- Harga BBM Pertamina per 1 Juni Berubah, Pertamax Turbo Naik
- Sulteng Masuk Daerah Terbaik Pengendalian Inflasi di Sulawesi, Dapat Insentif Rp2 Miliar
- Palu dan Morowali Masuk Daerah Tujuan Migrasi Tertinggi di Sulteng
- Wakil Ketua MPR RI Akbar Supratman Sumbang Sapi Kurban di Masjid Raya Baitul Khairaat
- Kemendikdasmen Perbarui Kebijakan, Masuk SD Tak Lagi Harus Menunggu 7 Tahun
- Kendaraan di Palu Kini Wajib Menggunakan Plat Nomor Daerah
- Mandi Laut Usai Subuh, Warga Palu Barat Tewas Tenggelam di Kampung Nelayan
- Demi Efisiensi, Anggaran MBG 2026 Dipangkas Rp67 Triliun
- Siap-Siap Cair, Gaji Ke-13 ASN hingga Polri Mulai Dibayarkan Juni 2026
- Pusat Medis Modern di Cina Jadi Inspirasi Pengembangan Kesehatan di Sulteng
Cegah Keracunan Terulang, BGN Perketat Pengawasan MBG di Sulteng

Keterangan Gambar : Kepala BGN, Dadan Hidayana. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu - Kasus keracunan massal makanan bergizi gratis (MBG) di Banggai dan Palu beberapa waktu terakhir menjadi perhatian serius pemerintah.
Peristiwa yang menyebabkan ratusan siswa menjalani perawatan medis itu mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan langkah koordinasi dan evaluasi bersama pemerintah daerah.
Baca Lainnya :
- Bahasa Daerah di Sulteng Terancam Punah, Balai Bahasa Perkuat Pengawasan Bahasa
- Besaran Upah Buruh Tani di Sulteng, Ada yang Lebih Tinggi dari UMP
- Petugas Rutan Poso Gagalkan Penyelundupan Handphone oleh Tahanan
- BPN Sulteng Serahkan 21 Sertifikat Tanah, Targetkan Seluruh Aset Bersertifikat Elektronik pada 2026
- Dari Ribuan Penerbangan, Ini 5 Bandara Paling Sibuk di Sulawesi Tengah
Kepala BGN, Dadan Hidayana, mengatakan kedatangannya ke Sulawesi Tengah menjadi bagian dari penguatan sinergi pusat dan daerah dalam mengawal program MBG.
“Ini adalah langkah koordinasi kami, kita ingin agar program ini dikawal bersama-sama,” kata Dadan Hindayana kepada media ini diwawancarai usai rapat, Kamis (25/9) pagi.
Ia menambahkan, Kementerian Dalam Negeri telah memerintahkan pemerintah daerah membentuk Satgas khusus yang berfungsi mengawasi hingga memonitor pelaksanaan MBG.
Menurut Dadan, Satgas diharapkan bisa memperketat pengawasan mulai dari bahan baku, pengolahan, hingga distribusi makanan.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mengaktifkan secara maksimal Satgas yang sudah terbentuk.
“Dengan kehadiran beliau di sini, kita akan segera mengaktifkan Satgas, menggerakkan semua mulai dari kepala desa, camat, untuk memenuhi target terutama daerah terpencil,” ujar Anwar.
Anwar juga menyebut, pengawasan akan melibatkan lintas sektor, termasuk Dinas Kesehatan, Pertanian, dan Peternakan.
Ia menilai keterlibatan dinas teknis penting untuk memastikan keamanan pangan serta kualitas produk MBG yang dikonsumsi anak-anak.
Usai rapat, rombongan BGN bersama pemerintah provinsi meninjau dapur MBG di Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu.
Di lokasi itu, BGN mengecek proses pengolahan makanan, kebersihan dapur, serta penggunaan bahan pangan lokal.
Menurut Dadan, pembangunan Sentra Penyedia Bahan Gizi (SPBG) di daerah terpencil juga akan dipercepat.
“Kami akan membangun 25.000 SPBG aglomerasi, untuk daerah-daerah terpencil kami bekerja sama dengan pemerintah daerah, karena wilayah kita yang geografinya sulit.”
Pemerintah berharap perbaikan sistem dan pengawasan ketat dapat mencegah kasus serupa terulang, sekaligus memastikan tujuan utama program MBG, yakni meningkatkan gizi anak serta memberdayakan masyarakat lokal, berjalan sesuai harapan. (Rul/Nl)










