- Nama Prodi Teknik Mulai Diganti Jadi Rekayasa, Kampus Bisa Tetap Pakai Istilah Lama
- Pemerintah Siapkan Aturan Baru KPR Tenor 40 Tahun, Cicilan Rumah Disebut Bisa Lebih Murah
- Pengangguran di Palu Capai 11.577 Orang, Mayoritas Laki-laki
- Viral Juri Cerdas Cermat Salahkan Jawaban Benar, Wakil Ketua MPR Minta Maaf
- 62 Pasangan di Palu Kini Punya Legalitas Resmi Usai Ikut Isbat Nikah Massal
- Kabur Lintas Kota, Pendiri Ponpes Tersangka Pemerkosaan Akhirnya Ditangkap
- Ribuan Calon Jemaah Haji Sulteng Mulai Diberangkatkan ke Tanah Suci
- Didominasi Anak Muda, Penduduk Sulteng Mayoritas Berasal dari Gen Z
- Wajib Belajar 12 Tahun, Anak Putus Sekolah Kini Ditangani lewat Perpres Baru
- Pertamina Resmi Naikkan Harga BBM Non Subsidi, Dexlite Tembus Rp26 Ribu Per Liter
ASKI Sulteng Resmi Dilantik, Fokus Angkat Kualitas dan Identitas Kopi Sulawesi Tengah

Keterangan Gambar : Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Kopi Indonesia (ASKI) Sulawesi Tengah periode 2025–2030 resmi dilantik di Palu, Jumat (12/12) sore. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Kopi Indonesia (ASKI) Sulawesi Tengah periode 2025–2030 resmi dilantik di Palu, Jumat (12/12) sore.
Pelantikan ini menandai dimulainya agenda besar ASKI untuk memperkuat ekosistem kopi Sulteng dari hulu hingga hilir, sekaligus mendorong visibilitas kopi daerah ini di tingkat nasional dan internasional.
Baca Lainnya :
- Sidak BPOM Palu Temukan Produk Pangan Dikemas Ulang di Ritel Menjelang Natal
- Usai Terpilih Jadi Ketua IPSI Sulteng, Abcandra Akbar Fokus Benahi Organisasi dan Pembinaan Atlet
- Lonjakan HIV di Sulteng Mengkhawatirkan, Remaja Mulai Masuk Kelompok Rentan
- Polda Sulteng Gelar Simulasi Penanggulangan Bencana dan Antisipasi Konflik Sosial di Palu
- IJTI Sulteng Himpun Donasi Hampir Rp30 Juta untuk Korban Bencana di Sumatera
Fildzah M Djafar ditunjuk sebagai Ketua DPD ASKI Sulteng, didampingi pengurus inti yang terdiri dari Wakil Ketua I Fitriani Basrin, Wakil Ketua II Diah Tri Purwantini, Wakil Ketua III Mohamad Ryan Gui, Wakil Ketua IV Widi Raditya, Sekretaris Chynthia Indirani, dan Bendahara Lucia Angelina.
Selain itu, sejumlah divisi seperti koperasi & investasi, UMKM, pendidikan & sertifikasi, hingga hubungan masyarakat juga terbentuk untuk menopang kerja organisasi.
Dalam sambutannya, Fildzah menegaskan bahwa mandat yang ia emban bukan sekadar posisi organisasi, tetapi komitmen untuk membangun ekosistem kopi di tanah kelahirannya.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan amanah yang diberikan kepada saya,” ujarnya.
Ia menambahkan, perjalanan dan pencapaiannya di industri kopi berangkat dari pengalaman langsung bersama petani lokal, termasuk saat memenangkan kompetisi nasional dan internasional menggunakan biji fine robusta asal Sulawesi Tengah.
Fildzah menilai ASKI akan berperan sebagai jembatan untuk menyatukan para pelaku industri.
Ia menyebut tiga fokus utama organisasi ke depan ialah peningkatan kapasitas kualitas, integrasi komunitas, dan penguatan visibilitas pasar.
Menurutnya, kemajuan industri kopi tidak dapat dicapai tanpa kolaborasi.
Dalam penjelasannya, ia menegaskan, kunci kemajuan kopi Sulteng bukan hanya kualitas produk, tetapi kualitas kerja bersama seluruh pihak.
Senada dengan itu, Ketua Umum DPP ASKI, Irsan Yumeno menegaskan, pelantikan ini menjadi “titik nol” perjalanan baru bagi kopi Sulawesi Tengah.
Ia menyebut Sulteng sebagai provinsi ke-12 yang membentuk kepengurusan ASKI, bertepatan dengan tanggal pelantikan.
Irsan menyoroti potensi geografis dan karakter rasa kopi Sulteng yang dinilai unik.
“Kopi bukan sekadar komoditas; ia adalah warisan rasa yang otentik, lahir dari tanah yang subur dan tangan-tangan petani yang gigih,” katanya.
Ia juga menguraikan tiga pilar aksi organisasi, di antaranya peningkatan kualitas dan kompetensi petani, perluasan akses pasar dan promosi, serta penguatan kolaborasi lintas sektor.
Menurutnya, transformasi kopi Sulteng hanya akan terjadi bila pengurus turun langsung ke kebun, mendengar petani, dan mendorong inovasi.
Dalam sambutannya, Irsan menekankan bahwa target mereka ialah pertumbuhan, kualitas, dan kesejahteraan pelaku kopi di seluruh rantai nilai.
Irsan mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersinergi.
Ia menutup sambutannya dengan dorongan agar kopi Sulteng dapat menjadi identitas kebanggaan daerah.
“Mari kita bekerja, berkarya, dan mengharumkan Palu melalui cangkir kopi yang mendunia,” ujarnya.
Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum penguatan ekosistem kopi Sulawesi Tengah yang memiliki potensi besar, namun masih membutuhkan konsolidasi dari sisi kualitas, pasar, dan kolaborasi agar dapat bersaing di panggung nasional maupun internasional. (Rul/Nl)










