- Karyawan Kafe di Palu Ditemukan Tewas Terjepit di Lift Barang, Jenazah Dipulangkan ke Tada
- KONI Sulteng Mulai Matangkan Persiapan Hadapi PON Pantai 2026
- Skema Bansos Berubah! Mulai 2027, Penerima Bakal Dapat Transfer Tunai
- Penerbangan Bandara IMIP ke Palu Resmi Beroperasi, Waktu Tempuh Hanya 45 Menit
- Ratusan PPPK Nakes Sulteng Minta Kepastian Status, Gubernur Langsung Hubungi Wamenkes
- Pertamina Minta Maaf, Rencana Wajib Tunjukkan STNK Saat Beli BBM Subsidi Dibatalkan
- 318 Kebakaran Terjadi di Palu hingga Agustus 2026, Mantikulore Tertinggi
- Mulai 15 September, Isi Biosolar di Sejumlah SPBU Wajib Bawa STNK
- Siap-Siap! Harga Tiket Pesawat Bisa Makin Mahal, Ini Aturan Baru Kemenhub
- Piala Soeratin Sulteng Resmi Bergulir, Gubernur Dorong Pembinaan Berjenjang Menuju PON 2028
Bandara Mutiara SIS Aljufri Palu Gelar Simulasi Penanggulangan Keadaan Darurat

Keterangan Gambar : Bandara Mutiara SIS Aljufri Palu menggelar simulasi insiden pesawat ATR 72-600 rute Morowali–Palu, Kamis (18/12/2025). (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Bandara Mutiara SIS Aljufri Palu menggelar simulasi penanggulangan keadaan darurat pertolongan kecelakaan penerbangan dan pemadaman kebakaran, pada Kamis (18/12/2025).
Latihan ini mensimulasikan insiden pesawat ATR 72-600 rute Morowali–Palu yang mengalami gangguan saat pendaratan akibat cross wind atau angin samping yang kuat di runway.
Baca Lainnya :
- Situs Megalitik Pokekea Resmi Berstatus Cagar Budaya Nasional
- Pengusulan Datu Pamusu Terus Berlanjut, Masuk Tahap Seminar Tingkat Provinsi
- Sulteng Tercatat Paling Banyak Alami Kejahatan Lingkungan di Sulawesi
- Viral Kisah Anca: Pemuda Banggai yang Hilang 3 Tahun, Ternyata Bertahan Hidup di Hutan Jawa Barat
- BMKG Peringatkan Puncak Musim Hujan di Sulteng, Curah Hujan Tinggi hingga Januari 2026
Dalam skenario tersebut, pilot melaporkan terjadinya deviasi saat fase akhir pendaratan kepada menara pengatur lalu lintas udara.
Menyikapi laporan itu, air traffic control menetapkan kondisi darurat dan mengaktifkan prosedur penanggulangan keadaan darurat bandara.
Kepala Bandara Mutiara SIS Aljufri Palu, Prasetiyohadi, mengatakan latihan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun untuk menguji kesiapan seluruh unsur bandara.
“Ini kan merupakan latihan yang sudah dilaksanakan setiap tahun, dimana untuk penanganan peralatan karena memang ini simulasinya untuk pesawat tipe wings,” ujar Prasetiyohadi.
Ia menjelaskan, simulasi tersebut tidak hanya menguji prosedur, tetapi juga mengukur ketepatan waktu respons peralatan dan kesiapsiagaan personel di lapangan.
Prasetiyohadi menyebut latihan ini bertujuan menguji performance ketepatan waktu peralatan, serta kesiapsiagaan seluruh petugas dalam menangani situasi darurat, termasuk penggunaan tangga evakuasi dan penanganan potensi huru-hara.
Dalam simulasi penanganan korban, data yang digunakan menunjukkan satu orang meninggal dunia, dua orang mengalami luka berat, sembilan luka sedang, delapan belas luka ringan, dan tiga puluh empat penumpang dinyatakan selamat.
Tim medis melakukan evakuasi dan penanganan sesuai tingkat cedera masing-masing korban.
Selain kecelakaan pesawat, latihan juga mencakup pengamanan bandara dari gangguan massa. Tercatat empat orang massa berhasil memaksa masuk ke area koleksi korban dan satu orang provokator diamankan oleh petugas gabungan TNI Polri dan personel intelijen.
Prasetiyohadi menegaskan, hasil evaluasi dari latihan ini menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh unsur bandara dalam menghadapi situasi darurat.
“Evaluasinya intinya bahwa kami harus selalu siap sedia tanggap untuk penanganan apabila terjadi kejadian luar biasa baik incident maupun accident yang melibatkan pesawat dan juga penumpang,” kata Prasetiyohadi.
Simulasi ini menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan prosedur, personel, dan peralatan Bandara Mutiara SIS Aljufri Palu dalam menghadapi insiden penerbangan, dengan prioritas utama pada keselamatan penumpang dan penanganan yang cepat serta terkoordinasi. (Rul/Nl)










