- Viral Juri Cerdas Cermat Salahkan Jawaban Benar, Wakil Ketua MPR Minta Maaf
- 62 Pasangan di Palu Kini Punya Legalitas Resmi Usai Ikut Isbat Nikah Massal
- Kabur Lintas Kota, Pendiri Ponpes Tersangka Pemerkosaan Akhirnya Ditangkap
- Ribuan Calon Jemaah Haji Sulteng Mulai Diberangkatkan ke Tanah Suci
- Didominasi Anak Muda, Penduduk Sulteng Mayoritas Berasal dari Gen Z
- Wajib Belajar 12 Tahun, Anak Putus Sekolah Kini Ditangani lewat Perpres Baru
- Pertamina Resmi Naikkan Harga BBM Non Subsidi, Dexlite Tembus Rp26 Ribu Per Liter
- Gubernur Sulteng Ingatkan Perusahaan untuk Tidak Abaikan Keselamatan Pekerja
- Hardiknas 2026, Pemerintah Dorong Penerapan Deep Learning di Satuan Pendidikan
- Pembayaran Honorer di Sulteng Ditarget Tertib dan Merata, Gubernur Pastikan Tanpa Ketimpangan
ARKOM Siapkan Pilot Project Penataan Permukiman Berbasis Komunitas di Kampung Baru Palu

Keterangan Gambar : Ketua ARKOM Indonesia, Yuli Kusworo, saat audiensi dengan Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin di ruang kerja Wakil wali kota, Jumat (6/3/2026). (Foto : Humas Pemkot Palu)
Likeindonesia.com, Palu – ARKOM Indonesia berencana memulai program percontohan penataan kawasan permukiman berbasis komunitas di Kampung Baru, Kota Palu, pada 2026.
Program ini menjadi bagian dari upaya mendorong penataan lingkungan permukiman yang lebih layak sekaligus mendukung proses pemulihan pascabencana di kota tersebut.
Baca Lainnya :
- Bukber Nambaso Digelar Hari Ini, Pemprov Sulteng Siapkan 10 Ribu Porsi Gratis untuk Warga
- BPOM Palu Naik Status Jadi Balai Besar, Pengawasan Obat dan Makanan di Sulteng Diperkuat
- Resmi! KONI Sulteng Serahkan SK Pengurus KONI Kota Palu, Tegaskan Tak Ada Politisasi
- Ratusan Warga Serbu Gerakan Pangan Murah di Palu, Stok Ludes dalam Sejam
- Anwar Hafid Tegaskan Penegakan Norma Ketenagakerjaan Demi Iklim Investasi Sehat di Sulteng
Rencana tersebut disampaikan Ketua ARKOM Indonesia, Yuli Kusworo, saat audiensi dengan Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin di ruang kerja Wakil wali kota, Jumat (6/3/2026).
Dalam pertemuan itu juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman sebagai dasar kerja sama pelaksanaan program.
Yuli menjelaskan, program yang akan dijalankan mengusung pendekatan pembangunan berbasis komunitas, yakni melibatkan masyarakat secara langsung sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan pembangunan kawasan permukiman.
Pendekatan serupa sebelumnya telah diterapkan dalam program rekonstruksi pascabencana di kawasan Mamboro Perikanan melalui skema relokasi mandiri kolektif.
“Program rekonstruksi pascabencana berbasis komunitas yang kami jalankan di kawasan Mamboro Perikanan melalui relokasi mandiri kolektif mendapat banyak apresiasi,” jelas Yuli.
“Namun demikian, di Kota Palu masih terdapat sejumlah persoalan permukiman yang perlu menjadi perhatian bersama, termasuk masyarakat yang hingga kini masih menempati hunian sementara,” lanjutnya.
Ia mengatakan, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan ARKOM Indonesia terus mendorong upaya penataan kawasan permukiman dengan melibatkan masyarakat sebagai aktor utama.
Dalam rencana pilot project di Kampung Baru, warga akan dihimpun dan diorganisasi dalam kelompok-kelompok komunitas yang berperan aktif dalam menyusun perencanaan penataan lingkungan tempat tinggal mereka.
“Ketika masyarakat sudah siap dan terorganisir dengan baik, mereka akan bersama-sama menyusun perencanaan penataan kawasan yang baru. Dengan demikian, berbagai program pembangunan dapat masuk secara lebih terarah dan tepat sasaran,” tambahnya.
Program ini diharapkan dapat menjadi model penataan permukiman berbasis komunitas di Kota Palu, terutama bagi kawasan yang masih menghadapi persoalan hunian pascabencana. (Rul/Nl)




.jpg)





