak boleh dipandang sebelah mata. Olahraga adalah bagian dari prestasi daerah,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua PBSI Sulawesi Tengah, Gufran Ahmad, menyebut Kejurprov ini menjadi langkah awal membangun pusat pembinaan bulu tangkis yang lebih terarah dan profesional di Sulteng.
Ia mengatakan, GOR Siranindi telah dua kali digunakan PBSI sejak diberikan kepercayaan mengelolanya oleh Pemerintah Provinsi.
“Kami berharap, GOR Siranindi menjadi markas bulu tangkis Sulawesi Tengah, pusat pendidikan bulu tangkis ke depan,” kata Gufran.
Ia juga menjelaskan bahwa PBSI Sulteng akan menyiapkan skema latihan terpusat bagi atlet terpilih dari seluruh daerah, khususnya untuk menghadapi event yang lebih besar ke depan.
“Berikutnya, kami akan melakukan seleksi atlet terbaik dari seluruh kabupaten/kota—total 10 atlet (5 putra, 5 putri)—untuk persiapan PON 2028,” ujarnya.
Kejurprov Badminton Sulteng 2025 ini juga menyediakan bonus pembinaan senilai total Rp50 juta bagi para juara. Bonus tersebut diharapkan menjadi motivasi tambahan bagi para atlet untuk tampil maksimal sepanjang turnamen.
Gubernur kembali mengingatkan agar proses pembinaan dilakukan secara adil dan objektif, tanpa melihat latar belakang pribadi atlet.
“Pembinaan olahraga ke depan jangan melihat siapa orangnya. Jangan lihat siapa dia, tapi lihat prestasinya,” tegas Anwar Hafid.
Ia bahkan menantang KONI dan seluruh cabang olahraga agar membuktikan prestasi di level nasional, yang nantinya akan dibalas pemerintah dengan pembangunan sarana olahraga yang representatif.
“Kalau nanti di PON bisa menyumbang medali emas, kita bangunkan stadion yang representatif,” katanya.
Melalui Kejurprov ini, Gubernur berharap lahir bibit-bibit atlet potensial yang mampu mengharumkan nama Sulawesi Tengah di kancah nasional, bahkan internasional.
“Anak-anakku semua, kita harus rajin berlatih,” pesan Anwar Hafid kepada para atlet.
Kejurprov Badminton Sulteng 2025 pun diharapkan menjadi awal kebangkitan bulu tangkis daerah, sekaligus panggung lahirnya generasi juara baru dari Bumi Tadulako. (Rul/Nl)










