- Karhutla Tersebar di 8 Wilayah Sulteng, Pemprov Gelar Rakor Antisipasi Lonjakan Kebakaran September
- Muhammadiyah Telah Tetapkan Awal Puasa 2027, Mulai 8 Februari
- Ketua KONI Sulteng Buka Savana Buutiba Trail Run 2026, Olahraga Sekaligus Nikmati Alam Sigi
- Perubahan Anggaran Sulteng 2026 Disepakati, Pemprov Pastikan Tetap Berpihak kepada Rakyat
- Peringatan Dini Potensi Karhutla Sulteng 7 Hari ke Depan, BMKG Imbau Warga Tak Bakar Lahan
- Tak Hanya Pertalite, Pembeli LPG 3 Kg Juga Bakal Diatur Berdasarkan Desil
- Polda Sulteng Ungkap Kronologi Penembakan di Jalan Tombolotutu, Berawal dari Persoalan Parkir
- BMKG Catat 187 Hotspot di Sulawesi Tengah, Tersebar di 8 Kabupaten
- BMKG Pastikan Asap Karhutla Kalimantan Tak Mengarah ke Palu, Arah Angin Jadi Faktor Utama
- Pra Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Satu Keluarga di Duyu Digelar, Tersangka Masuk dari Belakang Rumah
Anak 10 Tahun Tenggelam di Pantai Leok Buol Ditemukan Meninggal

Keterangan Gambar : Tim SAR gabungan menemukan korban tenggelam di Pantai Kelurahan Leok, Kecamatan Biau, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu ( 7/2/ 2026). (Foto: IST)
Likeindonesia.com, Buol – Tim SAR gabungan menemukan korban tenggelam di Pantai Kelurahan Leok, Kecamatan Biau, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu ( 7/2/ 2026).
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian dan pertolongan resmi dihentikan.
Baca Lainnya :
- Ekonomi Sulteng Tumbuh 8,47 Persen di 2025, PDRB Tembus Rp415 Triliun
- Gelombang Tinggi Berpotensi Terjadi di Perairan Palu–Donggala hingga Teluk Tolo
- Sulteng Alami 116 Gempa Selama Sepekan Terakhir
- Angka Kemiskinan Sulteng Turun, Penduduk Miskin Berkurang 10,81 Ribu Orang
- Deteksi Dini PJB, Skrining Jantung Anak di Sulteng Menyasar Sekolah Dasar
Korban diketahui bernama Mujahid, anak laki-laki berusia 10 tahun.
Korban ditemukan sekitar pukul 10.05 WITA oleh SRU 2 yang melakukan pencarian menggunakan perahu nelayan.
Lokasi penemuan berada sekitar 0,51 nautical mile ke arah selatan dari titik awal kejadian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh. Rizal, menyampaikan bahwa pencarian hari kedua dimulai sejak pukul 07.00 WITA dengan membagi tim SAR gabungan ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU).
SRU pertama menggunakan perahu karet, sementara SRU kedua memanfaatkan perahu nelayan setempat.
Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka.
Selanjutnya, operasi SAR dinyatakan selesai dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing.
Dalam operasi ini, tim SAR gabungan melibatkan unsur Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu melalui Tim Rescue USS Tolis, TNI, Polri, BPBD Kabupaten Buol, pemerintah desa, serta nelayan setempat.
Sejumlah peralatan digunakan dalam pencarian, antara lain perahu karet, kendaraan rescue, peralatan komunikasi, serta perlengkapan medis dan evakuasi. (Rul/Nl)










