- Karyawan Kafe di Palu Ditemukan Tewas Terjepit di Lift Barang, Jenazah Dipulangkan ke Tada
- KONI Sulteng Mulai Matangkan Persiapan Hadapi PON Pantai 2026
- Skema Bansos Berubah! Mulai 2027, Penerima Bakal Dapat Transfer Tunai
- Penerbangan Bandara IMIP ke Palu Resmi Beroperasi, Waktu Tempuh Hanya 45 Menit
- Ratusan PPPK Nakes Sulteng Minta Kepastian Status, Gubernur Langsung Hubungi Wamenkes
- Pertamina Minta Maaf, Rencana Wajib Tunjukkan STNK Saat Beli BBM Subsidi Dibatalkan
- 318 Kebakaran Terjadi di Palu hingga Agustus 2026, Mantikulore Tertinggi
- Mulai 15 September, Isi Biosolar di Sejumlah SPBU Wajib Bawa STNK
- Siap-Siap! Harga Tiket Pesawat Bisa Makin Mahal, Ini Aturan Baru Kemenhub
- Piala Soeratin Sulteng Resmi Bergulir, Gubernur Dorong Pembinaan Berjenjang Menuju PON 2028
Dibekuk Polisi, Pelaku Pembunuhan di Palu Tikam Korban karena Utang Rp160 Ribu

Keterangan Gambar : Kasat Reskrim Polresta Palu, AKP Ismail memegang barang bukti sebuah badik pada konferensi pers di Mapolresta Palu, Jumat (19/9) sore. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Palu menangkap seorang pria bernama Aldi alias Lan (52), pelaku pembunuhan terhadap Hasbi (56), warga Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu.
Kasus ini menghebohkan karena dipicu masalah utang piutang sebesar Rp160 ribu.
Baca Lainnya :
- Revitalisasi Pasar Tavanjuka Telan Rp4,7 Miliar, Ditarget Tuntas Desember 2025
- DMI Sulteng Gelar Silaturahim Rabiul Awal Besok, Hadirkan Dai Nasional
- HGB 40 Ribu Hektare di Palu Disorot DPRD, 600 Penyintas Bencana Belum Dapat Huntap
- DPRD Palu Desak Evaluasi Program MBG Usai Kasus Keracunan di Tiga Sekolah
- Rentetan Insiden Pohon Tumbang hingga Renggut Nyawa, DPRD Kota Palu Minta Pemkot Bertindak Serius
Kasat Reskrim Polresta Palu, AKP Ismail, menjelaskan peristiwa itu terjadi pada Sabtu, 13 September 2025, sekitar pukul 21.00 WITA di sebuah rumah di Jalan Bukit Sofa, Talise.
“Terjadi penganiayaan yang mengakibatkan meninggalnya seorang warga bernama Hasbi, laki-laki, umur 50 tahun, beralamat di Jalan Antua, Kelurahan Talise,” ungkapnya dalam konferensi pers di Mapolresta Palu, Jumat (19/9) sore.
Cekcok antara korban dan pelaku berawal dari permasalahan utang piutang.
Menurut Ismail, nominal utang yang dipersoalkan sebesar Rp160 ribu.
Dalam pertengkaran itu, Aldi menikam korban menggunakan sebilah badik sepanjang 40 sentimeter.
“Dalam perkelahian itu, tersangka menikam korban menggunakan sebilah badik dengan panjang sekitar 40 cm,” jelas Kasat Reskrim.
Korban sempat mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Anutapura Palu.
Namun, luka tusukan di bagian belakang tubuhnya membuat Hasbi tidak mampu bertahan.
Ia meninggal dunia pada 15 September 2025.
Sementara itu, pelaku berhasil ditangkap tim Jatanras Polresta Palu di Desa Lende, Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala, keesokan malamnya sekitar pukul 21.00 WITA.
Saat akan ditangkap, Aldi berusaha melawan dengan badik sehingga petugas melumpuhkannya dengan tembakan.
“Saat ditangkap, tersangka berusaha melarikan diri dan melakukan perlawanan menggunakan badik, sehingga petugas terpaksa melumpuhkannya dengan tembakan,” kata Ismail.
Polisi mengungkap, Aldi merupakan residivis yang pernah dua kali terjerat kasus pidana, yakni pencurian dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Dalam kasus kali ini, tersangka dijerat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan berat yang mengakibatkan kematian. (Rul/Nl)










