- Aktivitas Gempa di Sulteng Terus Menurun, Kini Kurang dari 200 Kali dalam Sepekan
- Siap-Siap! 33 Juta Keluarga Bakal Dapat Beras Gratis 30 Kg Mulai Agustus
- Makin Irit! Pertamina Turunkan Harga Tabung Bright Gas 12 Kg dan 5,5 Kg
- Program Berani Panen Raya Dikebut, Produktivitas Padi Sulteng Ditargetkan 6 Ton per Hektare
- Pemerintah Tetapkan Harga Khusus Solar bagi Nelayan, Kini Rp15 Ribu per Liter
- DPR RI Tinjau Sekolah Rakyat di Palu, 183 Anak Kurang Mampu Kini Dapat Akses Pendidikan
- Melaut Saat Cuaca Buruk, Nelayan di Banggai Laut Hilang Kontak
- Kurs Rupiah Melemah, Biaya Haji 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp107,3 Juta
- Mendagri Tegaskan Pemda Tak Boleh Rumahkan PPPK karena Alasan Anggaran
- Aktivitas Gempa di Sulteng Menurun, BMKG Catat 282 Kejadian dalam Sepekan
Batik Banava Khas Sulteng Tampil di Panggung Jogja Fashion Week 2025

Keterangan Gambar : Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sulawesi Tengah, Sry Nirwanti Bahasoan tampil anggun memperkenalkan Batik Banava di pembukaan JFW 2025. (Foto: IST)
Likeindonesia.com, JOGJA – Batik Banava, batik khas Sulawesi Tengah dengan kekayaan motif lokal dan sentuhan desain kontemporer, memikat perhatian di pembukaan Jogja Fashion Week (JFW) 2025 yang digelar di Jogja Expo Center, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta, Kamis (7/8/2025).
Kehadiran Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sulawesi Tengah, Sry Nirwanti Bahasoan, bersama desainer muda Sulteng, Rendi Arif, menjadi sorotan. Dalam sesi peragaan busana, Sry tampil anggun memperkenalkan Batik Banava yang mencerminkan identitas budaya daerah sekaligus mengikuti tren mode masa kini.
Baca Lainnya :
- Jalan Rusak di Dusun Kompanga, Warga Desak Tanggung Jawab PT. PAU dan Pemprov Sulteng
- Upaya Penyelundupan 3,02 Kg Sabu Digagalkan di Bandara Palu, Pelaku Diamankan
- Petugas Lapas Parigi Gagalkan Penyelundupan Sabu dan Sajam dalam Titipan Barang
- Festival Film Tengah: Merayakan Identitas Sinema dari Ruang Ambang
- Pelaku Bom Ikan Ditangkap Usai Kejar-kejaran di Laut Talatako Touna, Tiga Lainnya Kabur
Penampilan tersebut mendapat sambutan hangat para undangan, sekaligus mengukuhkan batik Sulawesi Tengah sebagai karya yang memiliki nilai estetika tinggi dan layak bersaing di kancah nasional.
“Jogja Fashion Week menjadi ajang strategis untuk mengenalkan kekayaan budaya Sulawesi Tengah kepada khalayak luas. Melalui Batik Banava, kami ingin menunjukkan bahwa karya anak daerah juga memiliki kualitas dan nilai seni tinggi. Ini bukan sekadar busana, tapi representasi dari identitas dan kebanggaan kita,” ujar Sry Nirwanti Bahasoan di sela-sela acara.
Partisipasi Dekranasda Sulawesi Tengah melalui karya Batik Banava juga menjadi bukti komitmen mendorong kemajuan industri kreatif berbasis budaya lokal. Dukungan terhadap desainer muda seperti Rendi Arif diharapkan memperluas promosi batik Sulteng di berbagai ajang nasional.
Jogja Fashion Week 2025 sendiri merupakan salah satu panggung mode terbesar di Indonesia yang mempertemukan desainer dari berbagai daerah untuk merayakan keberagaman warisan budaya nusantara melalui fesyen. (Bim)










