- Ketua DPRD se-Sulteng Dorong Penguatan Sinergi Pembangunan Daerah
- 459 Ton Durian Sulteng Diekspor ke Tiongkok, Digadang Jadi Ikon Baru Nasional
- Pemerintah Buka 35 Ribu Loker KDKMP dan KNMP, Pelamar yang Lolos Jadi Pegawai BUMN
- Ketika Pemerintah Daerah Menyewa Influencer, Sebuah Jalan Pintas?
- Ketua DPRD Kota Palu Ikuti Retret Ketua DPRD se-Indonesia di Akmil Magelang
- Gubernur Anwar Hafid Ungkap Rencana Alun-alun Ikonik di Palu, Konsepnya Mirip Halaman Istana Negara
- Nambaso Fest 2026 Resmi Dibuka, Digelar Meriah Tanpa Membebani Anggaran Daerah
- HUT ke-62 Sulteng, Gubernur Tekankan Pemerataan Kesejahteraan di Seluruh Daerah
- Turun Langsung ke Desa Dalaka, Gubernur Sulteng Tancap Gas Perbaiki Jalan dan Layanan Warga
- Liga 4 Piala Gubernur Sulteng Resmi Bergulir, Talenta Muda Didorong Berprestasi Lewat Sepak Bola
Jalan Rusak di Dusun Kompanga, Warga Desak Tanggung Jawab PT. PAU dan Pemprov Sulteng

Keterangan Gambar : Kondisi jalan rusak di Dusun Kompanga, Desa Uso, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai. (Foto: Istimewa)
Likeindonesia.com, Banggai – Kondisi jalan di Dusun Kompanga, Desa Uso, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, dikeluhkan warga akibat kerusakan parah yang tak kunjung diperbaiki.
Jalan berlubang, tergenang saat hujan, dan berdebu ketika cuaca panas menjadi pemandangan sehari-hari di jalur utama tersebut.
Baca Lainnya :
- Upaya Penyelundupan 3,02 Kg Sabu Digagalkan di Bandara Palu, Pelaku Diamankan
- Petugas Lapas Parigi Gagalkan Penyelundupan Sabu dan Sajam dalam Titipan Barang
- Festival Film Tengah: Merayakan Identitas Sinema dari Ruang Ambang
- Pelaku Bom Ikan Ditangkap Usai Kejar-kejaran di Laut Talatako Touna, Tiga Lainnya Kabur
- Mulai 2026, Haji Tak Lagi Ditangani Kemenag: Ini Penjelasan Resminya
Warga menyebut, kerusakan itu terjadi di sekitar kawasan industri milik PT. Panca Amara Utama (PAU).
Aktivitas kendaraan proyek dan alat berat yang keluar masuk lokasi industri diduga memperparah kondisi infrastruktur jalan yang sudah tidak memadai.
Masyarakat menilai, sebagai perusahaan besar dengan nilai keuntungan ratusan juta dolar AS per tahun, PT. PAU seharusnya peduli terhadap dampak operasionalnya terhadap lingkungan sekitar.
"Keberadaan proyek industri tidak bisa dilepaskan dari ruang hidup masyarakat. Mobilitas alat berat dan kendaraan proyek jelas memberi tekanan besar terhadap jalan yang sempit dan rapuh," ujar Rifat Hakim, pemuda asal Batui.
Ia juga menyoroti minimnya peran Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam merespons persoalan ini.
Menurutnya, negara seharusnya hadir mengatur dan mengawasi dampak industri terhadap kehidupan sosial warga.
"Jalan yang rusak bukan hanya soal akses, tetapi juga soal martabat warga yang setiap hari harus bergelut dengan ketidakpastian dan risiko keselamatan saat melintasinya," tambah Rifat.
Warga berharap pemerintah dan pihak perusahaan segera turun tangan memperbaiki jalan tersebut.
Mereka menilai pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan industri, tetapi juga dari perhatian terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
"Rasa keadilan tidak lahir dari pembangunan besar, melainkan dari perhatian pada hal-hal mendasar yang menyentuh langsung kehidupan warga seperti jalan di Dusun Kompanga ini," tegas Rifat. (Rul)










