- Aktivitas Gempa di Sulteng Terus Menurun, Kini Kurang dari 200 Kali dalam Sepekan
- Siap-Siap! 33 Juta Keluarga Bakal Dapat Beras Gratis 30 Kg Mulai Agustus
- Makin Irit! Pertamina Turunkan Harga Tabung Bright Gas 12 Kg dan 5,5 Kg
- Program Berani Panen Raya Dikebut, Produktivitas Padi Sulteng Ditargetkan 6 Ton per Hektare
- Pemerintah Tetapkan Harga Khusus Solar bagi Nelayan, Kini Rp15 Ribu per Liter
- DPR RI Tinjau Sekolah Rakyat di Palu, 183 Anak Kurang Mampu Kini Dapat Akses Pendidikan
- Melaut Saat Cuaca Buruk, Nelayan di Banggai Laut Hilang Kontak
- Kurs Rupiah Melemah, Biaya Haji 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp107,3 Juta
- Mendagri Tegaskan Pemda Tak Boleh Rumahkan PPPK karena Alasan Anggaran
- Aktivitas Gempa di Sulteng Menurun, BMKG Catat 282 Kejadian dalam Sepekan
BPOM Intensifkan Pengawasan Keamanan Pangan Jelang Ramadan di Palu

Keterangan Gambar : Kepala BPOM Palu, Mardianto. (Foto : Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu — BPOM Palu mengintensifkan pengawasan keamanan dan mutu pangan menjelang Ramadan 2026 dengan melakukan inspeksi di gudang dan etalase ritel salah satu swalayan di Kota Palu, Rabu (18/2/2026) pagi.
Pengawasan dilakukan bersama lintas sektor untuk memastikan produk pangan yang beredar aman dikonsumsi, terutama menjelang peningkatan permintaan masyarakat pada periode Ramadan dan Idul Fitri.
Baca Lainnya :
- Ini Jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 Hijriah/2026 untuk Wilayah Palu dan Sekitarnya
- Umat Buddha Rayakan Imlek 2577 dengan Puja Bakti di Vihara Karuna Dipa Palu
- Barongsai Meriahkan Perayaan Imlek 2577 di Palu
- Wakil Ketua MPR Kawal Langsung Pembangunan Jembatan di Tiga Titik Sulteng
- Fajar Al Amri Tampil Lawan Ketua POBSI Sulteng di Funmatch Palu
Kepala BPOM Palu, Mardianto, mengatakan intensifikasi pengawasan dilakukan pada sarana peredaran dan produk pangan guna memastikan seluruh komoditas memenuhi persyaratan keamanan dan mutu.
“Dalam rangka pengawalan keamanan pangan, kita balai pom di Palu bersama lintas sektor ada Dinas Kesehatan, kita melakukan intensifikasi pengawasan keamanan pangan dan mutu pangan di peredaran,” ujarnya kepada media ini diwawancarai usai sidak.
Ia menjelaskan, pengawasan dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya konsumsi masyarakat pada hari besar keagamaan.
Menurutnya, peningkatan permintaan berpotensi memengaruhi kualitas produk jika pengawasan tidak diperkuat.
Mardianto menuturkan pihaknya memastikan produk pangan yang diperdagangkan memenuhi standar keamanan, termasuk menelusuri produk yang tidak memiliki izin edar, rusak, atau telah kedaluwarsa.
Selain itu, pengawasan juga dilakukan pada rantai distribusi mulai dari importir hingga ritel.
“Memang hari ini kami melakukan intensitikasi pengawasan pangan hari ini di swalayan Grand Hero ya, kita mau memastikan bahwa pangan yang diperjualbelikan yang diedarkan memenuhi keamanan dan mutunya,” katanya.
Ia menambahkan, pengawasan tidak hanya dilakukan secara langsung di lapangan, tetapi juga melalui pemantauan perdagangan daring serta sarana distribusi lain, termasuk pembuat parsel.
Menurut Mardianto, pengawasan juga menitikberatkan pada sistem penyimpanan pangan, seperti pengendalian suhu, kebersihan gudang, dan pengendalian hama.
Hal tersebut penting mengingat kondisi suhu di Palu yang relatif tinggi dapat memengaruhi kualitas produk.
“Jangan sampai nanti hanya karena salah melakukan penyimpanan menyebabkan produk yang sebelumnya belum kadaluarsa bisa rusak,” ujarnya.
BPOM Palu menegaskan pengawasan dilakukan dengan pendekatan pembinaan, dengan harapan pelaku usaha dapat melakukan perbaikan terhadap temuan di lapangan demi menjaga keamanan pangan masyarakat menjelang Ramadan. (Rul/Nl)










