- Harga BBM Pertamina per 1 Juni Berubah, Pertamax Turbo Naik
- Sulteng Masuk Daerah Terbaik Pengendalian Inflasi di Sulawesi, Dapat Insentif Rp2 Miliar
- Palu dan Morowali Masuk Daerah Tujuan Migrasi Tertinggi di Sulteng
- Wakil Ketua MPR RI Akbar Supratman Sumbang Sapi Kurban di Masjid Raya Baitul Khairaat
- Kemendikdasmen Perbarui Kebijakan, Masuk SD Tak Lagi Harus Menunggu 7 Tahun
- Kendaraan di Palu Kini Wajib Menggunakan Plat Nomor Daerah
- Mandi Laut Usai Subuh, Warga Palu Barat Tewas Tenggelam di Kampung Nelayan
- Demi Efisiensi, Anggaran MBG 2026 Dipangkas Rp67 Triliun
- Siap-Siap Cair, Gaji Ke-13 ASN hingga Polri Mulai Dibayarkan Juni 2026
- Pusat Medis Modern di Cina Jadi Inspirasi Pengembangan Kesehatan di Sulteng
Anak 10 Tahun Tenggelam di Pantai Leok Buol Ditemukan Meninggal

Keterangan Gambar : Tim SAR gabungan menemukan korban tenggelam di Pantai Kelurahan Leok, Kecamatan Biau, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu ( 7/2/ 2026). (Foto: IST)
Likeindonesia.com, Buol – Tim SAR gabungan menemukan korban tenggelam di Pantai Kelurahan Leok, Kecamatan Biau, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu ( 7/2/ 2026).
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian dan pertolongan resmi dihentikan.
Baca Lainnya :
- Ekonomi Sulteng Tumbuh 8,47 Persen di 2025, PDRB Tembus Rp415 Triliun
- Gelombang Tinggi Berpotensi Terjadi di Perairan Palu–Donggala hingga Teluk Tolo
- Sulteng Alami 116 Gempa Selama Sepekan Terakhir
- Angka Kemiskinan Sulteng Turun, Penduduk Miskin Berkurang 10,81 Ribu Orang
- Deteksi Dini PJB, Skrining Jantung Anak di Sulteng Menyasar Sekolah Dasar
Korban diketahui bernama Mujahid, anak laki-laki berusia 10 tahun.
Korban ditemukan sekitar pukul 10.05 WITA oleh SRU 2 yang melakukan pencarian menggunakan perahu nelayan.
Lokasi penemuan berada sekitar 0,51 nautical mile ke arah selatan dari titik awal kejadian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh. Rizal, menyampaikan bahwa pencarian hari kedua dimulai sejak pukul 07.00 WITA dengan membagi tim SAR gabungan ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU).
SRU pertama menggunakan perahu karet, sementara SRU kedua memanfaatkan perahu nelayan setempat.
Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka.
Selanjutnya, operasi SAR dinyatakan selesai dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing.
Dalam operasi ini, tim SAR gabungan melibatkan unsur Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu melalui Tim Rescue USS Tolis, TNI, Polri, BPBD Kabupaten Buol, pemerintah desa, serta nelayan setempat.
Sejumlah peralatan digunakan dalam pencarian, antara lain perahu karet, kendaraan rescue, peralatan komunikasi, serta perlengkapan medis dan evakuasi. (Rul/Nl)










